5 Cara Mengenali Orang yang Toxic dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Kamis, 09 Jul 2026 19:30 WIB
“Aku Nggak Suka Orang yang Ribet”
Percakapan dengan Teman Toxic/Foto:

Pernah nggak, Beauties, kamu merasa energi terkuras setelah berbicara dengan seseorang? Menariknya, cara mengenali orang yang toxic sering kali bukan dari tindakan besar, melainkan dari kalimat-kalimat yang terdengar sepele tetapi terus diucapkan berulang kali.

Awalnya mungkin terdengar seperti candaan atau sekadar celetukan biasa. Namun, jika diperhatikan lebih dalam, beberapa ucapan ternyata bisa menunjukkan pola perilaku yang kurang sehat dan berpotensi merugikan hubungan dalam jangka panjang. Yuk kita simak daftarnya dilansir dari Grazia Magazine!

“Masa Gitu Aja Nggak Bisa?”

Ciri Teman Toxic/Foto: Magnific

Kalimat seperti "Masa gitu aja nggak bisa?", "Ya pantes aja gagal," atau "Kamu memang nggak pernah beres" sering terdengar dari orang yang suka mengkritik secara berlebihan. Alih-alih membantu, ucapan tersebut justru membuat orang lain merasa kecil dan tidak dihargai.

Mereka juga cenderung fokus pada kekurangan dibanding kelebihan seseorang. Kalau hampir setiap percakapan dipenuhi komentar negatif dan sindiran, kamu mungkin perlu lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan orang tersebut.

“Lihat Nanti Aja Gimana Jadinya”

Teman yang Toxic/Foto: Magnific

Kalimat ini sering muncul ketika pembicaraan mulai mengarah pada tanggung jawab atau kejelasan hubungan. Daripada memberikan jawaban yang pasti, mereka memilih membiarkan situasi menggantung.

Tentu tidak semua orang yang berkata demikian bersifat toxic. Namun, jika kalimat tersebut terus digunakan untuk menghindari komitmen atau tanggung jawab, hal itu bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan.

“Aku Nggak Suka Orang yang Ribet”

Percakapan dengan Teman Toxic/Foto:

Sekilas, ucapan ini terdengar masuk akal. Siapa yang tidak ingin hubungan berjalan sederhana dan nyaman? Namun, masalah muncul ketika seseorang menggunakan kalimat ini setiap kali pasangannya menyampaikan keluhan atau perasaan.

Akibatnya, lawan bicara merasa kebutuhan emosionalnya tidak penting. Padahal, komunikasi yang sehat justru membutuhkan ruang untuk menyampaikan perasaan dan harapan dengan jujur.

“Kamu Terlalu Sensitif!”

Pertanyaan yang Sensitif/Foto: Magnific

Pernah mendengar kalimat ini setelah kamu mengungkapkan rasa kecewa atau tersinggung? Jika iya, cobalah perhatikan konteksnya.

Orang yang sehat secara emosional biasanya mau mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain. Sebaliknya, orang toxic sering langsung menolak perasaan tersebut dan menyebutnya sebagai reaksi yang berlebihan.

Lama-kelamaan, kamu bisa mulai meragukan perasaan sendiri. Padahal, setiap orang berhak memiliki emosi dan menyampaikannya dengan cara yang sehat.

“Lagi PMS, ya?”

Sering Menyalahkan/Foto: Magnific

Kalimat ini sering digunakan untuk mengabaikan masalah yang sedang dibahas. Fokus percakapan dialihkan dari inti persoalan menjadi asumsi mengenai kondisi emosional seseorang.

Selain terdengar merendahkan, ucapan tersebut juga menunjukkan minimnya kemampuan memahami perasaan orang lain. Jika seseorang sering menggunakan kalimat seperti ini, bisa jadi ia lebih suka menghakimi daripada mencoba memahami.

Memahami cara mengenali orang yang toxic bukan berarti kamu harus langsung menjauhi semua orang yang pernah mengucapkan kalimat-kalimat di atas. Namun, penting untuk melihat apakah ucapan tersebut muncul sesekali atau justru menjadi pola yang terus berulang.

Beauties, setelah membaca artikel ini, adakah kalimat-kalimat di atas yang pernah kamu dengar dari seseorang di sekitarmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.