4 Tempat Paling Kotor di Rumah, Sering Dianggap Sepele!
Tempat paling kotor di rumah sering kali bukan yang terlihat jorok. Justru area yang tampak rapi dan sering digunakan menyimpan banyak bakteri berbahaya. Hal ini terjadi karena kebiasaan harian membuat kita lupa membersihkannya secara menyeluruh.
Tanpa disadari, aktivitas sederhana seperti memasak, mandi, atau bersantai bisa meninggalkan kuman. Jika dibiarkan, tempat kotor di rumah ini berpotensi mempengaruhi kesehatan kamu dan keluarga. Karena itu, penting mengenali titik-titik rawan sejak sekarang, Beauties.
Dapur
Dapur/Foto: Freepik
Dapur sering dianggap area paling bersih karena berhubungan dengan makanan. Namun, menurut National Sanitation Foundation, area penyimpanan dan pengolahan makanan justru mengandung lebih banyak bakteri dibandingkan kamar mandi.
Spons cuci piring dan lap dapur menjadi sumber utama masalah. Lebih dari 75 persen spons mengandung Salmonella, E. coli, dan bahkan kontaminasi feses. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan gagang keran kamar mandi.
Selain spons, banyak peralatan dapur lain yang sering luput dari perhatian. Talenan, mesin kopi, kulkas, hingga wastafel dapur menyimpan bakteri jika tidak dibersihkan rutin. Terutama area yang sering bersentuhan dengan bahan mentah.
Kulkas, misalnya, sering terlihat bersih dari luar. Namun, bagian dalamnya bisa menjadi tempat yang kotor akibat sisa cairan makanan. Membersihkan rak dan laci kulkas secara berkala sangat disarankan. Selain itu, gunakan air panas dan sabun untuk membersihkan permukaan dapur setiap hari.
Kamar Mandi
Kamar Mandi/Foto: Freepik
Tidak mengherankan jika kamar mandi menjadi salah satu tempat paling kotor. Area ini selalu lembab karena paparan air panas dan uap. Kondisi tersebut membuat bakteri dan jamur berkembang dengan cepat.
Bak mandi dan shower sering menjadi tempat penumpukan kuman. Sisa sabun dan kotoran tubuh menciptakan lapisan tipis yang sulit terlihat. Jika jarang dibersihkan, bakteri akan semakin menumpuk.
Saluran air dan keran juga tidak boleh diabaikan. Air yang menggenang di area ini menjadi tempat favorit bakteri berkembang. Lantai sekitar toilet pun berisiko tinggi terkontaminasi.
Handuk mandi dan sikat gigi juga termasuk sumber bakteri tersembunyi. Handuk lembab yang jarang dijemur bisa menyimpan kuman berbahaya. Sementara itu, sikat gigi yang diletakkan terbuka mudah terpapar bakteri udara.
Membersihkan kamar mandi secara rutin dengan disinfektan sangat penting. Pastikan area lembab dikeringkan agar bakteri tidak mudah berkembang.
Ruang Tamu
Ruang Tamu/Foto: Freepik
Ruang tamu menjadi tempat berkumpul keluarga dan tamu. Banyak benda disentuh bergantian setiap hari. Tanpa disadari, hal ini menjadikannya tempat yang kotor.
Remote televisi, keyboard komputer, dan gawai menjadi sarang bakteri. Penelitian NSF menemukan jamur dan ragi pada keyboard dan remote. Bahkan bakteri Staphylococcus ditemukan pada controller permainan.
Permukaan seperti sofa dan karpet juga menyimpan kotoran. Karpet bisa menampung debu hingga delapan kali beratnya sendiri. Bahkan, tingkat kotorannya bisa lebih tinggi daripada jalanan kota.
Virus tertentu dapat bertahan di permukaan plastik selama tiga hari. Artinya, remote dan keyboard bisa menyebarkan kuman dalam waktu lama. Apalagi jika jarang dibersihkan.
Membersihkan ruang tamu tidak cukup hanya menyapu. Gunakan lap disinfektan untuk benda yang sering disentuh. Vakum karpet secara rutin agar debu dan bakteri berkurang.
Tempat Baju Kotor
Tempat Baju Kotor/Foto: Freepik
Tumpukan baju kotor sering dianggap sepele. Padahal, pakaian lembab menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang. Apalagi jika dibiarkan terlalu lama di mesin cuci.
Pakaian basah yang tidak segera dipindahkan dapat memicu pertumbuhan jamur. Bahkan, bau apek berasal dari bakteri yang berkembang di serat kain. Kondisi ini bisa memicu iritasi kulit.
Jika pakaian dibiarkan lebih dari 30 menit di mesin cuci, disarankan menjalankan ulang siklus. Hal ini membantu mengurangi jumlah kuman. Mesin cuci umum juga perlu dibersihkan sebelum digunakan.
Permukaan tempat melipat pakaian pun harus diperhatikan. Meja yang kotor bisa memindahkan bakteri ke pakaian bersih. Gunakan lap disinfektan sebelum melipat.
Mencuci pakaian dengan air hangat atau panas lebih efektif membunuh kuman. Terutama untuk pakaian yang digunakan di tempat umum. Langkah kecil ini sangat berpengaruh bagi kesehatan.
Mengetahui tempat paling kotor di rumah membantu kamu lebih waspada. Dengan membersihkan tempat kotor di rumah secara rutin, risiko penyakit bisa ditekan. Rumah pun terasa lebih nyaman, aman, dan sehat untuk seluruh keluarga, Beauties.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!