5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Lupa Melipat Baju Bersih
Kamu mungkin familiar dengan pemandangan baju bersih menumpuk di rumah yang padahal awalnya sudah ada niat untuk segera melipatnya, tetapi entah kenapa selalu tertunda. Kondisi ini sebenarnya cukup umum dialami oleh banyak orang dan tidak selalu bisa langsung dikaitkan dengan rasa malas semata.
Dalam banyak kasus, ada faktor lain seperti prioritas yang berubah, kelelahan, atau cara seseorang mengelola energi dan waktunya yang membuat mereka kerap menunda tugas domestik seperti melipat baju. Menariknya, kebiasaan kecil seperti ini sering kali dapat menjadi petunjuk tentang pola pikir dan sisi kepribadian tertentu yang mungkin tidak disadari.
Dilansir dari Your Tango, ini adalah beberapa sisi kepribadian yang mungkin tersembunyi di balik kebiasaan sering lupa melipat baju bersih itu!
Tetap Bisa Produktif di Lingkungan yang Berantakan
![]() Sering lupa melipat baju bersih tidak selalu mencerminkan kurangnya disiplin dalam bekerja/Foto: Freepik/krakenimages.com |
Sebagian orang akan kesulitan untuk fokus saat berada di lingkungan yang berantakan karena kekacauan akan membuat pikiran mereka terasa penuh dan mendorong mereka untuk segera merapikannya. Namun, ada juga individu yang justru bisa tetap beraktivitas dan bekerja dengan baik dalam kondisi tersebut. Bagi mereka, kekacauan bukan sesuatu yang harus diatasi, melainkan kondisi yang bisa diterima dan dijalani.
Pelatih kepemimpinan Dorothy Attema menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, kekacauan bahkan menjadi bagian dari identitas diri karena kondisi itulah yang paling sering “hadir” dalam hidupnya sehingga mudah dikenali dan dihubungkan dengan dirinya.
Meskipun sulit dipahami oleh mereka yang menyukai keteraturan, sebagian orang memang merasa nyaman dengan kondisi yang tidak rapi, tidak merasa terganggu, dan tidak memiliki dorongan kuat untuk mengubahnya.
Mampu Menemukan Apa Pun di Tengah Kekacauan
Baju bersih menumpuk bisa menjadi hal yang netral tergantung pada cara individu menyikapinya/Foto: Freepik
Orang yang sering lupa melipat baju bersih umumnya tidak melihat kekacauan sebagai hal yang harus segera dibereskan. Mereka tetap mampu menemukan barang yang dibutuhkan tanpa perlu menata ulang, bahkan di tengah tumpukan pakaian yang belum dilipat.
Menurut Dr. Kristen Fuller, MD, kekacauan memang memiliki kaitan dengan kesehatan mental. Di satu sisi, di sisi lain bisa menimbulkan stres jika berlebihan atau mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi dapat memicu kreativitas.
Oleh karena itu, meskipun sebagian orang tidak tahan melihat kondisi berantakan, bagi sebagian lainnya hal tersebut tetap terasa berfungsi dan bahkan mencerminkan cara pikir yang lebih kreatif.
Suka Menunda
Tugas domestik yang tampak ringan seperti melipat pakaian sering kali ditunda karena dianggap tidak mendesak/Foto: Freepik
Menunda pekerjaan kecil seperti melipat pakaian sering kali terjadi karena tugas tersebut terasa tidak menarik sehingga lebih mudah jika dialihkan ke waktu lain. Perilaku ini dikenal sebagai prokrastinasi, yaitu kecenderungan menunda tugas meskipun kita menyadari ada konsekuensi yang mungkin muncul.
Menurut spesialis rehabilitasi psikososial Kendra Cherry, MSed, prokrastinasi bukan hanya soal manajemen waktu, tetapi juga berkaitan dengan pengendalian diri. Hampir semua orang pernah mengalaminya, tetapi sebagian masih mampu kembali menyelesaikan tugas sebelum terlambat.
Namun, ada orang yang tidak hanya menunda pekerjaan, tetapi juga tidak pernah kembali mengerjakannya, bahkan untuk tugas sederhana seperti melipat pakaian, sehingga pada akhirnya menjadi pola kebiasaan yang dianggap wajar.
Mudah Terdistraksi
Sering lupa melipat baju bersih sering kali berkaitan dengan kecenderungan mudah terdistraksi/Foto: Freepik
Kebiasaan lupa melipat pakaian yang sudah bersih sering kali berkaitan dengan kecenderungan mudah terdistraksi. Seseorang mungkin sudah memulai atau merencanakan tugas tersebut, tetapi perhatian cepat beralih ke hal lain yang terasa lebih penting atau menarik hingga akhirnya tugas awal terlupakan.
Gloria Mark, PhD, profesor informatika di University of California, Irvine, menjelaskan bahwa terlalu sering berpindah tugas dapat meningkatkan stres dan menurunkan produktivitas karena menguras sumber daya mental. Meskipun sesekali melakukan multitasking bukan masalah, menjaga fokus pada satu tugas hingga selesai tetap lebih disarankan agar pekerjaan dapat terselesaikan dengan lebih efektif.
Cenderung Meremehkan Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengerjakan Sesuatu
Baju bersih menumpuk sering terjadi karena seseorang meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas sederhana/Foto: Freepik
Orang yang sering menunda melipat pakaian cenderung meremehkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Mereka menganggap pekerjaan ini bisa selesai dalam hitungan menit, padahal jika pakaian sudah menumpuk, waktu yang diperlukan tentu lebih lama. Anggapan bahwa tugas itu mudah membuat mereka akhirnya tidak mengalokasikan waktu yang cukup sehingga pekerjaan kerap tertunda atau tidak selesai.
Cherry menyoroti bahwa kebiasaan ini serupa dengan kecenderungan merasa masih memiliki banyak waktu, padahal kenyataannya tidak demikian. Akibatnya, rencana yang terlihat sederhana sering kali tidak realistis, dan ketika waktu yang tersedia tidak mencukupi, rasa frustasi muncul hingga akhirnya tugas tersebut ditinggalkan begitu saja.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
