4 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Long Text Menurut Ilmu Psikologi

Rini Apriliani | Beautynesia
Selasa, 28 Apr 2026 13:30 WIB
4 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Long Text Menurut Ilmu Psikologi
Ciri kepribadian orang yang suka long text/Foto: Freepik.com/tirachardz

Beauties, seperti apa pesan yang lebih suka kamu terima? Apakah pesan-pesan singkat yang hanya beberapa kata atau teks panjang hingga membuat beberapa paragraf?

Setiap orang memiliki gaya berkirim pesan yang berbeda-beda. Ada mereka yang suka berkirim pesan singkat, tetapi ada juga yang mengirim pesan panjang karena berbagai alasan.

Mereka yang suka mengirim pesan panjang ingin dirinya didengar, dipahami, dan tidak ada kesalahpahaman dari pesannya. Karena itulah mereka rela meluangkan waktu untuk mengirim text panjang.

Dalam ilmu psikologi, orang yang suka long text mengungkap ciri kepribadian unik. Apa saja itu? Berikut daftarnya, melansir YourTango. Simak!

1. Cermat dalam Pemilihan Kata

Orang yang suka mengirim chat panjang adalah orang-orang yang ingin berkomunikasi secara efektif. Saat menghadapi topik percakapan yang sulit, poin-poin yang disampaikan sering kali membutuhkan tanda baca dan kata yang tepat agar tidak disalahpahami.

Ilustrasi chatting/Foto: freepik.com/katemangostar

Orang yang suka mengirim chat panjang adalah orang-orang yang ingin berkomunikasi secara efektif. Saat menghadapi topik percakapan yang sulit, poin-poin yang disampaikan sering kali membutuhkan tanda baca dan kata yang tepat agar tidak disalahpahami.

Terapis Kathilia Edghill mengatakan kepada Huffpost, berkomunikasi dalam paragraf membantu menyatukan isi pikirannya menjadi satu. Hal ini diharapkan bisa membuat sang penerima membaca pesan dengan baik dan komunikasi yang jelas.

2. Sering Dilanda Kecemasan

Orang yang dilanda kecemasan sering digambarkan sebagai orang yang tidak percaya diri dalam hubungannya. Keraguan ini membuatnya butuh validasi terus-menerus dari orang lain.

Ilustrasi cemas/Foto: pexels.com/shvetsa

Orang yang dilanda kecemasan sering digambarkan sebagai orang yang tidak percaya diri dalam hubungannya. Keraguan ini membuatnya butuh validasi terus-menerus dari orang lain. Kebutuhan divalidasi untuk merasa aman tersebut membuatnya suka menjalin komunikasi berlebihan, termasuk mengirim pesan panjang.

Psikolog Tess Brigham mengatakan, “Orang yang memiliki keterikatan cemas perlu mengungkapkan apa yang meraka pikirkan dan rasakan sesegera mungkin. Bahkan, jika mereka tahu hal itu memperburuk keadaan, kecemasan yang menguasainya membuat mereka mengungkapkan sekaligus. Mereka mencari validasi.”

Hal sama pun diungkap oleh ahli hubungan bersertifikat Julie Nguyen. Ia mengatakan pengirim pesan yang cemas sering kali memulai percakapan, mengirim pesan panjang, menganalisis jawaban secara berlebihan, dan terkadang mengirim pesan double. Lalu, mereka mungkin juga berasumsi yang terburuk jika tidak menerima respons yang diharapkan.

3. Biasanya Perempuan

Kebiasaan mengirim chat panjang juga dikaitkan dengan gender. Perempuan disebut lebih berorientasi pada bahasa daripada pria.

Ilustrasi chatting/Foto: Freepik/cookie_studio

Kebiasaan mengirim chat panjang juga dikaitkan dengan gender. Perempuan disebut lebih berorientasi pada bahasa daripada pria.

Mereka lebih bisa mengekspresikan diri, sehingga secara alami mengirimkan pesan panjang. Psikolog Danielle Wayne menjelaskan kepada HuffPost, perempuan cenderung menggunakan lebih banyak bahasa untuk menjelaskan dirinya sendiri karena merasa tidak didengar.

“Jadi, kelompok minoritas, termasuk perempuan, cenderung menggunakan lebih banyak teks untuk menjelaskan diri mereka sendiri daripada laki-laki, tetapi ini cenderung terjadi pada semua kelompok minoritas dan bukan hanya perempuan,” ujarnya.

4. Generasi Milenial

Setiap generasi memiliki cara berkomunikasi yang berbeda-beda. generasi milenial, terutama milenial yang lebih tua, lebih menyukai pesan teks panjang.

Ilustrasi perempuan/Foto: Freepik.com/freepik

Setiap generasi memiliki cara berkomunikasi yang berbeda-beda. generasi milenial, terutama milenial yang lebih tua, lebih menyukai pesan teks panjang.

Sebuah studi tahun 2022 menemukan bahwa dalam hal menerima pesan, generasi milenial menganggap orang yang mengirim pesan teks dalam beberapa bagian singkat jauh kurang disukai daripada mereka yang yang meluangkan waktu untuk mengirim satu pesan teks panjang.

Menurut pakar tempat kerja lintas generasi, Lindsay Pollak kepada Reader’s Digest, generasi milenial adalah generasi pertama yang mengadopsi pesan teks sebagai sarana komunikasi. Akibatnya, mereka jauh lebih nyaman dengan teks panjang dan detail daripada kebanyakan generasi lainnya.

Beauties, itu dia ciri kepribadian orang yang suka long text menurut ilmu psikologi. Bagaimana, kamu salah satunya?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE