4 Cara Menyampaikan Kritik dan Saran Tanpa Membuat Orang Merasa Diserang

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Kamis, 17 Sep 2026 12:00 WIB
1. Jangan Berasumsi
Cara menyampaikan kritik dan saran pada orang lain/Foto: Pexels.com/Cottobro Studio

Apa yang disampaikan saat memberikan kritik dan saran memang penting. Namun, cara menyampaikannya pun sama pentingnya. Penyampaian yang kurang tepat bisa mengubah penerimaan dan berujung konflik.

Beberapa pakar menuturkan bahwa ada cara yang dinilai efektif untuk menyampaikan kritik dan saran tanpa membuat rekan kerja atau siapa pun itu merasa dihakimi, diserang, atau merasa seolah-olah dirinya tidak bisa melakukan apa pun dengan benar.

Berikut empat caranya, yang mungkin masih sering kamu lewatkan. Simak!

1. Jangan Berasumsi

Cara menyampaikan kritik dan saran pada orang lain/Foto: Pexels.com/Cottobro Studio

Saat memberikan kritik dan saran, jangan membawa asumsi ke dalam percakapan. Hal ini bisa membuat masukan terasa lebih menyerang daripada membantu.

Saat rekan terlambat, alih-alih mengatakan, “Lain kali, jangan terlambat. Hargai waktu orang lain!” lebih baik sampaikan sesuatu yang sifatnya ingin tahu, seperti yang disarankan Elisa Martinez, MA, LMFT., seorang psikoterapis berlisensi, mengutip Real Simple.

  • “Belakangan ini, aku perhatikan kamu lebih sering terlambat. Apa ada sesuatu yang sedang terjadi dan menjadi kendala?”

Mengubah pernyataan atau tuduhan menjadi pertanyaan seperti kalimat di atas merupakan salah satu teknik komunikasi paling efektif untuk mengubah konflik menjadi kolaborasi. Alhasil, orang yang menerima kritik akan lebih terbuka dan tidak bersikap defensif.

2. Hindari Kata “Selalu” atau “Tidak Pernah”

Cara menyampaikan kritik dan saran pada orang lain/Foto: Pexels.com/Alena Darmel

Saat emosi sedang memuncak, menggunakan kata “selalu” dan “tidak pernah” sering kali terasa seperti reaksi spontan.

  • “Kamu selalu terlambat.”
  • “Kamu tidak pernah mendengarkanku.”

Dua kalimat di atas terkesan kaku dan mutlak, serta cenderung memicu sikap defensif dan mengalihkan perhatian lawan bicara untuk memutarbalikkan keadaan.

Contohnya? Saat kamu menyampaikan kritik “Terlambat mulu. On time, dong”, lawan bicara akan membalikkan percakapan dengan menyampaikan, “Aku pernah kok, datang lebih awal. Tidak selalu terlambat.”

Menurut terapis berlisensi Nidhi Tewari, MSW, LCSW., pendekatan yang lebih baik saat menyampaikan kritik dan saran adalah tetap berpegang pada hal-hal yang benar-benar diamati.

Sebagai contoh, mengatakan “Dua tugas terakhir diserahkan setelah DL yang telah disepakati” memberikan masalah konkret yang dapat ditanggapi oleh penerima pesan.

“Penggunaan bahasa yang lebih halus akan mengurangi sikap defensif serta mengubah nada bicara dari yang bersifat menuduh menjadi lebih asertif,” ungkap terapis Tewari.

3. Akhiri dengan Ajakan Bertindak yang Jelas

Cara menyampaikan kritik dan saran pada orang lain/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov

Kritik yang membangun perlu menjelaskan seperti apa bentuk ‘lebih baik’ itu sebenarnya. Saat memberikan kritik dan saran, kamu disarankan untuk mengakhirinya dengan call to action yang konkret.

Semakin spesifik permintaan, maka semakin mudah orang lain untuk benar-benar melaksanakannya dan melakukan penyesuaian yang diminta, tanpa merasa seolah-olah mereka sedang dicari-cari kesalahannya.

4. Akui Juga Hal-Hal yang Berjalan dengan Baik

Cara menyampaikan kritik dan saran pada orang lain/Foto: Pexels.com/Moe Magners

Pada umumnya, orang lebih terbuka menerima masukan ketika mereka tahu bahwa upayanya diperhatikan dan umpan balik yang diterima didasari oleh kepedulian, bukan keinginan untuk menjatuhkan.

“Kita perlu mengakui saat-saat ketika seseorang menunjukkan peningkatan, guna menyoroti hal-hal yang ingin kita lihat lebih sering lagi,” ujar Tewari.

Kamu mungkin menegur anak magang untuk berhenti memotong pembicaraan rekan kerja senior saat rapat. Tetapi di sisi lain, kamu bisa mengapresiasi fakta bahwa mereka setidaknya berani angkat bicara dan menunjukkan inisiatif. Hanya saja, momen dan caranya kurang tepat.

Itulah empat cara menyampaikan kritik dan saran tanpa membuat orang lain merasa diserang. Semoga membantu!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE