4 Cara Mengenali Orang Benar-Benar Baik dari Caranya Meminta Maaf

Rini Apriliani | Beautynesia
Rabu, 24 Jun 2026 20:00 WIB
Berjanji Tidak Akan Mengulangi
Ilustrasi minta maaf/Foto: Magnific.com/freepik

Beauties, setiap manusia tentu tidak luput dari yang namanya salah. Namun, orang yang benar-benar baik akan berani mengakui kesalahan tersebut dan meminta maaf dengan tulus.

Melansir YourTango, Roy J. Lewicki, seorang profesor di Fisher College of Business, Ohio State University dalam studinya tahun 2016, mengidentifikasi komponen apa saja yang membentuk permintaan maaf yang efektif.

Nah Beauties, kamu bisa mengenali orang benar-benar baik dari caranya meminta maaf. Simak, yuk!

Meminta Maaf dengan Tulus

kebiasaan terlalu sering meminta maaf juga termasuk yang bikin seseorang langsung tidak disukai

Ilustrasi minta maaf/Foto: Freepik/Freepik

Orang benar-benar baik akan meminta maaf dengan tulus atas apa yang telah dilakukannya. Mereka memerhatikan nada bicara di awal, sehingga tidak terdengar terpaksa, sarkastik, atau tidak jujur.

Roy J. Lewicki menyampaikan, tujuan ekspresi penyesalan saat meminta maaf adalah untuk menunjukkan penyesalan yang mendalam.

“Di sinilah nada bicara dapat membuat perbedaan. Kamu bisa bilang 'Aku benar-benar minta maaf' dengan emosi yang tulus, atau malah terdengar menyindir dengan berkata 'Maaf ya, situ tersinggung?' yang justru merusak arti minta maaf itu sendiri,” jelasnya.

Menjelaskan Apa yang Salah

Cara mengenali orang benar-benar baik adalah mereka berusaha menjelaskan mengapa kesalahan itu terjadi.

Ilustrasi minta maaf/Foto: Magnific.com/cookie_studio

Cara mengenali orang benar-benar baik adalah mereka berusaha menjelaskan mengapa kesalahan itu terjadi. Hal tersebut dilakukan bukan untuk membela diri, tetapi membantu orang lain memahami apa yang dipikirkan di balik tindakan dan mungkin akan merubah perspektifnya.

Lewicki mengatakan bahwa dengan menjelaskan tentang apa yang salah akan membantu pihak lain memahami bagaimana hal ini terjadi, sehingga mereka dapat mengerti bahwa itu adalah sebuah kesalahan atau kekeliruan, bukan tindakan untuk sengaja menyakiti.

Berjanji Tidak Akan Mengulangi

Orang yang benar-benar baik hati akan bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuatnya.

Ilustrasi minta maaf/Foto: Magnific.com/freepik

Orang yang benar-benar baik hati akan bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuatnya. Lalu, mereka juga akan berjanji bahwa tidak akan mengulangi kesalahan tersebut.

Saat seseorang telah berjanji tidak akan mengulanginya, tapi tidak lama mereka melakukan kesalahan yang sama, maka permintaan maaf selanjutnya tidak akan lagi didengar. Lewicki mengatakan bahwa kamu pun akan kehilangan kepercayaan jika kesalahan dilakukan berulang kali.

Berani Menawarkan Perbaikan

orang baik akan menawarkan untuk memperbaiki situasi agar hubungannya kembali baik. Perbaikan di sini bisa memperbaiki kerugian materi atau emosional.

Ilustrasi minta maaf/Foto: Magnific.com/freepik

Terakhir, orang baik akan menawarkan untuk memperbaiki situasi agar hubungannya kembali baik. Perbaikan di sini bisa memperbaiki kerugian materi atau emosional.

Lebih dari sekadar kata-kata, menawarkan perbaikan saat meminta maaf akan jauh lebih diterima. Bahkan, menurut studi Lewicki, ini adalah komponen yang paling penting dari semuanya.

Beauties, itu dia cara mengenali orang benar-benar baik dari caranya meminta maaf. Ternyata, meminta maaf tidak sekadar kata saja. Bagaimana, kamu sudah melakukannya selama ini?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE