5 Barang yang Sebaiknya Tidak Dipinjamkan ke Orang Lain

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Kamis, 03 Sep 2026 18:00 WIB
Gunting Kuku
Gunting Kuku/Foto: Magnific

Pernah, nggak, Beauties, kamu diminta meminjamkan barang pribadi lalu merasa sungkan untuk menolak? Padahal, ada beberapa barang yang sebaiknya tidak dipinjamkan karena bisa menjadi tempat berkumpulnya kuman.

Secara mikrobiologi, benda mati yang dapat terkontaminasi dan kemudian memindahkan agen infeksi disebut fomite. Dr. Bernard Camins, Direktur Medis Pencegahan Infeksi di Mount Sinai Health System, menjelaskan bahwa manusia dapat terpapar berbagai patogen melalui benda-benda tersebut.

Memang, kamu tidak mungkin menghindari semua benda yang disentuh banyak orang. Gagang pintu, saklar lampu, hingga pegangan wastafel adalah contoh benda yang sering menjadi media perpindahan kuman.

Namun, ceritanya berbeda untuk barang-barang yang bersentuhan langsung dengan tubuh. Dr. Adam Friedman, Ketua Departemen Dermatologi di George Washington School of Medicine, menjelaskan bahwa benda pribadi dapat menjadi kendaraan bakteri, virus, dan jamur melewati perlindungan alami kulit maupun selaput lendir.

Jadi, sebelum spontan meminjamkan, yuk, cek dulu beberapa barang berikut dilansir dari Today!

Lip Balm

Lip Balm/Foto: Magnific

“Pinjam lip balm dong!” Kedengarannya sepele, tetapi sebaiknya kamu pikir-pikir lagi sebelum memberikannya.

Menurut Dr. Jack Levy, dokter spesialis kulit di Weill Cornell Medicine, lip balm dapat membawa bakteri dan virus dari bibir, mulut, serta air liur penggunanya. Karena produk langsung diaplikasikan ke bibir, mikroorganisme tersebut berpotensi berpindah kepada orang berikutnya.

Risikonya termasuk infeksi bakteri pada kulit hingga virus pernapasan seperti flu biasa dan influenza. Dr. Friedman juga menjelaskan bahwa virus herpes simpleks tipe 1 atau HSV-1 dapat menular meskipun seseorang tidak sedang menunjukkan luka atau gejala.

Jadi, kalau temanmu lupa membawa lip balm, lebih aman menyarankan produk lain daripada harus pinjamkan barang ke orang lain.

Deodoran Roll-On atau Stick

Deodoran Stik atau Roll-on/Foto: Magnific

Lupa memakai deodoran sebelum pergi memang bikin panik, tetapi meminjam punya teman bukan solusi terbaik. Terutama jika produk yang digunakan berbentuk roll-on atau stick.

Dr. Levy menjelaskan bahwa produk tersebut bersentuhan langsung dengan ketiak, area tubuh yang hangat dan memiliki banyak bakteri. Deodoran juga dapat membawa jamur serta ragi dari kulit penggunanya.

Ketika digunakan bergantian, mikroorganisme tersebut dapat berpindah ke ketiak orang lain. Kondisi ini berpotensi menyebabkan infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus atau infeksi jamur seperti kurap.

Kalau terpaksa berbagi, kamu bisa menggunakan jenis semprot karena tidak bersentuhan langsung dengan kulit. Namun, untuk keamanan dan kebersihan, tetap lebih baik menggunakan produk pribadi.

Gunting Kuku

Gunting Kuku/Foto: Magnific

Mungkin kamu berpikir, “Cuma gunting kuku, masa nggak boleh dipinjam?” Nah, justru benda kecil seperti ini sering luput dari perhatian.

Gunting kuku dapat membawa jamur kuku atau bakteri dari satu orang ke orang lain. Apalagi, luka kecil di sekitar kuku bisa menjadi pintu masuk mikroorganisme menuju jaringan kulit.

Dr. Friedman menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat menyebabkan infeksi jamur kuku atau paronychia, yaitu infeksi pada area sekitar kuku. Karena itu, kalau gunting kuku mau digunakan bergantian, alat tersebut perlu dibersihkan dan disterilkan terlebih dahulu.

Makeup Mata

Makeup Mata/Foto: Magnific

Beauties, siapa yang pernah lupa membawa maskara lalu tergoda meminjam punya teman? Mulai sekarang, kebiasaan tersebut sebaiknya dihentikan.

Dr. Usiwoma Abugo, juru bicara klinis American Academy of Ophthalmology, memperingatkan bahwa berbagi makeup dapat meningkatkan penyebaran kuman. Produk yang digunakan pada atau dekat mata berpotensi membawa risiko infeksi yang menyakitkan.

Risikonya dapat berupa bintitan, konjungtivitis atau mata merah, hingga keratitis herpes yang berkaitan dengan HSV. Dr. Natasha Herz, dokter spesialis mata sekaligus juru bicara American Academy of Ophthalmology, juga menyarankan agar bulu mata palsu tidak digunakan bergantian. Pasalnya, bulu mata palsu dapat membawa bakteri, kotoran, atau sisa lem yang berpotensi masuk ke mata. 

Sisir dan Sikat Rambut

Sisir atau Sikat Rambut/Foto: Magnific

Sisir memang terlihat seperti benda yang sangat aman untuk digunakan bersama. Namun, benda yang menyentuh kulit kepala ternyata bisa mengumpulkan berbagai kotoran dan mikroorganisme.

Sikat rambut dapat membawa sel kulit mati, ketombe, bakteri, serta mikroorganisme lain dari kulit kepala. Kondisinya semakin memungkinkan mikroorganisme berkembang apabila sikat tersebut sering dalam keadaan lembab.

Menurut Dr. Friedman, sisir dan sikat rambut dapat menjadi media penyebaran kutu rambut serta infeksi jamur kulit kepala. Dalam kasus yang jarang terjadi, sikat rambut bahkan dapat berperan dalam penularan kudis.

Karena itu, jangan hanya fokus membersihkan rambut, tetapi perhatikan juga alat yang kamu gunakan. Menyimpan sisir sendiri menjadi kebiasaan sederhana yang lebih aman dan praktis.

Beberapa barang yang sebaiknya tidak dipinjamkan justru berkaitan langsung dengan kebersihan dan kesehatan tubuh. Jadi, kalau ada teman meminta barang-barang tadi, kamu tidak perlu merasa bersalah untuk menolak. Menjaga barang pribadi tetap pribadi bukan berarti pelit, melainkan langkah sederhana untuk mengurangi perpindahan kuman.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.