4 Kalimat Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah Menurut Psikolog Harvard

Rini Apriliani | Beautynesia
Senin, 11 May 2026 13:31 WIB
“Aku Tidak Peduli Bagaimana Perasaanmu”
Ilustrasi tidak peduli/Foto:Freepik.com/Drobotdean

Orang yang cerdas secara emosional artinya mereka mampu mengatur emosi sendiri dan peka terhadap emosi orang-orang di sekitarnya. Mereka memiliki kesadaran diri dan empati yang baik.

Sementara itu, orang dengan kecerdasan emosional rendah tidak memiliki kepekaan sosial. Tak jarang, mereka pun sulit memahami emosi orang lain yang membuatnya kesulitan membangun hubungan jangka panjang, baik itu dalam pertemanan atau hubungan percintaan.

Melansir YourTango, menurut psikolog Harvard, Dr. Cortney Warren, PhD, ada deretan kalimat yang bisa menunjukkan kecerdasan emosional seseorang. Orang dengan kecerdasan emosional rendah sering mengucapkan kalimat berikut ini. Simak!

“Aku Tidak Akan Berubah, Inilah Diriku”

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi terbuka untuk mendengarkan pendapat orang lain yang mengkritik dirinya. Hal itu bisa menjadi pertimbangan untuk mereka menjadi sosok yang lebih baik lagi.

Ilustrasi tidak peduli/Foto: Pexels.com/Polina Zimmerman

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi terbuka untuk mendengarkan pendapat orang lain yang mengkritik dirinya. Hal itu bisa menjadi pertimbangan untuk mereka menjadi sosok yang lebih baik lagi.

Sementara itu, orang dengan kecerdasan emosional rendah akan langsung menutup dirinya. Mereka akan mengatakan, “Aku tidak akan berubah, inilah diriku”.

Kalimat tersebut menjadi tanda bahwa mereka tidak mampu menjawab menanggapi pendapat orang dengan cukup baik dan tidak mampu mengevaluasi bagaimana perilakunya yang memengaruhi orang lain. Dr. Warren menyarankan untuk mengucapkan kalimat berikut sebagai gantinya: “Aku perlu lebih mempertimbangkan apa yang kamu katakan. Aku ingin terbuka terhadap umpan balik tentang diriku, bahkan ketika itu sulit untuk didengar.”

“Aku Tidak Peduli Bagaimana Perasaanmu”

orang dengan kecerdasan emosional rendah cenderung kurang berempati. Maka, kalimat “Aku tidak peduli bagaimana perasaanmu”, mungkin akan lebih sering kamu dengar darinya.

Ilustrasi tidak peduli/Foto:Freepik.com/Drobotdean

Seperti yang telah dikatakan di awal bahwa orang dengan kecerdasan emosional rendah cenderung kurang berempati. Maka, kalimat “Aku tidak peduli bagaimana perasaanmu”, mungkin akan lebih sering kamu dengar darinya.

Yap, mereka memang tidak peduli sama sekali. Mereka menunjukkan sisi egoisnya bahwa tidak peduli bagaimana perasaan orang lain ada di posisi tersebut, karena yang diutamakan hanyalah dirinya sendiri. Hal ini sering kali berdampak pada sulitnya membangun hubungan baik.

Dr. Warren menyarankan untuk mengatakan ini sebagai gantinya: “Saya turut prihatin mendengar kamu merasa sedih. Bagaimana saya bisa membantumu saat ini?”

“Ini Salahmu, Aku Jadi Merasa Seperti Ini”

Orang yang cerdas secara emosional memahami bahwa tidak ada orang lain yang bisa disalahkan atas perasaannya. Mereka bertanggung jawab atas perasaannya sendiri.

Ilustrasi perempuan marah/Foto: Freepik.com

Orang yang cerdas secara emosional memahami bahwa tidak ada orang lain yang bisa disalahkan atas perasaannya. Mereka bertanggung jawab atas perasaannya sendiri.

Sementara itu, orang dengan kecerdasan emosional rendah lebih suka menyalahkan orang lain. Kalimat yang sering diucap orang dengan EQ rendah adalah “Ini salahmu, aku jad merasa seperti ini.” Hal ini juga menjadi bukti bahwa mereka tidak dewasa.

Alih-alih menyalahkan orang lain dan mengatakan kalimat di atas, Dr. Warren menyarankan untuk mengatakan ini sebagai gantinya: “Aku merasa sangat emosional saat ini. Persepsi saya tentang situasi ini adalah…”

“Kamu Salah”

Cara mengenali orang dengan EQ rendah adalah mereka akan menolak untuk disalahkan. Mereka percaya bahwa dirinya selalu benar, tanpa terkecuali.

Ilustrasi perempuan marah/Foto: pexels.com/pavel-danilyuk

Cara mengenali orang dengan EQ rendah adalah mereka akan menolak untuk disalahkan. Mereka percaya bahwa dirinya selalu benar, tanpa terkecuali.

Padahal, saat menghadapi konflik, penting untuk melihat kedua sisi. Tidak ada yang sepenuhnya benar, maka penting untuk melihat perspektif dan mendengarkan pendapat orang lain.

Jangan langsung mengklaim orang lain salah, Dr. Warren menyarankan untuk mengatakan ini sebagai gantinya: “Aku ingin mendengarkan perspektifmu, bahkan ketika saya tidak melihat sesuatu yang seperti kamu lihat. Bisakah kamu membantuku untuk memahaminya?”.

Beauties, itu dia kalimat orang dengan kecerdasan emosional rendah menurut psikolog Harvard. Bagaimana, kamu pernah menemuinya?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE