5 Cara Mengenali Orang Arogan dan Tidak Terdidik dengan Baik dari Ucapannya

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Sabtu, 06 Jun 2026 16:00 WIB
“Kamu tahu nggak sih, aku siapa?”
Kalimat “Kamu tahu nggak sih, aku siapa?”/ Foto: Pexels.com/Julio Lopez

Cara orang tua membesarkan dan mendidik anaknya akan memengaruhi karakter anak tersebut saat dewasa. Maka dari itu, ketika kamu berinteraksi dengan seseorang, kamu bisa menduga apakah orang tersebut dididik dengan baik oleh orang tuanya atau justru sebaliknya.

Saat tumbuh besar tanpa didikan yang baik, seseorang bisa saja menjadi orang yang arogan, Beauties. Sebab, mereka tidak diajarkan bersikap sopan, santun, dan rendah hati baik dari segi perilaku maupun ucapannya. Seperti yang dijelaskan dalam laman Cottonwood Psychology, ada beberapa kalimat yang diucap orang arogan yang terdengar tidak berbahaya, tapi mengandung makna yang tajam. Ucapan tersebut menandakan perilaku yang buruk, kurang empati, dan kebiasaan meremehkan orang lain.

“Kamu tahu nggak sih, aku siapa?”

Mereka benar-benar memerhatikan orang lain saat bicara. Mereka lebih banyak mendengar daripada bicara.

Kalimat “Kamu tahu nggak sih, aku siapa?”/ Foto: Pexels.com/Julio Lopez

Kalimat “Kamu tahu nggak sih, aku siapa?” langsung merujuk pada hirarki. Saat seseorang mengatakan kalimat ini, mereka berusaha untuk menang hanya karena status, bukan karena alasan yang bisa diterima.

Akan lebih baik jika diawali dengan konteks, seperti menjelaskan apa yang menjadi tanggung jawab dan apa yang menjadi masalah. Misalnya, “Saya dari tim acara, ini masalahnya…”. Dengan demikian, orang tersebut menunjukkan keinginan untuk bekerja sama serta kesadaran sosial yang tinggi karena memandang orang lain dengan setara.

“Kamu nggak akan ngerti”

Orang yang tak bisa dipercaya tidak bisa menepati janjinya berulang kali

Kalimat “Kamu nggak akan ngerti”/ Foto: Pexels.com/Timur Weber

Kalimat seperti ini mengandung kesan bahwa orang lain tidak akan mengerti karena seolah-olah mereka tidak lebih pintar dari orang yang mengucapkannya. Tak hanya itu, dengan mengucapkan kalimat “Kamu nggak akan ngerti”, orang lain juga akan merasa tidak dilibatkan.

Walaupun mungkin masalah yang ingin dijelaskan terasa kompleks, kamu bisa tetap bersikap terbuka dan menerapkan batasan dengan cara bertanya pada lawan bicara, “Bagian ini agak teknis. Mau versi singkat atau versi panjangnya?”. Kamu juga bisa memberikan contoh sederhana supaya orang lain lebih mudah memahaminya.

“Itu bukan urusanku”

Kalimat “Itu bukan urusanku”

Kalimat “Itu bukan urusanku”/ Foto: Pexels.com/Liza Summer

Kalimat seperti “Itu bukan urusanku” menunjukkan bahwa orang yang mengucapkannya tidak punya empati, Beauties. Sebab, sikap arogan tidak hanya ditandai dengan ucapan yang menonjolkan status, tapi juga bisa dengan ungkapan yang mengabaikan perasaan. Kalimat ini pun dapat merusak, bahkan memutuskan hubungan yang terjalin. Alih-alih langsung bersikap bodo amat atau abai, seseorang bisa menunjukkan perhatian walaupun mungkin tidak bisa membantu.

“Aku cuma jujur mengatakan apa yang aku pikirkan”

Saat kamu merasakan perasaan aneh, tidak tenang, atau menyeramkan saat berada di dekatnya, bisa jadi memang kamu sedang berurusan dengan orang jahat.

Kalimat “Aku cuma jujur mengatakan apa yang aku pikirkan”/ Foto: Freepik/cookie_studio

Pernahkah kamu mendengar komentar seseorang yang menyakitkan tentang dirimu? Setelah kamu mengatakan kalau kamu merasa tidak nyaman mendengarnya, dia membela diri dengan membalas, “Aku cuma jujur kok” atau “Aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan”. Mengutip dari YourTango, cara mereka memberikan respon tersebut menunjukkan didikan orang tuanya yang tidak mengajarkan mereka cara untuk bersikap sopan dan menjalin hubungan yang damai.

Selaras dengan pejelasan itu, Cottonwood Psychology menerangkan bahwa kejujuran juga bisa diiringi dengan sikap baik. Misalnya, sebelum mengucapkan komentar, tanya pada diri sendiri, apakah ucapan tersebut baik dan pantas, bermanfaat, serta dibutuhkan orang yang akan mendengarnya?

“Kamu salah”

Kalimat “Kamu salah”/ Foto: pexels.com/Weber

Kalimat “Kamu salah”/ Foto: pexels.com/Weber

Boleh saja memberikan feedback pada orang lain, tapi ada waktu dan cara yang tepat untuk mengungkapkannya. Berdasarkan Cottonwood Psychology, ungkapan seperti “Kamu salah” lebih memfokuskan perhatian pada status, bukan penjelasan. Kalimat ini diucap untuk merasa menang, bukan untuk membawa ke kejelasan atau kebenaran.

Alih-alih berkata demikian, akan lebih baik jika orang tersebut bertanya terlebih dahulu apakah mereka membutuhkan saran atau masukkan, lalu dilanjutkan dengan penjelasan lebih detail tentang apa yang diketahui. Cara ini lebih menunjukkan kecerdasan emosional yang baik, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE