5 Ciri Orang yang Memiliki Kelas Sosial Tinggi dan Terdidik

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Sabtu, 07 Feb 2026 14:00 WIB
1. Gaya Berkomunikasi
Gaya berkomunikasi. Cara orang berkelas berkomunikasi mencerminkan lingkungan di mana dia dibesarkan dan tinggal, serta pendidikannya./ Foto: Pexels.com/Artem Podrez

Seorang yang berkelas akan terlihat dari banyak aspek kehidupannya. Tak melulu soal kekayaan, kelas berkaitan dengan bagaimana seseorang berpendidikan dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Jika orang tersebut bertumbuh dalam lingkungan kelas sosial penuh privilese, terlepas dari gaya hidup dan tempat tinggal yang mungkin dinilai biasa saja, caranya berperilaku dan bertutur kata akan secara alami tampak berbeda dan menunjukkan dia berasal dari kalangan atas, Beauties. Menurut The Expert Editor, hal itu karena kelas sosial bukanlah sesuatu yang bisa dibeli, melainkan diserap melalui lingkungan, didikan, dan kebiasaan.

Mulai dari gaya berbahasa hingga sikap yang berhati-hati, ini dia ciri-ciri orang yang berasal dari kelas sosial tinggi.

1. Gaya Berkomunikasi

Gaya berkomunikasi. Cara orang berkelas berkomunikasi mencerminkan lingkungan di mana dia dibesarkan dan tinggal, serta pendidikannya.

Gaya berkomunikasi. Cara orang berkelas berkomunikasi mencerminkan lingkungan di mana dia dibesarkan dan tinggal, serta pendidikannya./ Foto: Pexels.com/Artem Podrez

Cara orang berkelas berkomunikasi mencerminkan lingkungan di mana dia dibesarkan dan tinggal, serta pendidikannya, Beauties. Ucapan kaya akan kosakata, artikulasi halus dan jelas, serta sesekali merefensi hal tertentu yang dipelajarinya dari pendidikan elit, sebagaimana dijelaskan dalami laman Prayer and Possibilites.

Misalnya referensi klasik, kiasan sastra, konsep abstrak, atau diskusi teoritis yang jadi ciri khas lingkungan akademis istimewa. Humor cerdas berkaitan dengan permainan kata atau referensi budaya turut jadi pembeda karena mencerminkan intelektualitas mereka.

2. Wawasan dan Kemampuan yang Menunjukkan Privilese

Wawasan dan kemampuan yang menunjukkan privilese.  Sebab konsumsi produk budaya dan traveling akan tampak berbeda.

Wawasan dan kemampuan yang menunjukkan privilese. Sebab konsumsi produk budaya dan traveling akan tampak berbeda./ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Eksposur terhadap berbagai hal semenjak masa kecil akan membentuk seseorang di usia dewasanya. Konsumsi produk budaya di kalangan kelas sosial atas seputar apa yang disebut sebagai “legitimate culture”, seperti musik klasik, seni film, karya sastra fiksi, dan seni kontemporer. Misalnya seperti belajar alat musik klasik sejak kecil, menunjukkan hobi olahraga tertentu, bergabung dalam lecture atau book club, atau melakukan hobi lainnya yang butuh banyak investasi waktu dengan hasil yang tidak langsung terlihat.

Selain itu, traveling juga tampak berbeda di kalangan orang berkelas. Alih-alih mengunjungi lokasi-lokasi padat turis, mereka menyinggahi tempat dengan pengalaman budaya yang autentik dan biasanya lebih sepi turis. Pemahaman mereka tentang sederet hal ini bukanlah pengetahuan dangkal semata, tapi menunjukkan keterlibatan yang lebih dalam.

3. Reaksi Emosional Terkontrol

Reaksi emosional terkontrol. Mereka bisa mengelola emosinya, khususnya di hadapan publik.

Reaksi emosional terkontrol. Mereka bisa mengelola emosinya, khususnya di hadapan publik./ Foto: Pexels.com/Alexander Suhorucov

Orang yang selama hidupnya tinggal di lingkungan berprivilese juga tak asing mendengar kalimat-kalimat seperti “Jangan buat keributan”, “Nanti saja dibicarakannya”, “Tetap tenang”, dan sejenisnya yang menunjukkan tata krama atau cara berperilaku sopan dan baik di depan umum. Dari situ pula, mereka belajar mengontrol emosi mereka dan tidak dramatis di depan orang lain.

Dilansir dari The Expert Editor, nantinya saat dewasa, mereka mampu bersikap dewasa dan tenang ketika menghadapi ketidaknyamanan, seperti pelayanan buruk, lalu lintas macet, atau saat menerima kritik.

4. Jaringan Sosial yang Luas

Jaringan sosial yang luas. Orang dengan latar belakang keluarga berprivilese menjaga hubungan baik dengan orang dari bidang berbeda

Jaringan sosial yang luas. Orang dengan latar belakang keluarga berprivilese menjaga hubungan baik dengan orang dari bidang berbeda/ Foto: Pexels.com/Ron Lach

Salah satu yang menjadi ciri seseorang berada di kelas sosial tinggi adalah jaringan sosialnya yang tak mengenal batas dan punya kualitas. Orang dengan latar belakang keluarga berprivilese menjaga hubungan baik dengan orang dari bidang berbeda, seperti bidang profesional berbeda, lintas institusi ataupun geografi.

Menariknya, mereka mengenal bukan karena lingkup profesional, melainkan pertemuan sosial yang organik misalnya bertemu di gala dinner atau saat liburan, mengenyam pendidikan di lingkup yang sama, dan sebagainya.

5. Menunjukkan Kehati-hatian, Kesederhanaan, dan Kepercayaan Diri

Menunjukkan kehati-hatian, kesederhanaan, dan kepercayaan diri. Status sosial yang tinggi tidak diumbar, mereka justru bersikap rendah diri dan bijaksana secara strategis.

Menunjukkan kehati-hatian, kesederhanaan, dan kepercayaan diri. Status sosial yang tinggi tidak diumbar, mereka justru bersikap rendah diri dan bijaksana secara strategis./ Foto: Pexels.com/Andrea Piacquadio

Status sosial yang tinggi tidak diumbar oleh mereka, mereka justru bersikap rendah diri dan bijaksana secara strategis. Seseorang dengan latar belakang ini menghindari konsumsi yang mencolok, lebih mementingkan kesesuaian dan kualitas suatu barang, meski terlihat sederhana sekalipun.

Sebab, mereka sudah memiliki kepercayaan diri atas latar belakangnya sehingga mereka tidak mencari validasi eksternal. Saat menggambarkan latar belakang, mereka juga berhati-hati dalam mendeskripsikannya sehingga ungkapannya akan terkesan humble.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE