Film Dokumenter NAZA: Cetak Rekor Standing Ovation Terlama di Venice Film Festival, Ungkap Genosida Israel di Gaza
Film dokumenter NAZA berhasil meraih penghargaan Special Jury Prize di Venice Film Festival ke-83. Dokumenter ini mengangkat kisah soal genosida Israel di Gaza.
Menurut sinopsis resminya, NAZA memaparkan "secara rinci sistem di balik pembunuhan massal warga sipil Palestina di Gaza yang dilakukan Israel secara terencana". Disutradarai oleh Yuval Abraham dan Rachel Szor, film ini direkam secara diam-diam di malam hari dari atap-atap bangunan di Tel Aviv dalam kurun waktu tiga tahun. NAZA menyajikan wawancara dengan 24 personel militer Israel yang identitasnya disamarkan.
Wawancara tersebut memaparkan sistem pengawasan dan kecerdasan buatan (AI), yang menurut dokumenter ini, digunakan untuk mengidentifikasi target Hamas guna membom rumah mereka, tanpa memedulikan keberadaan keluarga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, di dalamnya, sebagaimana dilansir dari CBC News.
Dilansir dari The Guardian, judul NAZA diambil dari akronim yang digunakan militer Israel untuk menunjukkan perkiraan jumlah warga sipil yang akan tewas dalam serangan udara di Gaza.
Szor dan Abraham menyusun film mereka berdasarkan keterangan dari 24 orang dalam bidang militer dan intelijen yang identitasnya dirahasiakan. IDF lebih memilih untuk menargetkan Hamas di rumah mereka pada malam hari, dan jika mereka tinggal bersama keluarga atau di kawasan padat penduduk, hal itu dianggap sebagai risiko yang tak terelakkan. Pada satu kesempatan, menurut klaim seorang narasumber, izin diberikan untuk menewaskan 500 NAZA demi melenyapkan satu anggota Hamas.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 73 ribu kematian akibat pemboman Israel selama tiga tahun, yang sebagian besar korbannya adalah warga sipil. NAZA memperlihatkan dampak dari serangan Israel di Gaza, mulai dari puing-puing reruntuhan, orang tua yang berduka, serta jenazah anak-anak yang tergeletak di tanah.
Namun, latar utama dari dokumenter ini adalah Tel Aviv yang tenang dan tampak normal. NAZA sengaja lebih menyoroti sistemnya, kebijakan pengawasan massal dan praktik pembunuhan yang dijalankan layaknya industri, ketimbang psikologi individu yang terlibat di dalamnya.
Banyak dari personel militer ini bekerja dari jarak jauh, yakni dari Tel Aviv. AI memilih target, lalu pesawat nirawak (drone) menjatuhkan bom.
"Lebih mudah membunuh orang saat melakukannya lewat layar," ujar Yuval Abraham kepada The Guardian. "Harus dikatakan pula bahwa petugas intelijenlah yang paling tahu segalanya. Mereka menyadap percakapan telepon seluler. Mereka tahu rumah yang hendak mereka bom itu penuh dengan anak-anak. Mereka bisa mendengar suara tangisan bayi. Meski begitu, mereka tetap memerintahkan serangan lanjutan."
Cetak Rekor Standing Ovation Terlama di Venice Film Festival
Tak hanya memenangkan Special Jury Prize, NAZA juga mengukir sejarah baru di Venice Film Festival 2026. NAZA meraih standing ovation (tepuk tangan berdiri) selama 24,5 menit saat penayangan perdananya di Venice Film Festival.
Menurut Variety, ini tercatat sebagai standing ovation terlama yang pernah terjadi di festival film bergengsi ini, melampaui rekor 22 menit untuk film The Voice of Hind Rajab pada 2025. Bahkan, NAZA tampaknya menjadi film dengan standing ovation terlama di festival film besar mana pun.
Jonathan Glazer, sutradara pemenang Oscar untuk film Zone of Interest yang juga bertindak sebagai produser eksekutif film ini, memeluk Abraham dan Szor serta memberikan semangat kepada mereka di tengah riuhnya tepuk tangan yang luar biasa tersebut. Duo sutradara itu tampak terharu dan sempat berkaca-kaca. Begitu pula para penonton, beberapa di antaranya terlihat mengibarkan bendera Palestina.
Sebelumnya, Abraham dan Szor dikenal sebagai bagian dari tim sutradara film No Other Land yang sukses meraih piala Oscar 2025 untuk kategori Dokumenter Terbaik.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!