5 Ciri Orang yang Tidak Bertanggung Jawab dan Suka Menyalahkan Orang Lain

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Selasa, 27 Jan 2026 11:30 WIB
2. Terhubung Melalui Konflik
Terhubung Melalui Konflik/Foto: Pexels.com/ Hồng Thắng Lê

Pernah berhadapan dengan seseorang yang setiap ada masalah selalu punya kambing hitam? Apa pun yang terjadi, bukan salahnya, entah itu rekan kerja, keadaan, atau bahkan kamu. Orang yang tidak bertanggung jawab dan suka menyalahkan orang lain sering kali membuat lingkungan sekitar terasa melelahkan, karena masalah tak pernah benar-benar selesai, hanya berpindah tangan.

Ciri paling jelas dari tipe ini adalah sulit mengakui kesalahan. Bagi mereka, mengaku salah terasa seperti ancaman terhadap harga diri. Alih-alih berkata, “Aku keliru,” mereka lebih memilih mencari celah untuk membenarkan diri. Jika pekerjaan tidak beres, alasannya karena tim tidak mendukung. Jika hubungan bermasalah, pasti karena pasangan terlalu sensitif. Polanya hampir selalu sama.

Agar tidak merasa kelelahan secara emosional, kamu perlu mengetahui beberapa ciri orang yang tidak bertanggung jawab dan suka menyalahkan orang lain, seperti yang dilansir dari Your Tango berikut ini.

1. Mereka Percaya pada Kehidupan yang Mereka Kendalikan

Mereka Percaya pada Kehidupan yang Mereka Kendalikan/Foto: Pexels.com/ Huy Nguyen

Mereka percaya bahwa mereka dapat mengendalikan orang lain dengan kemarahan atau menyalahkan, dan mengendalikan orang lain akan memberi mereka apa yang mereka inginkan. Sebuah studi dalam Communication Monographs Journal menunjukkan bahwa meskipun terkadang mereka mungkin dapat mengintimidasi atau membuat seseorang merasa bersalah untuk melakukan apa yang mereka inginkan, mereka tidak akan pernah dapat mengendalikan bagaimana seseorang berpikir dan merasa. Pada titik tertentu, bahkan jika seseorang patuh karena takut atau rasa bersalah, hal itu dapat berbalik merugikan mereka.

Ciri ini terlihat dari cara mereka memandang masalah. Saat sesuatu berjalan sesuai rencana mereka, kepercayaan dirinya melambung tinggi. Namun, begitu situasi berubah atau tidak bisa dikontrol, mereka langsung defensif. Bukannya beradaptasi atau mengevaluasi diri, mereka justru sibuk mencari siapa yang bisa disalahkan. Bagi mereka, dunia harus berjalan sesuai skenario pribadi.

Orang seperti ini cenderung sulit menerima sudut pandang orang lain. Mereka merasa hanya pendapatnya yang paling masuk akal karena itu satu-satunya hal yang bisa mereka kendalikan. Ketika ada masukan atau kritik, responsnya sering kali berupa penolakan halus, pembelaan diri, atau bahkan menyudutkan balik lawan bicara. Intinya, kendali harus tetap ada di tangan mereka.

2. Terhubung Melalui Konflik

Terhubung Melalui Konflik/Foto: Pexels.com/ Hồng Thắng Lê

Mereka ingin terhubung dengan seseorang, seperti pasangan, tetapi mereka tidak ingin terhubung melalui keterbukaan sejati, karena mereka takut dilihat dan ditolak. Terhubung melalui pertengkaran atau argumen tampak seperti cara yang aman untuk terhubung.

Bagi tipe ini, konflik bukan sesuatu yang dihindari, tapi justru jadi alat untuk merasa berarti. Saat ada pertengkaran, mereka merasa diperhatikan, didengar, dan punya peran. Tanpa sadar, konflik menjadi cara mereka membangun koneksi, meski caranya tidak sehat. Akibatnya, masalah kecil pun bisa dibesar-besarkan.

Ciri ini sering terlihat dari kebiasaan memicu perdebatan. Mereka suka menyinggung topik sensitif, mengungkit kesalahan lama, atau memelintir ucapan orang lain. Ketika suasana mulai memanas, mereka justru terlihat lebih bersemangat. Namun saat diminta menyelesaikan masalah secara dewasa, mereka menghindar atau malah menyalahkan pihak lain.

3. Memiliki Harga Diri yang Rendah

Memiliki Harga Diri yang Rendah/Foto: Pexels.com/ Phil Nguyen

Sekilas, orang yang suka menyalahkan orang lain sering terlihat percaya diri, tegas, bahkan dominan. Namun jika diperhatikan lebih dalam, banyak dari mereka justru memiliki harga diri yang rendah. Inilah salah satu ciri orang yang tidak bertanggung jawab, mereka menutupi rasa tidak aman dengan menyalahkan orang lain.

Orang dengan harga diri rendah biasanya kesulitan menerima kesalahan. Bagi mereka, mengakui kekeliruan terasa seperti pengakuan bahwa diri mereka “tidak cukup baik”. Untuk menghindari perasaan itu, mereka memilih jalan pintas, melempar kesalahan ke luar diri. Dengan begitu, ego mereka tetap terasa aman, meski hubungan di sekitarnya jadi korban.

Ciri ini sering muncul dalam bentuk pembelaan diri berlebihan. Saat ada masalah, mereka cepat memberi alasan atau menunjuk pihak lain. Bahkan dalam situasi sederhana, mereka bisa merasa diserang. Kritik kecil dianggap ancaman besar. Padahal, reaksi ini bukan karena mereka kuat, tapi karena harga diri mereka rapuh.

4. Takut akan Kerentanan

Takut akan Kerentanan/Foto: Pexels.com/ Happy Pixels

Kerentanan berarti berani mengakui perasaan, kesalahan, dan ketidaksempurnaan. Sayangnya, bagi sebagian orang, hal ini terasa sangat menakutkan. Mereka menganggap membuka diri sama dengan menunjukkan kelemahan. Akibatnya, ketika dihadapkan pada situasi yang menuntut kejujuran emosional, mereka memilih jalan aman, menyalahkan orang lain.

Orang yang takut akan kerentanan juga sulit meminta maaf dengan tulus. Jika pun mengucapkannya, sering kali disertai pembelaan. Bagi mereka, meminta maaf seolah berarti mengakui bahwa diri mereka tidak cukup baik. Padahal, permintaan maaf yang jujur justru membutuhkan keberanian dan kedewasaan emosional.

Dalam hubungan pribadi, sikap ini bisa sangat melelahkan. Mereka enggan membicarakan perasaan secara mendalam. Ketika pasangan ingin berdiskusi dengan tenang, mereka bisa menghindar, mengubah topik, atau malah memicu pertengkaran. Semua demi menghindari momen rentan yang membuat mereka tidak nyaman.

5. Merasa Orang Lain yang Menyebabkan Rasa Sakit dalam Dirinya

Merasa Orang Lain yang Menyebabkan Rasa Sakit dalam Dirinya/Foto: Pexels.com/ Min An

Pernah bertemu dengan seseorang yang selalu merasa dirinya paling tersakiti, tapi jarang sekali mau melihat perannya sendiri? Apa pun yang terjadi, mereka yakin rasa sakit yang dirasakan sepenuhnya disebabkan oleh orang lain. Inilah salah satu ciri orang yang tidak bertanggung jawab dan suka menyalahkan orang lain, mereka memosisikan diri sebagai korban dalam hampir setiap situasi.

Orang dengan pola pikir seperti ini cenderung melihat dunia sebagai tempat yang tidak adil bagi dirinya. Saat hubungan retak, mereka merasa dikhianati. Saat pekerjaan tidak berjalan lancar, mereka merasa tidak dihargai. Padahal, rasa sakit memang valid, tapi cara mereka memaknai penyebabnya sering kali timpang. Semua emosi negatif diarahkan ke luar, bukan ke dalam untuk dievaluasi.

Selama mereka percaya bahwa perasaan menyakitkan seperti marah, takut, sakit hati, kecemasan, depresi, rasa bersalah, atau malu disebabkan oleh sesuatu di luar diri mereka sendiri dan bukan oleh pikiran dan tindakan mereka, mereka akan melihat diri mereka sebagai korban dan perlu mencoba mengendalikan orang lain, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian dari Ohio State University.

Kedewasaan bukan tentang siapa yang paling benar, tapi siapa yang berani bertanggung jawab. Kamu pantas berada di lingkungan yang mau belajar, mengakui kesalahan, dan tumbuh bersama, bukan yang sibuk mencari siapa yang harus disalahkan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.