sign up SIGN UP

5 Buku dengan Topik Perempuan yang Inspiratif, Bisa buat Bahan Bacaan Kamu Selanjutnya Nih

Novianty Aulia Anjani | Beautynesia
Rabu, 05 Jan 2022 06:00 WIB
5 Buku dengan Topik Perempuan yang Inspiratif, Bisa buat Bahan Bacaan Kamu Selanjutnya Nih
caption

Pelajaran hidup bisa didapatkan dari berbagai hal, salah satunya melalui membaca buku. Seperti pepatah, buku adalah jendela dunia di mana kamu bisa menemukan beragam wawasan serta inspirasi untuk mengembangkan diri ke arah yang lebih baik.

Sebagai contoh, RA Kartini, kegemarannya dalam membaca menjadi jalan pembuka untuk melihat dunia yang lebih luas serta menumbuhkan pemikiran kritis, untuk memperjuangkan keadilan untuk perempuan yang kala itu masih terhambat oleh kebudayaan.

Nah, deretan buku berikut menawarkan cerita inspiratif serta nilai kehidupan bertema perempuan yang bisa banget buat inspirasi bacaan kamu berikutnya untuk dibaca. Apa aja?

Pada Sebuah Kapal

Lika-liku kehidupan seorang perempuan tergambarkan dengan jelas dalam novel ini.
Novel Pada Sebuah Kapal karya NH Dini/Foto: Twitter.com/Bukugpu


Sejak rilis perdananya pada tahun 1972, novel karya penulis NH Dini ini tidak henti-hentinya menuai decak kagum dari pembacanya. Membingkai kisah pertikaian rumah tangga sebagai sebab dari buruknya komunikasi dan perlakuan kasar atas suami terhadap istri.

Tokoh utama Sri akan membawa pembaca larut dalam perjuangannya mencari kebahagian di tengah lika-liku kehidupan perempuan yang kadang tidak adil. Kisah rumah tangga yang bertabur konflik ini, tampaknya patut disimak dan dijadikan pembelajaran.

Tarian Bumi

Ketangguhan tokoh utama memberikan banyak pembelajaran hidup untuk banyak perempuan.
Novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini/Foto: Twitter.com/Viianiza


Kembali datang dari dalam negeri, novel bertajuk Tarian Bumi juga berhasil 'membingkai' ketangguhan dari seorang perempuan. Sang penulis Oka Rusmini menceritakan Telaga sebagai tokoh perempuan berani serta tangguh yang lahir pada kasta tertinggi di Bali.

emangat sang tokoh utama dalam mencapai kebebasan di tengah masyarakat patriaki tersampaikan dengan sangat jelas melalui kalimat di setiap lembarannya.

Sosok Telaga tentu menginspirasi banyak perempuan untuk terus membuktikan kemampuan diri agar tidak selalu terpojokkan oleh budaya yang kaku.

The Boston Girl

Melihat perjuangan seorang gadis muda dalam memperjuangkan mimpinya.
Novel The Boston Girl karya Anita Diamant/Foto:Twitter.com/Epubus


Penulis buku terlaris New York Time, Anita Diamant menawarkan kisah perempuan cerdas melalui novelnya yang berjudul The Boston Girl. Berlatar tahun 1916, Anita mengajak pembacanya melihat perjuangan gadis muda, Addie Baum untuk menggapai impiannya. Tidak semudah yang dibayangkan, beragam tantangan baru membuat kondisi tidak berjalan seperti apa yang diharapkannya.

Kisah Addie untuk memperjuangkan segudang mimpinya menjadi semangat tersendiri bagi para perempuan muda sehingga termotivasi untuk tetap teguh pada pendirian serta keyakinan atas diri sendiri.

A Thousand Splendid Suns

Ketegangan dalam melawan ketidakadilan gender dibingkai indah dalam novel yang satu ini.
Novel A Thousand Splendid Suns karya Khalid Khosseini/Foto:Twitter.com/Magskerr5


Berlatar kisah dua perempuan di tanah Afghanistan, buku bertajuk A Thousand Splendid Suns mengangkat keberanian perempuan di tengah gejolak politik yang sangat mengerikan. Ketegangan dalam melawan ketidakadilan atas nama gender diceritakan secara gamblang oleh Khaled Hosseini yang membuat pembaca ikut merasakan kesedihan dari tokoh dalam cerita.

Sisi tangguh dengan hati yang kuat dari Lela dan Maryam menjadi sebuah kisah inspiratif  di mana perempuan harus berani bersuara dan melawan ketidakadilan untuk mempertahankan harga diri.

I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki 2

Belajar mencintai diri sendiri lewat novel yang satu ini.
Novel I Want To Die but I Want To Eat Tteokpokki 2 karya Baek Se Hee/Foto:Twitter.com/Bakorfess


Besarnya ekspetasi yang terasa sulit direalisasikan menjadi akar kecemasan yang sering dialami di masa muda. Seperti pada novel berjudul I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki yang menceritakan kisah sang penulis yakni Baek Se Hee untuk melawan kecemasan yang dialaminya.

Dipenuhi dengan kutipan menarik, novel ini menyampaikan banyak nilai kehidupan salah satunya menerima diri sendiri. Karenanya, buku ini mengajak pembaca untuk melakukan hal-hal yang membuatmu nyaman dan cintailah diri sendiri lebih besar dari sebelumnya. 

[Gambas:Youtube]

-----

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id