Seorang anak tidak hanya membutuhkan ibu untuk tumbuh kembangnya. Seorang ayah pun memiliki peran yang sama pentingnya.
Mengutip Psychology Today, ayah memengaruhi kehidupan relasional, kreativitas, rasa otoritas, kepercayaan diri, dan harga diri anak perempuannya. Selain itu, hubungannya dengan seksualitasnya dan responsnya terhadap pria sebagian akan ditentukan oleh kenyamanan atau ketidaknyamanan ayahnya terhadap jenis kelamin dan tubuhnya sejak lahir. Namun, karena berbagai alasan, banyak anak yang tumbuh tanpa peran ayah atau disebut fatherless.
Mengutip laman BKKBN, berdasarkan hasil Pendataan Keluarga tahun 2025, tercatat 25,8 persen anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless dengan indikator komprehensif, meliputi interaksi, aksesibilitas, tanggung jawab, dan keterlibatan emosional ayah.
Pada anak perempuan, dampak fatherless bisa terbawa hingga mereka dewasa. Melansir YourTango, seorang pelatih kehidupan, Mitzi Bockmann, membagikan kisahnya sebagai perempuan yang tumbuh tanpa kehadiran fisik maupun emosional dari seorang ayah.
Ia pun mengungkap deretan kebiasaan perempuan yang fatherless yang terbawa hingga dewasa. Apa saja itu? Simak!