4 Musisi Undurkan Diri dari Konser Ed Sheeran, Bentuk Solidaritas untuk Macklemore
Empat musisi yang menjadi penampil pendukung untuk tur konser 'Loop' Ed Sheeran mengundurkan diri, Beauties. Keputusan ini mereka ambil sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama penampil pembuka, yaitu Macklemore. Sebelumnya, Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil tur Amerika Serikat Ed Sheeran usai menunjukkan dukungannya pada Palestina.
Keempat musisi tersebut adalah Finneas, Aaron Rowe, Beoga, dan Lukas Graham. Keempatnya kompak menyatakan dukungan terhadap Macklemore dan juga Palestina. Menurut laporan Billboard, saat ini tidak ada lagi musisi yang jadi penampil pembuka dalam tur Ed Sheeran.
Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di Instagram, Macklemore mengaku dirinya dicoret dari tur tersebut setelah Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, menekan Ed Sheeran untuk mengeluarkan dirinya dari tur. Pada pertunjukkan pertama di Stadion MetLife, rapper dengan nama asli Benjamin Haggerty itu menyerukan "Free Palestine" (Bebaskan Palestina) di atas panggung dan menyatakan solidaritasnya terhadap warga Gaza.
Pernyataan panjang yang diunggah Macklemore di Instagram banjir dukungan, termasuk dari berbagai musisi dunia. Beberapa hari kemudian, Ed Sheeran akhirnya angkat bicara soal Macklemore yang dicoret dari daftar penampil pembuka di konsernya.
Berikut kabar terbaru yang perlu kamu ketahui.
4 Musisi Cabut dari Tur Ed Sheeran sebagai Bentuk Solidaritas untuk Macklemore
Finneas/Foto: instagram.com/iheartfestival
Finneas, penyanyi yang dijadwalkan menjadi penampil pembuka di tur Ed Sheeran pada November mendatang, menyatakan mengundurkan diri dari tur tersebut, Selasa (15/9).
"Para seniman tidak boleh dibungkam saat mereka menyuarakan pembelaan bagi kaum tertindas," tulis Finneas di media sosialnya. "Saya telah memutuskan untuk mundur dari jadwal tur saya bersama Ed Sheeran yang akan datang. Saya berpihak pada Palestina dan rakyatnya."
Keputusan serupa diambil penyanyi asal Irlandia, Aaron Rowe. Ia dijadwalkan akan tampil di tur Ed Sheeran di 10 pertunjukan di Amerika Utara. Ia mengatakan bahwa keputusannya bukanlah tindakan gegabah. Menurutnya, Ed adalah sosok sahabat dan telah mengubah hidupnya. Namun, sebagai orang Irlandia, Rowe mengaku mereka sangat paham mengenai genosida.
“Namun, sebagai orang Irlandia, kami sangat paham mengenai genosida, kelaparan yang dipaksakan, dan pendudukan yang penuh kekerasan. Saya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan para miliarder menggunakan posisi kekuasaan mereka untuk membungkam suara-suara yang sah dari mereka yang menentang genosida oleh Israel dan menyoroti pembunuhan keji terhadap anak-anak. Saya akan kehilangan rasa hormat terhadap diri sendiri jika terus bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Free Palestine,” tuturnya di akun Instagramnya.
Selanjutnya, band Irlandia, Beoga, merupakan band pengiring di tur Ed Sheeran. Menyusul langkah Aaron Rowe, band tersebut mengumumkan bahwa mereka juga akan mundur dari tur AS sebagai bentuk protes pembungkaman Macklemore.
“Kami adalah band tradisional Irlandia yang tidak pernah membayangkan akan tampil di stadion sebesar itu, dan kami sangat menghargai kesempatan tersebut,” tulis mereka di media sosial. “Kami telah bersahabat dengan Ed selama lebih dari 10 tahun dan akan terus menjalin persahabatan. Kami meyakini dialog sebagai sarana untuk memperjuangkan nasib rakyat Palestina.”
Lukas Graham, band musik pop dan soul asal Denmark, juga mengumumkan bahwa mereka mundur sebagai penampil pembuka di tur Ed Sheeran.
"Berat rasanya melihat orang-orang di belahan dunia lain memakamkan orang-orang yang mereka cintai. Kita seharusnya bisa berbicara tentang perang, tentang warga sipil yang terbunuh, tentang anak-anak yang berhak untuk tumbuh dewasa. Di mana pun mereka tinggal. Bendera apa pun yang berkibar di atas mereka,” tulis vokalis utama Lukas Forchhammer di media sosial band tersebut. “Uang tidak memberi Anda hak untuk memonopoli percakapan. Saldo bank seseorang tidak seharusnya menentukan siapa yang boleh berbicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui.”
Dicoretnya Macklemore dari penampil pembuka di konser Ed Sheeran karena menyerukan dukungan untuk Palestina menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sederet artis dan musisi dunia menunjukkan dukungan kepada Macklemore dan mengkritik sikap Ed Sheeran.
Ms Rachel, seorang pendidik anak sekaligus bintang YouTube, menulis di Instagram, "Ed Sheeran memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa kita tidak akan tunduk pada tekanan untuk menghukum orang-orang yang mendukung Palestina. Namun, ia justru mengalah kepada mereka yang menolak mengakui kenyataan yang sudah diketahui dunia. Genosida sedang terjadi di Gaza. Kita semua harus angkat bicara mengenai hal ini."
Selain itu, pemyanyi Kehlani yang dikenal lantang mendukung Palestina juga ikut berkomentar di unggahan Macklemore.
"BANYAK tempat pertunjukan maupun pemiliknya yang bersatu dengan cara seperti ini. Sebuah kehormatan mengenalmu, Saudaraku," tulis Macklemore.
Ed Sheeran Buka Suara
Ed Sheeran/Foto: Instagram @teddysphotos
Ed Sheeran buka suara soal Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil pembuka di turnya. Melalui akun Instagramnya, @teddysphotos, Sheeran membagikan pernyataan dalam format poin, Selasa (15/9). Sheeran mengawali pernyataannya dengan mengatakan bahwa ia "sangat prihatin dengan konflik antara Israel dan Palestina".
"Saya sangat prihatin dengan konflik antara Israel dan Palestina. Penderitaan serta rasa sakit yang dialami oleh kedua belah pihak merupakan sebuah tragedi kemanusiaan. Ada terlalu banyak perang di seluruh dunia yang menimbulkan penderitaan tak terhingga, dan tidak ada satu pun yang dapat ditoleransi," tulis Sheeran, membuka pernyataannya.
Sheeran lalu mengatakan bahwa Macklemore meminta untuk bergabung dalam turnya tahun lalu dan ia menyetujuinya, karena ia menghargai sosoknya sebagai seorang seniman. Seperti halnya dengan semua penampil pendukung lainnya, Sheeran membebaskan mereka untuk membawakan daftar lagu pilihan mereka sendiri.
“Setelah penampilan Macklemore di konser saya di New Jersey, pihak penyelenggara di lokasi tur saya berikutnya menyatakan akan membatalkan pertunjukan jika dia masih menjadi penampil pendukung,” lanjutnya. “Saya diberi tahu bahwa sikap tersebut didasarkan pada cara Macklemore menyampaikan sebagian pesannya saat tampil, bukan pada keseluruhan isi ucapannya.”
Sheeran melanjutkan dengan mengatakan bahwa ia telah menghabiskan waktu sepekan terakhir untuk berkomunikasi dengan pihak stadion serta "para aktivis dari kedua belah pihak" dalam upaya menyatukan semua pihak yang terlibat.
"Keputusan pihak tempat acara dan promotor sudah final," tulis peraih empat penghargaan Grammy tersebut. "Saya telah menghabiskan minggu ini untuk mencoba menjembatani perbedaan dan mencari solusi, namun sayangnya, saya tidak berhasil melakukannya."
“Keputusan untuk menghentikan Macklemore dari tur adalah keputusan pihak promotor, bukan keputusan saya. Kontrak tur Macklemore dibuat dengan pihak promotor, bukan dengan saya,” tambah Sheeran.
Lebih lanjut, Sheeran mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam hal ini. Ia juga menekankan bahwa ia memiliki alasan mengapa tidak menggunakan platform profesionalnya untuk berbicara soal politik. Ia mengatakan bahwa audiensnya mencakup anak-anak muda, bahkan sering kali anak-anak, dari berbagai latar belakang.
“Saya tidak terlibat dalam hal ini. Saya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik yang menghancurkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak memilikinya, ataupun berarti saya tidak peduli. Hal itu juga tidak berarti saya tidak mendukung berbagai perjuangan dengan cara saya sendiri yang bersifat pribadi.
Ada alasan mengapa saya tidak menggunakan platform profesional saya untuk urusan politik—audiens saya mencakup kaum muda, bahkan sering kali anak-anak, dari berbagai latar belakang. Mereka yang datang ke pertunjukan saya tidak mengharapkan adanya forum politik.
Saya menghargai keteguhan hati Macklemore untuk bersuara lantang demi apa yang ia yakini. Namun, ada ruang bagi berbagai pendekatan untuk mencapai tujuan yang sama: perdamaian. Saya memilih untuk menggunakan ketenaran dan platform saya sebagai tempat yang aman dan penuh perlindungan, untuk menjaga diplomasi serta membiarkan percakapan tetap terbuka, bukan tertutup. Jika kita hanya berfokus untuk bersuara paling lantang, tidak akan ada perubahan yang terjadi. Ada berbagai cara untuk menjadi penggerak perubahan,” tulis Sheeran.
Penjelasan Macklemore soal Dirinya Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran
Macklemore/Foto: Instagram/macklemore
Macklemore menjadi penampil pembuka atau opening act untuk tur Ed Sheeran bertajuk "Loop". Ia sempat tampil dua kali di Stadion MetLife pada 4 dan 5 September. Pada pertunjukkan pertama, rapper dengan nama asli Benjamin Haggerty itu menyerukan "Free Palestine" (Bebaskan Palestina) di atas panggung dan menyatakan solidaritasnya terhadap warga Gaza.
Tak hanya itu, Macklemore juga menampilkan beberapa gambar kehancuran di Gaza dan menyanyikan lagunya bertajuk "Hind's Hall". Lagu tersebut mengisahkan soal para demonstran pro-Palestina di Universitas Columbia yang menduduki sebuah gedung dan menamainya sebagai penghormatan bagi Hind Rajab, seorang anak berusia enam tahun yang tewas akibat tindakan militer Israel.
"Salah satu alasan utama saya ingin melakukan tur ini sejak awal adalah agar saya bisa berdiri di stadion seperti ini dan mengucapkan dua kata yang sangat bermakna bagi saya: 'Free Palestine'," ujarnya dalam pertunjukan pertama di MetLife, dilansir dari Rolling Stone.
"Saya katakan, 'Free Palestine!' Saya ingin kata-kata itu terdengar lantang dan jelas, supaya orang-orang, mulai dari Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki, tahu bahwa kami tidak melupakan mereka," tuturnya.
Di pertunjukan kedua di MetLife, Macklemore kembali menyerukan "Free Palestine". Ia menekankan tentang perdamaian dan kasih sayang agar semua umat manusia diperlakukan dengan bermartabat, penuh rasa hormat, dan setara.
Dalam pernyataan eksklusif yang disampaikan kepada Rolling Stone, Messina Touring Group selaku promotor rangkaian tur "Loop Tour" Ed Sheeran di Amerika Serikat, mengatakan mereka telah menerima pemberitahuan dari pihak pengelola lokasi konser untuk jadwal tur mendatang bahwa mereka tidak mengizinkan konser berlangsung jika Macklemore turut tampil dalam daftar pengisi acara.
"Hal ini akan berujung pada pembatalan tur dan berdampak pada ratusan ribu penggemar. Setelah berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, diputuskan bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam jadwal konser pendukung yang tersisa," ungkapnya.
Macklemore mengungkapkan apa yang terjadi melalui unggahan yang cukup panjang di akun Instagramnya. Macklemore mengatakan bahwa setelah sepekan melakukan "pembicaraan yang sulit" dengan Ed Sheeran, mereka akhirnya berujung pada perbedaaan pendapat yang membuat Macklemore dicoret dari daftar penampil.
Macklemore mengklaim bahwa ia dikeluarkan dari tur tersebut setelah Robert Kraft, miliarder pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, melakukan upaya untuk menekan Sheeran.
"Ed memberi tahu saya bahwa Kraft mengatakan saya tidak diizinkan tampil di stadion miliknya," tulis Macklemore melalui akun Instagramnya @macklemore, Selasa (15/9).
"Ed juga mengatakan bahwa Kraft telah menggalang dukungan dari beberapa pemilik stadion lain dan secara kolektif mereka memberikan ultimatum kepadanya: jika Macklemore tetap ikut dalam tur, Anda [Ed Sheeran] tidak akan diizinkan tampil di tempat kami," lanjut Macklemore.
Macklemore dijadwalkan tampil dalam delapan dari sepuluh pertunjukan tersisa pada rangkaian tur Sheeran di Amerika Serikat, yang akan kembali digelar pada hari Jumat, 19 September 2026, di Philadelphia. Lokasi-lokasi yang dikabarkan keberatan dengan kehadiran sang rapper tersebut meliputi: Lincoln Financial Field di Philadelphia; Gillette Stadium di Foxborough, Massachusetts; Mercedes-Benz Stadium di Atlanta; Lucas Oil Stadium di Indianapolis; Bank of America Stadium di Charlotte, Carolina Utara; AT&T Stadium di Arlington, Texas; serta Raymond James Stadium di Tampa, Florida.
Dilansir dari Rolling Stone, dalam pernyataannya sendiri, Kraft membenarkan keputusannya untuk melarang Macklemore tampil di Gillette. Ia menyatakan bahwa keputusan itu didasarkan pada "tindakan-tindakannya baru-baru ini, materi yang disampaikan dari atas panggung selama pertunjukan Ed Sheeran di New Jersey, serta rekam jejak retorika dan citra antisemit yang menurut kami sangat menyinggung dan menyakitkan bagi komunitas Yahudi." Namun, Kraft tidak menanggapi klaim bahwa ia juga "menggalang" pemilik stadion lain untuk turut menekan Sheeran agar mengeluarkan Macklemore.
Lebih lanjut, dalam pernyataannya, Macklemore mengatakan bahwa ia memahami posisi sulit yang dihadapi Sheeran. Tapi ia mengkritik penyanyi asal Inggris tersebut karena tidak mengambil sikap tegas.
"Mengambil sikap bisa ada harganya. Uang, kesepakatan merek, sponsor, festival, pertunjukan pribadi, hubungan, dan akses. Saya telah kehilangan semua hal itu. Namun, tidak ada posisi netral antara pihak penindas dan pihak yang tertindas," tulisnya.
"Dia [Ed Sheeran] mengatakan kepada saya bahwa frasa 'Free Palestine' (Bebaskan Palestina) dan gambar bendera Palestina dianggap menyakitkan oleh banyak orang yang berbicara dengannya. Saya katakan kepadanya bahwa jika kata-kata itu dianggap lebih menyinggung perasaan dibandingkan tewasnya puluhan ribu anak-anak Palestina akibat ulah Israel, maka ada perbedaan prinsip yang mendasar antara pandangan orang-orang tersebut dan pandangan saya. Namun, dia tidak bisa melepaskan diri dari sikap publiknya yang menyatakan, 'Saya tidak memihak'," tambah Macklemore.
Macklemore menegaskan bahwa meskipun ia hanya tampil dalam dua pertunjukan selama tur tersebut, jika kata-katanya berhasil mengembalikan percakapan publik ke isu Palestina, maka itu adalah tur paling sukses yang pernah ia jalani.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
|
Pilihan Redaksi
|