Setiap orang pasti ingin terlihat baik, bukan? Seperti ajaran lama, jika kita tidak bisa mengatakan sesuatu yang baik, sebaiknya kita tidak mengatakan apapun kepada orang lain. Berbuat kebaikan atau menggunakan kata-kata yang baik mungkin akan menempatkan “kebaikan” dalam hidup kita.
Namun, siapa sangka hal ini justru bisa menyabotase hidup kita. Bagaimana jika pada kenyataannya kamu “terlalu baik” pada orang lain? Ada situasi di mana kita termasuk orang yang terlalu baik, sementara orang lain justru seperti menginjak-injak diri kita.
Esensi dan nilai kebaikan pun justru dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif. Kira-kira, bagaimana tanda-tanda kamu termasuk orang yang terlalu baik dan mudah dimanfaatkan orang lain? Yuk, simak!
Tidak Bisa Mengatakan “Tidak”
Ilustrasi/Foto: Freepik/KamranAydinov |
Melansir dari Hack Spirit, tanda paling utama jika kamu terlalu baik adalah kamu tidak bisa mengatakan “tidak” kepada siapa pun. Ini bukan berarti kamu pada dasarnya sangat positif. Mengatakan tidak dan menjadi orang yang negatif adalah hal yang berbeda.
Kemampuan mengatakan “tidak” adalah keterampilan yang sebenarnya mewakili kecerdasan emosional dan sosial seseorang. Kamu membutuhkan keterampilan untuk mengetahui kapan harus menolak permintaan waktu atau energi dari orang lain.
Artinya, kamu harus memiliki belas kasihan terhadap diri sendiri dan mengetahui seberapa banyak yang dapat kamu berikan sebelum sesuatu hal merugikan kamu. Jika kamu tidak bisa mengatakan tidak, semua orang akan segera mengetahuinya.
Orang-orang bahkan akan mulai memanfaatkan kamu dengan memberikan perintah sesuai kehendaknya. Ini karena orang lain bisa melihat bahwa sangat mudah untuk membuat kamu mau melakukan sesuatu.