4 Tips Investasi dan Kelola Keuangan dari Lampung Financial Festival 2026

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Rabu, 09 Sep 2026 14:00 WIB
Waspada Terhadap Penawaran Tidak Realistis dan Modus Penipuan
Waspada terhadap penawaran tidak realistis dan modus penipuan/ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Di era modern ini, keuangan sudah harus menjadi bekal ilmu yang dimiliki setiap orang. Kemampuan mengelola keuangan yang baik akan mensejahterakan kehidupan. Tidak semua pemasukan harus dihabiskan untuk hidup, tapi sisihkan sebagian untuk investasi.

Tips-tips investasi dan cara mengelola keuangan ini dibagikan dalam ajang Lampung Financial Festival 2026 yang berlangsung di Novotel Bandar Lampung pada 5-6 September 2026. Simak, yuk!

Lihat Suku Bunga Bank

Lihat suku bunga bank

Lihat suku bunga bank/ Foto: Pexels.com/Monstera Productions

Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS, Doddy Zulverdi, memberikan informasi ciri-ciri bank yang sehat kepada para peserta Lampung Financial Festival 2026. Dengan begitu, mereka bisa lebih yakin ketika hendak menempatkan dananya di instrumen simpanan perbankan, baik deposito maupun tabungan.

Tips pertama yang dibagikannya yaitu dengan melihat suku bunga bank yang ditawarkan. Jika bank menawarkan suku bunga berlebihan atau tinggi, bank dinilainya memiliki risiko dan kurang sehat. Sementara bank yang menawarkan bunga tidak tinggi, bank tersebut dinilainya sangat sehat.

Selain itu, pada bank dengan kondisi sehat, rasio likuiditasnya terjaga atau memiliki dana kas besar. Bank sehat juga memiliki rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang kecil.

"Kalau pintar akan kelihatan rasio keuangannya. Rasio likuiditasnya kelihatan,” terangnya. “Kalau adek-adek masuk bank dan ditawarkan bunga tinggi banget hati-hati. Nah salah satu indikatornya bandingkan dengan tingkat bunga penjaminan LPS, sekarang 3,75%. Tapi bukan berarti kalau di atas bunga penjaminan itu tidak boleh simpan di bank tersebut, tapi hanya tidak dijamin saja.”

Tiga Instrumen Investasi yang Aman

Tiga instrumen investasi yang aman

Tiga instrumen investasi yang aman/ Foto: Pexels.com/Nataliya Vaitkevich

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin mengungkapkan tiga instrumen investasi aman yang bisa menjadi pilihan masyarakat, terutama bagi generasi muda atau gen Z. Ketiga instrumen tersebut, yakni Surat Berharga Negara (SBN), emas, dan deposito.

SBN adalah instrumen investasi yang aman karena diterbitkan dan dijamin oleh negara. "Negara kita termasuk investment grade. Investment grade itu artinya negara lain di dunia itu memandang negara kita aman, bisa bayar utang," ujar Herman.

Sementara itu, emas memiliki dua fungsi, yaitu sebagai safe haven asset dan alat investasi, sebagaimana diungkapkan oleh Chief Marketing Officer Raja Emas Indonesia, M. Rahmat. “Konsep dasar dari emas itu adalah safe haven asset. Jadi pelindung aset kita,” tekan Rahmat.

Menabung dan Berinvestasi sebagai Cara Terbaik Mengelola Uang

Menabung dan berinvestasi sebagai cara terbaik mengelola uang

Menabung dan berinvestasi sebagai cara terbaik mengelola uang/ Foto: Pexels.com/Towfiqu barbhuiya

Untuk mencapai kebebasan finansial, anak muda disarankan untuk tidak impulsif dalam membelanjakan uangnya. Pengelolaan uang yang baik melibatkan tabungan dan investasi sebagaimana disampaikan Direktur Finance and Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Achmad Royadi.

"Bahkan kalau perlu untuk membeli dana pensiun. Jadi harus imbangin antara kemudahan digital untuk menghabiskan uang sama kemudahan digital untuk investi, tabungan, bahkan asuransi. Prinsipnya itu harus bisa mengalokasikan,” ujarnya.

Waspada Terhadap Penawaran Tidak Realistis dan Modus Penipuan

Waspada terhadap penawaran tidak realistis dan modus penipuan

Waspada terhadap penawaran tidak realistis dan modus penipuan/ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Di sisi lain, Direktur Sales and Distribution PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Anton Sukarna, menyampaikan perlunya kewaspadaan akan kebiasaan finansial dan dan investasi. “Tidak ada investasi, saya ingatkan ya, tidak ada investasi yang menawarkan keuntungan setinggi langit, ngga ada. Kalau setinggi itu keuntungannya, dia tidak akan pernah bagi-bagi sama kita, betul nggak? Investasi itu ada batasnya,” terang Anton.

Hal senada disampaikan Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hari Mulyana yang menjelaskan cara menghindari modus-modus penipuan di sektor perbankan dan keuangan. Menurutnya, sekarang banyak penawaran yang beragam di media sosial, sehingga nasabah harus lebih selektif untuk menghindari transaksi yang bisa merugikan.

“Terkait dengan OTP (one-time password), jadi jangan pernah memberikan OTP ke orang lain, termasuk ke pasangan kita sendiri. Kedua kalau di kartu kredit itu tiga digit belakang kartu. Kita sama-sama jaga rekening kita semua, kita yang mengelola risiko, kita yang mengendalikannya. Jadi apa pun yang ada,” paparnya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.