Apa Itu DARVO? Taktik Manipulasi yang Membuat Korban Justru Disalahkan
Beauties, pernah nggak, sih, kamu merasa justru disalahkan saat mencoba menyampaikan apa yang kamu rasakan? Padahal, kamu sebenarnya adalah pihak yang terluka. Situasi seperti ini ternyata bisa menjadi bagian dari pola manipulasi emosional yang dikenal dengan istilah DARVO.
Apa Itu DARVO?
Melansir dari jurnal Deny, Attack, and Reverse Victim and Offender (DARVO): What Is the Influence on Perceived Perpetrator and Victim Credibility? yang diterbitkan dalam Journal of Aggression, Maltreatment & Trauma oleh Sarah Harsey dan Jennifer J. Freyd (2020), DARVO merupakan pola manipulasi yang dilakukan pelaku dengan menyangkal tindakan, menyerang korban, lalu membalikkan posisi korban dan pelaku.
Lalu, bagaimana pola DARVO biasanya terjadi? Yuk, kenali satu per satu, Beauties.
Bagaimana Pola DARVO Terjadi?
Bagaimana DARVO Bisa Terjadi?/Foto: pexels.com/Alex Green
Lalu, bagaimana Pola DARVO Terjadi?
1. Deny (Menyangkal)
Pada tahap pertama, pelaku akan menyangkal kejadian yang sebenarnya terjadi. Melansir Harbor Mental Health, penyangkalan dilakukan untuk membuat korban meragukan realitas yang mereka alami. Contohnya seperti: "Aku nggak pernah bilang begitu.” atau "Kamu terlalu berlebihan.”
Dalam jangka panjang, pola ini bisa membuat korban mulai mempertanyakan ingatan dan perasaannya sendiri. Korban perlahan merasa bingung apakah dirinya memang terlalu sensitif atau memang sedang dimanipulasi.

2. Attack (Menyerang)
Setelah menyangkal, pelaku biasanya mulai menyerang korban secara emosional. Bentuknya bisa berupa meremehkan perasaan korban, menyalahkan korban, hingga membuat korban terlihat sebagai pihak yang bermasalah.
Tahap ini dilakukan agar perhatian berpindah dari tindakan pelaku menuju reaksi korban. Akibatnya, korban jadi lebih fokus membela diri dibanding membahas masalah sebenarnya.
3. Reverse Victim and Offender
Ini bagian paling penting secara emosional. Pada tahap ini, pelaku mulai membalikkan posisi dan menempatkan dirinya sebagai korban. Sementara itu, korban justru dibuat terlihat sebagai pihak yang menyakiti atau biasa disebut playing victim. Contohnya seperti: "Aku capek dituduh ini itu.” atau "Kamu yang bikin hubungan kita memburuk.”
Menurut jurnal oleh Sarah Harsey dan Jennifer J. Freyd, pola ini dapat memengaruhi persepsi orang lain terhadap korban maupun pelaku, terutama ketika manipulasi dilakukan secara terus-menerus.
Dampak DARVO pada Korban
Dampak DARVO pada Korban/Foto: pexels.com/Keira Burton
Dampak DARVO tidak hanya terjadi saat konflik, tapi juga bisa berdampak pada korban secara emosional dalam jangka panjang. Rasa bersalah, kebingungan dan hilangnya rasa percaya diri bisa saja terjadi pada korban manipulasi.
Artinya, manipulasi seperti DARVO bisa memperburuk kondisi emosional korban, terutama jika tidak disadari sejak awal.
Kenapa Penting Mengenali DARVO?
Pentingnya Mengenali DARVO/Foto: pexels.com/Budgeron Bach
DARVO sering terjadi secara harus dan berulang, terutama dalam hubungan romantis, pertemanan bahkan lingkungan kerja. Oleh karena itu, memahami pola ini bisa membantu kita lebih sadar terhadap situasi sekitar dan lebih objektif dalam melihat konflik.
Kalau kamu atau melihat orang-orang, sekitarmu mengalaminya, ingat ya, Beauties, bahwa perasaanmu dan perasaan mereka valid dan siapapun itu, mereka berhak untuk didengar.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!