4 Kebiasaan Perempuan Dewasa yang Fatherless Menurut Pelatih Kehidupan

Rini Apriliani | Beautynesia
Rabu, 02 Sep 2026 22:00 WIB
1. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain
Ilustrasi perempuan fatherless/Foto: Magnific.com

Seorang anak tidak hanya membutuhkan ibu untuk tumbuh kembangnya. Seorang ayah pun memiliki peran yang sama pentingnya.

Mengutip Psychology Today, ayah memengaruhi kehidupan relasional, kreativitas, rasa otoritas, kepercayaan diri, dan harga diri anak perempuannya. Selain itu, hubungannya dengan seksualitasnya dan responsnya terhadap pria sebagian akan ditentukan oleh kenyamanan atau ketidaknyamanan ayahnya terhadap jenis kelamin dan tubuhnya sejak lahir. Namun, karena berbagai alasan, banyak anak yang tumbuh tanpa peran ayah atau disebut fatherless.

Mengutip laman BKKBN, berdasarkan hasil Pendataan Keluarga tahun 2025, tercatat 25,8 persen anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless dengan indikator komprehensif, meliputi interaksi, aksesibilitas, tanggung jawab, dan keterlibatan emosional ayah.

Pada anak perempuan, dampak fatherless bisa terbawa hingga mereka dewasa. Melansir YourTango, seorang pelatih kehidupan, Mitzi Bockmann, membagikan kisahnya sebagai perempuan yang tumbuh tanpa kehadiran fisik maupun emosional dari seorang ayah.

Ia pun mengungkap deretan kebiasaan perempuan yang fatherless yang terbawa hingga dewasa. Apa saja itu? Simak!

1. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

kebiasaan perempuan dewasa yang fatherless menurut pelatih kehidupan

Ilustrasi perempuan fatherless/Foto: Magnific.com

Perempuan yang fatherless cenderung menjadi people pleaser atau suka menyenangkan orang lain. Mereka mengalami kesulitan untuk mengungkapkan apa yang diinginkan dan kebutuhannya sendiri.

Hal ini merupakan refleks trauma sejak kecil, yang mana mereka merasa bahwa kepergian sang ayah adalah akibat dari perilakunya yang kurang baik. Mereka pun menjadi sosok yang selalu berusaha baik dan penurut agar orang terdekat tidak meninggalkannya.

Sayangnya, baik atau tidak perilakunya, tidak menjamin orang ayah atau orang terdekatnya tinggal. Mereka bisa saja tetap pergi. Pelatih kehidupan Patricia Bonnard pun menyampaikan dampak buruk dari sikap people-pleasing ini.

"Meski niatnya baik, ketidaksesuaian antara keinginan dan tindakan pelaku people pleaser justru bisa mengikis kepercayaan serta merusak hubungan. Mereka tidak bermaksud buruk, hanya saja rasa takut dan keinginan untuk menyenangkan orang lain mengalahkan segalanya,” ungkapnya.

2. Sulit Membangun Kedekatan dengan Orang

Anak yang tumbuh fatherless bisa sulit membangun kedekatan dengan orang lain. Hal ini karena sejak kecil mereka telah bersikap acuh tak acuh dengan kehadiran ayahnya tersebut.

Ilustrasi pasangan/Foto: Magnific.com/azerbaijan_stockers

Anak yang tumbuh fatherless bisa sulit membangun kedekatan dengan orang lain. Hal ini karena sejak kecil mereka telah bersikap acuh tak acuh dengan kehadiran ayahnya tersebut.

Sayangnya, sikap acuh tak acuh atau pertahanan diri tersebut terbawa hingga dewasa. Setiap kali mereka bertemu seseorang, mereka bertindak sangat hati-hati dan membentengi diri dengan tembok yang tinggi.

Butuh waktu lama untuk seseorang menembus pertahanan tembok tersebut. Sebab, sebelumnya mereka telah dikecewakan oleh orang tersayangnya.

Mereka kesulitan untuk membangun hubungan. Bahkan, jika ada yang benar-benar bisa mendekat, perempuan yang fatherless akan tetap menciptakan jarak tersendiri.

Bukan mereka tidak berusaha memperbaiki masalah tersebut, tetapi mereka memiliki kecemasan dan rasa sakit atas kepergian ayahnya terasa sangat mendalam.

"Dampak dari sosok ayah yang tidak hadir atau bersikap kasar merupakan salah satu trauma masa kecil yang sering kali diabaikan. Kebanyakan dari kita memilih untuk memendam trauma masa kecil tersebut. Meski rasanya menyakitkan, kita memilih bertahan dan mencoba melanjutkan hidup dengan harapan bisa melupakannya. Padahal, apa yang kita abaikan justru bisa pemicu masalah di kemudian hari," ungkap psikolog Jed Diamond berdasarkan pengalaman klinisnya.

3. Kesulitan untuk Setia

Kebiasaan perempuan fatherless selanjutnya adalah kesulitan untuk setia. Mereka memiliki keyakinan bahwa pasangan mereka akan meninggalkannya, seperti yang terjadi pada ayahnya sendiri.

Ilustrasi pasangan/Foto: Magnific.com

Kebiasaan perempuan fatherless selanjutnya adalah kesulitan untuk setia. Mereka memiliki keyakinan bahwa pasangan mereka akan meninggalkannya, seperti yang terjadi pada ayahnya sendiri.

Sebelum mereka ditinggalkan, mereka sering kali melakukan sabotase diri dengan memicu kehancuran hubungan terlebih dahulu. Mereka akan mencoba meninggalkan pasangannya dengan cara berselingkuh.

Hal tersebut dilakukan hanya sebagai upaya melepaskan diri dari orang yang dicintai sebelum mereka tersakiti. Mereka percaya jika mereka sendiri yang memegang kendali atas perpisahan tersebut, mereka akan baik-baik saja.

Namun, cara berselingkuh agar ditinggalkan tersebut justru berdampak buruk. Perselingkuhan tersebut bisa merusak diri.

Psikolog Perrin Elisha mengatakan, “Orang dengan anxious attachment style cenderung terburu-buru dalam menjalin hubungan. Mereka bisa saja terikat pada seseorang yang kemudian baru disadari tidak tepat, atau masuk ke dalam hubungan tersebut dengan alasan yang salah. Ketika hal ini terjadi, konflik batin yang menyakitkan pun tak terhindarkan, dipenuhi kebingungan, keraguan pada diri sendiri, hingga siklus putus-nyambung yang terus memicu rasa cemas.”

4. Sering Cemas dan Depresi

perempuan yang fatherless sering berjuang melawan rasa cemas dan depresi. Kecemasan tersebut terjadi karena ketidakpastian dan depresi karena rasa sakitnya ditinggalkan.

Ilustrasi perempuan cemas/Foto: Magnific.com

Terakhir, Mitzi mengungkapkan bahwa perempuan yang fatherless sering berjuang melawan rasa cemas dan depresi. Kecemasan tersebut terjadi karena ketidakpastian dan depresi karena rasa sakitnya ditinggalkan.

Kedua hal tersebut yang terus dirasakan setiap hari. Meski telah melewati pengobatan, tapi kehadiran ayah yang datang dan pergi tetap membawa kecemasan emosional yang mendalam.

Beauties, itu dia beberapa kebiasaan perempuan dewasa yang fatherless menurut pelatih kehidupan. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE