4 Tanda Rekan Kerja yang Miliki Kecerdasan Emosional Rendah
Emotional Quotient atau kecerdasan emosional sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, EQ tinggi tersebut memengaruhi banyak hal.
Mulai dari cara seseorang menjalin hubungan sosial, mengatur emosi, hingga proses mengambil keputusan. Orang dengan kecerdasan emosional rendah bisa berdampak pada orang di sekelilingnya, termasuk dalam dunia kerja.
Agar kamu tidak terkena dampaknya, kenali deretan tanda rekan kerja yang memiliki kecerdasan emosional rendah. Simak!
1. Tidak Mampu Mengendalikan Emosi
Ilustrasi orang dengan EQ rendah/Foto: Magnific/benzoix
Rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah tidak bisa mengatur dan mengendalikan emosinya. Melansir Psychology Today, mereka bisa bersikap keras dan meledak marah tanpa alasan pada orang lain di sekitarnya.
Bahkan, mereka pun mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan positif degan rekan kerja. Alhasil, mereka tidak bisa mempertahankan hubungan baik dengan rekan kerja atau kolega.
2. Menyalahkan Alih-Alih Mengakui Kesalahan
Ilustrasi orang dengan EQ rendah/Foto: Magnific.com/cookie_studio
Ciri orang dengan EQ rendah adalah tidak suka dikritik. Mereka bisa bereaksi berlebihan saat ada rekan kerjanya yang memberi masukan.
Lalu, saat kesalahan terjadi, mereka akan langsung menyalahkan orang lain, keadaan, atau faktor eksternal lainnya. Mereka tidak ingin dirinya menjadi sumber utama kesalahan, walau sebenarnya mereka salah. Orang dengan kecerdasan emosional rendah lebih suka menyalahkan daripada mengakuinya.
Padahal dengan mengakui tersebut dapat membuat masalah teratasi dengan benar. Namun, mengambil tanggung jawab untuk mengakui kesalahan terasa mengancam untuknya. Hal ini terjadi karena mereka belum mengembangkan keterampilan emosional untuk memisahkan kesalahan dari harga dirinya.
3. Suka Menyela Pembicaraan Orang Lain
Ilustrasi orang dengan EQ rendah/Foto: Magnific.com/freepik
Tanda rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah juga adalah suka menyela pembicaraan orang lain. Melansir Positive Leader, mereka menyela sebelum orang lain selesai berbicara, mendominasi rapat, dan tampak tidak menyadari kontribusi orang lain.
Mereka kurang kesadaran diri dan kesulitan mengenali kebutuhan komunikasi orang lain. Padahal, mendengarkan dengan seksama, baru berbicara sangatlah penting. Orang yang terbiasa menyela pembicaraan pun cenderung tidak disukai banyak orang.
4. Kurangnya Empati
Ilustrasi orang dengan EQ rendah/Foto: Magnific.com/freepik
Orang dengan EQ rendah juga kurang berempati. Mereka sering mengabaikan perasaan orang lain dan lebih banyak bertindak atas egonya sendiri.
Bahkan, saat rekan kerjanya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, mereka justru mengabaikan tidak memperdulikannya.
Beauties, itu dia deretan tanda rekan kerja yang memiliki kecerdasan emosional rendah. Bagaimana, kamu pernah menemuinya?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!