Menurut Psikolog, Ini 4 Kalimat Orang Tua untuk Membuat Anak Punya Mental Kuat
Membangun mental yang kuat bagi anak sejak dini sangat penting untuk membantu mereka lebih siap dalam menghadapi tantangan atau ketidakpastian di masa depan.
Mental yang kuat tidak 'lahir' dalam semalam, melainkan perlu diajarkan dan dibiasakan sejak dini, khususnya dengan peran orang tua yang selalu mendampingi, Beauties.
Mengutip dari laman Parade, para orang tua bisa mendukung kesehatan mental anak dan membantu mereka memiliki mental yang kuat melalui afirmasi atau kata-kata bernada positif dan mendukung.
Berikut ini ada beberapa kalimat orang tua yang bisa membantu anak memiliki mental kuat menurut psikolog. Simak, yuk!
1. ‘Ayo kita coba bersama, kemudian kamu bisa mencobanya sendiri nanti’
Ilustrasi anak dan orang tua/ Foto: pexels.com/Ketut Subiyanto
Kalimat pertama untuk membantu anak memiliki mental kuat yakni, “Ayo kita coba bersama. Kemudian, kamu bisa mencobanya sendiri nanti.”
Pada dasarnya, anak-anak bisa memiliki ketahanan emosional sendiri, namun mereka membutuhkan dukungan dari orang-orang yang ‘mengasuh’ mereka, dalam hal ini termasuk peran orang tua.
Kalimat ini bisa membantu untuk membangun kepercayaan diri anak dan mendorong kemandirian mereka dalam menghadapi tantangan, Beauties.
2. 'Aku ada di sini untukmu'
Ilustrasi orang tua dan anak/ Foto: magnific.com/magnific
Kalimat ini bisa sangat membantu anak, lebih yang disadari oleh orang tua, Beauties.
Dr. Juli Fraga, PsyD, psikolog sekaligus co-author dari Parents Have Feelings Too menjelaskan, “Anak-anak mungkin tidak selalu ingin mengungkapkan perasaan mereka kepada orang tua mereka, tetapi mengetahui bahwa ada pengasuh di sana membuat perbedaan besar.“
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ungkapan ini membantu anak-anak agar mereka tidak merasa sendirian.
3. 'Langkah kecil apa yang bisa kamu terapkan hari ini?'
Ilustrasi orang tua dan anak/ Foto: Pexels.com/ PNW Production
Menurut Dr. Ioana Pal, PsyD, psikolog klinis berlisensi di Miller Children’s & Women’s Hospital di Long Beach, California, kalimat ini bisa diungkapkan ketika buah hati merasakan emosinya dan siap untuk melangkah maju. Kalimat ini juga bisa meningkatkan fleksibilitas kognitif.
“Ini membantu anak-anak mengatur atau mengendalikan perasaan yang meluap-luap, dan memecah tantangan menjadi bagian atau langkah yang lebih kecil dan mudah dikelola,” jelas Dr. Ioana Pal, PsyD.
4. ‘Tidak apa-apa merasakan apa yang kamu rasakan. Emosi tidak ada yang benar atau salah’
Ilustrasi orang tua dan anak/ Foto: Pexels.com/Alex Green
Membuat anak merasa seolah-olah mereka "bereaksi berlebihan" bukanlah hal yang membantu. Emosi adalah sesuatu yang wajar dan tidak masalah, dan pastikan mereka memahaminya.
Dr. Juli Fraga, PsyD menjelaskan bahwa penting bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk mengetahui bahwa emosi tidaklah baik atau buruk. Emosi itu sekadar ada, sama halnya dengan rasa haus dan lapar. Pemahaman ini mengajarkan anak-anak untuk tidak menghakimi diri sendiri karena memiliki perasaan tertentu.
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!