5 Cara Mengenali Orang yang Tidak Bahagia Dilihat dari Kebiasaan Sehari-hari

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Jumat, 08 May 2026 21:30 WIB
Kehilangan Rasa Kagum dan Antusias terhadap Hal Kecil
Kehilangan rasa kagum/Foto: Freepik

Cara mengenali orang yang tidak bahagia sering kali tidak terlihat secara langsung, karena banyak orang mampu menyembunyikan perasaan mereka di balik aktivitas harian yang tampak normal. Namun, jika kamu lebih jeli, ada beberapa kebiasaan orang yang tidak bahagia yang bisa menjadi tanda penting dan patut diperhatikan.

Menariknya, kebiasaan sehari-hari ini sering muncul tanpa disadari, sehingga terlihat seperti hal biasa padahal menyimpan emosi yang belum terselesaikan. Jadi, Beauties, yuk, coba cek apakah kamu pernah menemui tanda-tanda yang dilansir dari Psychology Today ini, baik pada diri sendiri maupun orang di sekitarmu!

Terlalu Cepat Mengkritik Orang Lain

Mudah mengkritik/Foto: Freepik

Salah satu tanda paling umum adalah kecenderungan untuk cepat mengkritik orang lain, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun. Orang yang tidak bahagia biasanya terlalu fokus pada kekurangan orang lain karena mereka sendiri sedang berjuang dengan ketidakpuasan dalam hidupnya.

Secara psikologis, hal ini disebut sebagai mekanisme pertahanan berupa proyeksi, yaitu ketika seseorang memindahkan kritik terhadap dirinya sendiri kepada orang lain. Penelitian oleh Fredrickson (2004) juga menunjukkan bahwa emosi positif membantu memperluas cara berpikir dan membuka peluang, sehingga ketika seseorang kehilangan hal tersebut, pola pikirnya menjadi lebih sempit dan negatif.

Kompetitif Berlebihan Tapi Tidak Puas dengan Hasil

Terlalu kompetitif/Foto: Freepik

Memiliki jiwa kompetitif sebenarnya tidak salah, bahkan bisa menjadi motivasi untuk berkembang lebih baik. Namun, masalah muncul ketika seseorang terus membandingkan diri dengan orang lain tanpa diiringi pencapaian yang membuatnya merasa puas.

Dalam psikologi, kondisi ini disebut disonansi, yaitu ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang dirasakan. Ketika seseorang merasa gagal memenuhi ekspektasinya sendiri, muncul perasaan tidak cukup, takut dinilai rendah, dan cemas akan pandangan orang lain.

Sulit Mempercayai Orang Lain

Sulit percaya pada orang lain/Foto: Freepik

Kepercayaan adalah dasar dari hubungan yang sehat, baik dalam keluarga, pertemanan, maupun pekerjaan. Namun, orang yang tidak bahagia cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap orang lain.

Menurut Simpson (2007), kepercayaan berperan penting dalam membangun hubungan yang aman dan memuaskan. Tanpa kepercayaan, seseorang akan lebih mudah merasa curiga, berpikir negatif, bahkan menganggap orang lain memiliki niat buruk tanpa bukti yang jelas.

Akibatnya, mereka sering merasa terisolasi, sulit membuka diri, dan kehilangan kesempatan untuk membangun hubungan yang sehat.

Berbeda Sikap di Depan Umum dan Saat Sendiri

Punya sikap yang berbeda/Foto: Freepik

Pernah tidak, kamu melihat seseorang yang terlihat sangat ramah di depan orang lain, tetapi berubah drastis saat tidak ada yang melihat? Hal ini bisa menjadi salah satu tanda seseorang sedang menyembunyikan ketidakbahagiaannya.

Mereka cenderung memakai “topeng sosial” untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, sehingga terlihat baik dan menyenangkan. Namun, di balik itu, emosi yang sebenarnya justru bisa negatif, bahkan cenderung penuh penilaian terhadap orang lain.

Kondisi ini membuat mereka lelah secara emosional, karena harus terus menjaga citra sekaligus menyimpan perasaan yang tidak tersalurkan.

Kehilangan Rasa Kagum dan Antusias terhadap Hal Kecil

Kehilangan rasa kagum/Foto: Freepik

Tanda yang satu ini sering tidak disadari, tetapi cukup penting untuk diperhatikan. Orang yang bahagia biasanya masih memiliki rasa kagum terhadap hal-hal kecil, seperti menikmati musik, alam, atau momen sederhana dalam hidup.

Sebaliknya, orang yang tidak bahagia cenderung kehilangan rasa tersebut dan menjalani hidup secara datar tanpa antusias. Penelitian oleh Bai dkk (2021) menunjukkan bahwa rasa kagum dapat meningkatkan kesejahteraan dan membantu mengurangi stres sehari-hari.

Tanpa rasa kagum, hidup terasa lebih berat dan masalah terlihat lebih besar dari seharusnya, karena tidak ada perspektif yang menenangkan pikiran.

Mengenali kebiasaan orang yang tidak bahagia bukan berarti kamu harus langsung menghakimi atau memberi label negatif pada seseorang. Justru, dengan memahami tanda-tandanya, kamu bisa menjadi lebih empati dan peka terhadap kondisi emosional orang lain.

Selain itu, penting juga untuk melakukan refleksi diri, karena bisa saja beberapa kebiasaan sehari-hari tersebut tanpa sadar ada dalam diri kamu. Dengan begitu, kamu bisa mulai memperbaiki pola pikir dan kebiasaan agar hidup terasa lebih ringan dan bermakna.

Jadi, Beauties, dari lima tanda tadi, mana yang paling sering kamu temui? Atau justru pernah kamu rasakan sendiri? Yuk, mulai lebih aware dan jaga kesehatan mental kamu dari sekarang! 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE