4 Kalimat yang Sering Diucap Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah Menurut Psikolog Harvard

Rini Apriliani | Beautynesia
Rabu, 11 Feb 2026 13:30 WIB
2. “Aku Tidak Peduli Bagaimana Perasaanmu”
Ilustrasi orang dengan EQ rendah/Foto: Freepik.com/stockking

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi memiliki kemampuan untuk mengelola emosinya dengan baik dan menyadari emosi orang-orang di sekitarnya. Hal ini membuatnya mampu membangun hubungan baik dan awet.

Sebaliknya, orang dengan EQ rendah sering kali sulit menangkap isyarat atau kode dari lawan bicara, yang membuat mereka kesulitan membangun hubungan jangka panjang.

Menurut Dr. Cortney Warren, seorang psikolog dari Harvard, ada beberapa kalimat yang sering diucap orang dengan kecerdasan emosional rendah dalam kehidupan sehari-hari. Melansir YourTango, ini daftarnya!

1. “Aku Tidak Akan Berubah, Inilah Diriku”

Orang yang cerdas secara emosional tidak akan mengucapkan kalimat di “Aku Tidak Akan Berubah, Inilah Diriku”. Mereka membiasakan diri melakukan introspeksi, karena keinginan besar untuk terus tumbuh.

Ilustrasi orang dengan EQ rendah/Foto: Freepik.com

Mendengarkan dan menerima pendapat orang lain tentang diri sendiri memang tidak mudah ya, Beauties. Namun, bukan berarti harus langsung menolak dengan keras, karena hal itu penting juga untuk perkembangan diri kita.

Orang yang cerdas secara emosional tidak akan mengucapkan kalimat di atas. Mereka membiasakan diri melakukan introspeksi, karena keinginan besar untuk terus tumbuh.

Sebaliknya, orang dengan EQ rendah akan langsung mengucapkan “Aku tidak akan berubah, inilah diriku”. Hal ini menunjukkan bahwa dirinya kurang mampu keluar dari pikiran sendiri dan mengevaluasi bagaimana perilakunya memengaruhi orang lain.

Dr. Warren menyarankan untuk mengatakan hal ini sebagai gantinya, “Aku perlu lebih mempertimbangkan apa yang kamu katakan. Aku ingin terbuka dengan umpan balikmu tentang diriku, bahkan ketika itu sulit untuk didengar.”

2. “Aku Tidak Peduli Bagaimana Perasaanmu”

Ciri orang dengan kecerdasan emosional rendah adalah kurangnya empati. Ia bisa tidak peduli dengan perasaan orang lain, seperti mengucapkan kalimat “Aku tidak peduli bagaimana perasaanmu.”

Ilustrasi orang dengan EQ rendah/Foto: Freepik.com/stockking

Ciri orang dengan kecerdasan emosional rendah adalah kurangnya empati. Ia bisa tidak peduli dengan perasaan orang lain, seperti mengucapkan kalimat “Aku tidak peduli bagaimana perasaanmu.”

Ya, mereka secara terang-terangan mengucapkannya. Hal ini juga menunjukkan bahwa mereka egois dan tidak bisa menempatkan dirinya pada posisi orang lain. Lama-kelamaan, orang seperti ini tidak akan memiliki hubungan yang kuat dan baik dengan orang lain.

Dr. Warren menyarankan untuk mengucapkan ini sebagai gantinya, “Aku turut prihatin mendengarmu merasa sedih. Bagaimana aku bisa membantumu saat ini?”

3. “Ini Salahmu, Aku Jadi Merasa Seperti Ini”

Orang dengan EQ tinggi memahami bahwa perasaannya adalah tanggung jawabnya sendiri. Mereka tidak akan menyalahkan orang lain.

Ilustrasi orang dengan EQ rendah/Foto: pexels.com/rdne

Orang dengan EQ tinggi memahami bahwa perasaannya adalah tanggung jawabnya sendiri. Mereka tidak akan menyalahkan orang lain.

Sebaliknya, orang dengan EQ rendah bisa langsung menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi. Padahal, menyalahkan orang lain atas perasaannya ini bukti tanda ketidakdewasaan.

Dr. Warren mengatakan untuk mengatakan hal ini sebagai gantinya, “Aku merasa sangat emosional saat ini. Persepsiku tentang situasi ini adalah…”

4. “Aku Tidak Bisa Memaafkanmu”

memaafkan kesalahan memang tidak mudah, tetapi orang yang cerdas secara emosional akan berempati dan mencoba memaafkannya.

Ilustrasi orang dengan EQ rendah/Foto: Pexels.com/Liza Summer

Beauties, memaafkan kesalahan memang tidak mudah, tetapi orang yang cerdas secara emosional akan berempati dan mencoba memaafkannya.

Menolak untuk memaafkan adalah tanda ketidakdewasaan. Selain itu, memendam dengan kebencian pun sangatlah melelahkan secara emosional.

Sementara, orang dengan kecerdasan emosional bisa dengan gamblang mengatakan bahwa dirinya tidak memberi maaf. Mengatasi hal tersebut, Dr. Wareen mengingatkan untuk mengubah kalimat tersebut agar lebih sopan, yakni dengan mengatakan “Aku kesulitan memaafkanmu saat ini. Tetapi aku sedang berusaha untuk melepaskan rasa dendam dan amarahku, karena aku ingin memperbaiki hubungan ini dan melangkah maju.”

Beauties, itu dia sederet kalimat yang sering diucap orang dengan kecerdasan emosional rendah dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kamu bukan salah satunya ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE