5 Cara Mengatasi Rasa Cemas saat Pasangan Tidak Memberi Kabar Seharian
Saat pasangan tiba-tiba tidak memberi kabar seharian, pikiranmu mungkin mulai berjalan ke mana-mana. Awalnya hanya bertanya-tanya, lalu perlahan berubah menjadi overthinking. “Dia kenapa?”, “Apa aku salah?”. Pertanyaan seperti itu sering muncul tanpa bisa dikendalikan.
Rasa cemas dalam hubungan sebenarnya cukup manusiawi, apalagi ketika komunikasi terasa berubah. Namun, jika dibiarkan terus-menerus, kecemasan bisa membuat kamu lelah secara emosional.
So, penting untuk belajar menenangkan diri tanpa langsung tenggelam dalam asumsi. Berikut 5 cara mengatasi rasa cemas saat pasangan tidak memberi kabar bahkan seharian.
1. Bedakan Fakta dan Asumsi di dalam Pikiranmu
Bedakan fakta dengan asumsi / Foto: Freepik.com / Freepik
Saat cemas, otak cenderung mengisi “ruang kosong" dengan kemungkinan terburuk. Padahal, tidak semua keterlambatan balasan berarti ada masalah besar. Dikutip dari Cognitive Therapy and Research (2019), kecemasan sering membuat seseorang melakukan catastrophic thinking atau membayangkan skenario negatif tanpa bukti nyata. Jadi, coba tanyakan pada dirimu, apa yang benar-benar terjadi, dan apa yang hanya asumsi?
2. Jangan Jadikan Respon Pasangan sebagai Satu-satunya Penentu Mood-mu
Jangan jadikan pasanganmu sebagai penentu mood / Foto: Freepik.com / Freepik
Ketika seluruh emosimu bergantung pada chat atau kabar dari pasangan, kamu akan lebih mudah merasa tidak stabil. Studi dalam Journal of Social and Personal Relationships (2020) menunjukkan bahwa emotional dependency yang terlalu tinggi dapat meningkatkan kecemasan dalam hubungan. Tetap memiliki aktivitas dan ruang untuk dirimu sendiri membantu emosimu lebih seimbang.
3. Alihkan Energi ke Aktivitas yang Membuat Pikiran Lebih Tenang
Alihkan energi dengan aktivitas yang seru / Foto: Freepik.com / Freepik
Semakin lama kamu hanya fokus menunggu kabar, semakin besar kemungkinan overthinking muncul. Menurut Frontiers in Psychology (2021), aktivitas yang membantu fokus pada momen saat ini dapat menurunkan tingkat kecemasan. Kamu bisa mencoba berjalan santai, mendengarkan musik, atau melakukan hal kecil yang membuat pikiran lebih ringan.
4. Komunikasikan Kebutuhanmu dengan Jujur, Bukan dengan Ledakan Emosi
Bicarakan dengan jujur kebutuhanmu dengan pasangan / Foto: Freepik.com / Freepik
Jika situasi seperti ini sering terjadi dan membuatmu tidak nyaman, bicarakan dengan tenang saat emosimu sudah stabil. Menurut Communication Research (2018), komunikasi yang terbuka dan tidak defensif membantu meningkatkan rasa aman dalam hubungan. Fokuslah pada apa yang kamu rasakan, bukan langsung menyalahkan pasangan.
5. Sadari Bahwa Hubungan Sehat Tetap Membutuhkan Ruang
Hubungan yang sehat tetap butuh ruang / Foto: Freepik.com / Freepik
Hubungan yang sehat bukan berarti harus selalu terhubung setiap saat. Ada kalanya pasangan sedang sibuk, lelah, atau membutuhkan waktu sendiri. Studi dalam Personality and Social Psychology Bulletin (2019) menunjukkan bahwa autonomy dalam relationship membantu menjaga hubungan tetap stabil dan sehat dalam jangka panjang. Memberi ruang bukan berarti kehilangan kedekatan.
Rasa cemas saat pasangan tidak memberi kabar memang bisa terasa mengganggu, tapi bukan berarti kamu harus terus tenggelam dalam ketakutan itu. Dengan memahami cara mengatasi rasa cemas saat, kamu bisa mulai belajar menenangkan diri tanpa langsung berasumsi buruk.
Ingat, hubungan yang sehat bukan tentang selalu bersama setiap waktu, tapi tentang rasa aman yang tetap ada bahkan saat komunikasi sedang tidak seramai biasanya. Dan rasa aman itu juga perlu dibangun di dalam dirimu sendiri, bukan hanya dari orang lain.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!