5 Cara Mengasuh Orang Tua yang Bikin Anak Tumbuh Berbakat dan Tangguh

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Selasa, 30 Jun 2026 10:30 WIB
1. Menetapkan Batasan
Pola asuh orang tua terhadap anak/Foto: Magnific.com/Tirachardz

Pola asuh orang tua memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana anak memahami dunia dan mengembangkan kemampuan untuk bertahan hidup. Salah satu aspek pola asuh yang diterapkan para orang tua agar anak mampu mengatasi tantangan sosial dan emosional adalah ketahanan.

Anak-anak yang tangguh cenderung mampu mengatur emosi, bangkit kembali dari kegagalan, dan memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang mereka perbuat. Orang tua yang membesarkan anak-anak tangguh tidak menghilangkan faktor pemicu stres. Sebaliknya, mereka mengajari anak-anak cara mengatasinya.

Berikut ini lima cara mengasuh orang tua yang bikin anak tumbuh berbakat dan tangguh. Simak!

1. Menetapkan Batasan

Pola asuh orang tua terhadap anak/Foto: Magnific.com/Tirachardz

Aturan dan batasan yang diberikan sejak dini pada anak memberikan kenyamanan, keamanan, dan membantu anak belajar tentang apa yang perlu dilakukan untuk berhasil dan mencapai tujuan yang diinginkan, serta disiplin diri.

Saat menetapkan batasan, psikolog Dr. Lisa Kaplin memberikan catatan penting. “Jangan menetapkan banyak aturan di rumah, tetapi tetapkan beberapa aturan penting dan jadikan aturan tersebut tidak dapat dinegosiasikan,” jelasnya, mengutip YourTango.

Aturan yang berlapis-lapis dan terlalu banyak detail akan sulit diikuti anak. Nyatakan aturan dengan jelas dan sampaikan dengan cara yang positif.

  • Hindari kalimat ini: “Jangan melempar mainanmu.”
  • Kalimat yang sebaiknya diucapkan: “Mainan itu harusnya dimainkan dan dirawat, bukan dirusak seperti ini.”

Menggunakan bahasa positif mendorong pembelajaran dan menunjukkan pada anak apa yang kita inginkan darinya. Bahasa negatif dapat terasa menghukum dan tidak mendorong perubahan.

Terakhir yang paling penting dalam menetapkan batasan adalah konsisten dalam memberikan konsekuensi (positif maupun negatif). Semakin banyak anak belajar tentang konsekuensi dari tindakannya, maka semakin mereka memahami dampak perilakunya dan semakin aman perasaannya karena memiliki pemahaman tersebut.

2. Meminta Anak untuk Berkontribusi

Pola asuh orang tua terhadap anak/Foto: Magnific.com/Freepik

Penelitian dalam Journal of Development & Behavioral Pediatrics (2019) menemukan fakta bahwa anak-anak TK yang berkontribusi terhadap pekerjaan rumah menunjukkan kompetensi diri, perilaku prososial, dan efikasi diri yang jauh lebih baik pada kelas tiga.

Ketika anak diajak berkontribusi dalam tugas-tugas rutin yang bermanfaat bagi keluarga, anak membangun daya tanggap dan empati, serta memperkuat kemampuan mereka untuk mengasuh di masa depan.

3. Mengajak Anak Berpartisipasi sebagai Sukarelawan

Pola asuh orang tua terhadap anak/Foto: Magnific.com/DC Studio

Kegiatan sukarelawan akan membantu anak belajar untuk mengutamakan kebutuhan orang lain daripada kebutuhannya sendiri dan membuat mereka tetap rendah hati atas berkat yang diterima dalam hidup.

Melanie McGrath selaku terapis keluarga menjelaskan bahwa anak yang dibesarkan untuk menjadi manusia yang benar-benar hebat adalah mereka yang belajar melihat dunia sebagai sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri.

Ia mencatat, membesarkan anak yang terus berkembang berarti membantu anak menemukan jati dirinya. Bukan hanya melalui pencapaiannya sendiri, tetapi juga melalui hubungannya dengan orang lain. Membantu orang di sekitar hingga komunitas adalah salah satu cara paling konkret untuk membangun hubungan tersebut.

4. Membiarkan Anak Mengalami Kegagalan

Pola asuh orang tua terhadap anak/Foto: Magnific.com/Pressfoto

Beberapa orang tua membatasi pengalaman yang mereka anggap tidak menyenangkan bagi anak-anak. Hal ini lambat laun justru dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka.

“Tugas orang tua adalah melindungi anak-anak dan membiarkan mereka belajar dari kegagalan,” kata profesor pediatri di Rumah Sakit Anak Philadelphia, Dr. Ken Ginsburg. “Salah satu cara mempersiapkan anak untuk menghadapi kesulitan adalah dengan membiarkan mereka sesekali jatuh dan bangkit kembali,” pungkasnya, mengutip CNBC Make It.

5. Memberikan Ruang pada Anak untuk Khawatir

Pola asuh orang tua terhadap anak/Foto: Magnific.com/Freepik

Pola asuh terakhir yang diterapkan orang tua agar anaknya punya daya juang tinggi adalah memberikan anak ruang untuk khawatir. Saat anak datang dengan suatu masalah, mereka tidak akan mengatakan, “Oh, jangan khawatir. Ada mama di sini. Semua akan beres.”

Anak harus belajar mengatasi kecemasannya. “Belajar bagaimana mengatasi kecemasan dan kekhawatiran adalah bagian penting dari ketahanan,” kata Taryn Marie Stejskal, pendiri Resilience Leadership Institute, pada CNBC Make It.

Ia menyarankan para orang tua agar menyisihkan waktu untuk ‘sesi kekhawatiran.’ Atur waktu selama lima menit dan minta anak untuk mengkhawatirkan setiap aspek dari masalahnya. Anak bahkan dapat menulis semua kecemasannya. Setelah waktu sesi berakhir, mintalah anak untuk melepaskan kekhawatiran dan tidak lagi memikirkannya.

Itulah pola asuh orang tua yang dapat membentuk anak lebih tangguh dan berbakat. Semoga ini bisa bermanfaat bagi para orang tua maupun calon orang tua di masa depan!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE