5 Cara Membuat Batasan yang Sehat di Tempat Kerja, Bantu Jaga Kesehatan Mental!
Di dunia kerja yang serba cepat, banyak orang merasa harus selalu “available” dan siap membantu kapan saja. Tanpa disadari, hal ini bisa membuat kita kelelahan secara mental karena terus memenuhi ekspektasi orang lain.
Padahal, menurut ahli, memiliki batasan yang sehat di tempat kerja justru penting untuk menjaga keseimbangan hidup dan produktivitas. Batasan ini bukan berarti menjadi tidak peduli, melainkan memahami tanggung jawab diri sendiri tanpa harus memikul beban orang lain.
Lalu, seperti apa sebenarnya batasan yang sehat di tempat kerja dan bagaimana cara membangunnya?
Apa Itu Batasan yang Sehat di Tempat Kerja?
Batasan yang sehat berarti bertanggung jawab atas pekerjaan sendiri tanpa mengambil alih tanggung jawab orang lain. Hal ini membantu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental./ Foto: freepik.com/KamranAydinov
Dalam hubungan apa pun, termasuk di tempat kerja, batasan yang sehat berarti kita bertanggung jawab atas tindakan dan emosi diri sendiri, tanpa mengambil tanggung jawab atas emosi atau pekerjaan orang lain.
Menurut pandangan yang juga dijelaskan dalam buku "The Subtle Art of Not Giving A F*ck" yang dilansir dari Forbes, orang dengan batasan yang kuat memahami bahwa tidak realistis jika dua orang harus memenuhi semua kebutuhan satu sama lain. Hubungan yang sehat bukan tentang mengontrol, tetapi saling mendukung.
Dalam konteks kerja, ini berarti kita fokus pada tugas dan hasil kerja sendiri, sambil tetap membantu tim tanpa harus “menyelamatkan” semua masalah mereka. Penelitian psikologi juga menunjukkan bahwa memiliki batasan yang jelas dapat meningkatkan rasa percaya diri, stabilitas emosi, dan mengurangi kecemasan. Hal ini karena boundaries memberi kita rasa kontrol terhadap pekerjaan.
Sebaliknya, terlalu sering bertanggung jawab atas hal yang tidak bisa kita kendalikan justru bisa meningkatkan risiko stres hingga depresi.
Cara Membuat Batasan yang Sehat di Tempat Kerja
Membuat batasan di tempat kerja bisa dimulai dari memahami gaya kerja sendiri hingga komunikasi yang jelas. Dengan cara ini, produktivitas dan kesehatan mental bisa tetap terjaga./ Foto: freepik.com/senivpetro
Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan menurut ahli dan penelitian:
1. Pahami Perbedaan Boundary dan Barrier
Boundaries adalah batas sehat yang tetap membuka komunikasi, sedangkan barrier justru menutup komunikasi sepenuhnya. Tujuan boundaries adalah bekerja sama dengan lebih baik, bukan menghindari orang lain.
2. Kenali Gaya Kerja Sendiri
Menurut para ahli, kamu perlu memahami kapan waktu paling produktif, bagaimana cara terbaik menerima informasi, dan kapan butuh waktu tanpa gangguan. Hal ini penting agar kamu bisa menetapkan ekspektasi yang realistis kepada rekan kerja, misalnya kapan kamu bisa membalas pesan atau menerima meeting.
3. Pahami Kebutuhan Rekan Kerja
Membangun empati juga penting. Menurut penelitian dalam psikologi sosial, memahami kebutuhan orang lain bisa mempermudah proses komunikasi saat menetapkan batasan. Dengan begitu, boundaries terasa seperti kerja sama, bukan penolakan.
4. Komunikasikan dengan Jelas
Salah satu cara efektif adalah menggunakan kesepakatan “if-then”. Misalnya: jika sesuatu urgent, silakan telepon; jika tidak, bisa kirim pesan dan akan dibalas dalam beberapa jam.
Pendekatan ini membantu orang lain memahami ekspektasi tanpa merasa ditolak.
5. Konsisten Menjaga Batasan
Menurut ahli, boundaries tidak akan berarti jika tidak dijaga secara konsisten. Jika kamu sudah menetapkan aturan, penting untuk tetap menerapkannya agar orang lain juga menghormatinya.
Kenapa Batasan Penting untuk Kesehatan Mental?
Batasan kerja yang sehat membantu mengurangi stres dan mencegah burnout. Selain itu, boundaries juga membantu menjaga identitas diri di luar pekerjaan./ Foto: freepik.com/benzoix
Penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak bekerja tanpa batas dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental. Bahkan, workaholism menurut riset dari Malissa Clark, PhD, tidak selalu berkaitan dengan performa kerja yang lebih baik, tetapi justru meningkatkan stres dan burnout.
Selain itu, menurut Dr. Maryana Arvan, menjaga jarak secara psikologis dari pekerjaan atau psychological detachment penting untuk pemulihan mental. Ini bisa dilakukan dengan benar-benar “mematikan” mode kerja setelah jam kerja selesai.
Kalau Beauties sendiri, sudah sejauh mana kamu berani menetapkan batasan di tempat kerja demi kesehatan mentalmu?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!