5 Etiket di Jepang yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Traveling

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Minggu, 13 Sep 2026 12:30 WIB
5 Etiket di Jepang yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Traveling
Etika Wajib Saat di Jepang/Foto: Magnific

Ada banyak alasan untuk jatuh cinta pada Jepang. Jalanannya yang unik, kulinernya yang menggoda, hingga kastel berusia ratusan tahun membuat jutaan wisatawan datang setiap tahunnya.

Namun, di balik budaya yang menarik tersebut, ada berbagai kebiasaan dan aturan sopan santun yang mungkin terasa membingungkan bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung. Karena itu, memahami etika di Jepang sebelum berangkat bisa membuat pengalaman liburanmu terasa jauh lebih nyaman.

Yoshimi Nagashima, pakar etika sekaligus pendiri Impredge, konsultan image dan etika yang berbasis di Tokyo, mengatakan bahwa masyarakat Jepang sangat mementingkan keharmonisan dengan orang lain. 

Menurutnya, memahami kebiasaan dan etika Jepang sebelum datang dapat membantu wisatawan terhubung dengan masyarakat lokal. Dengan begitu, kamu bukan hanya lebih percaya diri selama traveling, tetapi juga bisa menikmati pengalaman yang lebih menyenangkan dan berkesan. Yuk, kita simak bahasan selengkapnya melansir dari Inspiring Vacations!

Lepaskan Sepatu Saat Masuk

Melepas Sepatu/Foto: Magnific

Kalau kamu berkunjung ke rumah seseorang di Jepang, jangan langsung melangkah masuk dengan sepatu seperti biasanya. Melepas alas kaki sebelum memasuki ruangan merupakan kebiasaan yang cukup umum di Jepang, terutama ketika berada di rumah, restoran tertentu, atau ryokan, yaitu penginapan tradisional khas Jepang.

Kebiasaan ini berkaitan erat dengan kebersihan. Sepatu yang digunakan berjalan di luar tentu membawa debu dan kotoran, sehingga melepasnya di pintu masuk membantu menjaga bagian dalam ruangan tetap bersih. Hal ini menjadi semakin penting di tempat yang menggunakan lantai tatami, karena permukaannya perlu dijaga tetap bersih dan terawat.

Namun, kamu juga tidak perlu langsung melepas sepatu setiap kali masuk ke sebuah tempat. Perhatikan papan petunjuk yang tersedia atau ikuti arahan staf untuk mengetahui apakah alas kaki memang harus dilepas. Beberapa tempat yang menerapkan aturan ini biasanya sudah menyediakan sandal untuk digunakan di dalam ruangan.

Ada satu hal lagi yang jangan sampai tertukar. Jika tersedia sandal khusus untuk kamar mandi, gunakan sandal tersebut hanya ketika berada di area kamar mandi. Setelah selesai, lepaskan kembali sebelum keluar karena sandal kamar mandi dianggap lebih kotor dibandingkan alas kaki yang digunakan di area lain.

Jadi, saat traveling ke Jepang, biasakan melihat area pintu masuk terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh. Kebiasaan kecil seperti ini bisa menunjukkan bahwa kamu menghargai aturan dan kebersihan yang diterapkan di tempat tersebut.

Selalu Ikuti Antrean dengan Tertib

Selalu Antri/Foto: Magnific

Salah satu hal yang mungkin langsung kamu perhatikan ketika berada di Jepang adalah bagaimana orang-orang mengikuti antrean dengan sangat tertib. Kamu bisa melihat kebiasaan ini di berbagai situasi, mulai dari menunggu di kasir toko, memesan makanan di kafe, hingga menunggu transportasi umum.

Menurut Yoshimi, masyarakat Jepang terbiasa membentuk antrean yang teratur ketika menunggu kereta, terutama pada jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Di peron kereta bawah tanah, biasanya terdapat garis atau tanda tertentu yang menunjukkan posisi penumpang untuk setiap gerbong.

Hal serupa juga bisa ditemukan di stasiun shinkansen. Setiap gerbong memiliki area antrean yang sudah ditandai dengan jelas sehingga penumpang tahu harus berdiri di mana sebelum kereta datang. Sistem seperti ini membantu banyak orang menggunakan transportasi umum tanpa harus saling dorong atau berebut tempat.

Karena itu, jangan heran kalau suasana antrean di Jepang terlihat sangat tenang meskipun sedang ramai. Kamu pun sebaiknya mengikuti alur tersebut dan tidak memotong barisan. Bahkan kalau temanmu sudah berada di depan, sebaiknya tetap berdiri di posisi antreanmu sendiri daripada menyelip di sampingnya.

Hal ini mungkin terlihat seperti aturan sederhana, tetapi justru termasuk bagian penting dari etika saat traveling di Jepang. Dengan mengikuti antrean, kamu ikut menjaga kenyamanan orang lain sekaligus menunjukkan bahwa kamu menghormati kebiasaan yang berlaku di sana.

Hati-Hati Menggunakan Sumpit

Hati-Hati Saat Memakai Sumpit/Foto: Magnific

Menikmati makanan Jepang tentu tidak lengkap tanpa menggunakan sumpit. Namun, kalau kamu sedang makan di restoran Jepang, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan selain sekadar cara memegangnya. Beberapa gerakan menggunakan sumpit memiliki makna khusus dalam budaya Jepang dan dianggap tidak pantas dilakukan saat makan sehari-hari.

Yoshimi menjelaskan bahwa ada dua pantangan yang berkaitan dengan praktik pemakaman Jepang, yaitu tate bashi dan utsushi bashi. Tate bashi merupakan tindakan menancapkan sumpit secara vertikal di tengah semangkuk nasi.

Sementara itu, utsushi bashi adalah tindakan memindahkan makanan secara langsung dari satu pasang sumpit ke pasang sumpit lainnya. Kedua tindakan tersebut biasa digunakan dalam ritual pemakaman Jepang, sehingga melakukannya dalam situasi makan biasa dianggap tidak sopan.

Mungkin bagi wisatawan, gerakan tersebut terlihat seperti hal kecil dan tidak memiliki arti khusus. Namun, memahami latar belakangnya akan membantu kamu lebih berhati-hati ketika makan bersama masyarakat Jepang.

Jadi, saat menikmati sushi, ramen, atau hidangan lainnya, cukup letakkan sumpit dengan cara yang wajar ketika sedang tidak digunakan. Jangan menancapkannya tegak di atas nasi dan hindari memberikan makanan langsung dari sumpitmu ke sumpit orang lain.

Menyeruput Mi Justru Diperbolehkan

Boleh Menyeruput Mi/Foto: Magnific

Kalau biasanya kamu merasa harus menahan suara ketika makan mi, kebiasaan di Jepang justru bisa membuatmu sedikit lebih santai. Menyeruput mi merupakan hal yang cukup umum dilakukan, terutama ketika menikmati hidangan seperti ramen atau mi berkuah lainnya.

Di banyak tempat, suara saat menyeruput mi mungkin dianggap kurang sopan. Namun, Jepang memiliki pandangan yang berbeda mengenai kebiasaan tersebut. Menyeruput dapat menjadi salah satu bentuk menunjukkan bahwa kamu menikmati makanan yang sedang disantap.

Bahkan, kebiasaan ini disebut dapat membantu meningkatkan cita rasa makanan. Jadi, ketika semangkuk ramen panas sudah berada di depanmu, kamu tidak perlu terlalu khawatir kalau tanpa sengaja mengeluarkan suara saat menyeruput mi.

Jangan Sampai Datang Terlambat

Tidak Datang Terlambat/Foto: Magnific

Kalau kamu punya kebiasaan datang beberapa menit setelah waktu yang dijanjikan, sebaiknya mulai mengatur ulang kebiasaan tersebut selama berada di Jepang. Masyarakat Jepang dikenal sangat menghargai ketepatan waktu, baik dalam menggunakan transportasi umum maupun ketika bertemu dengan orang lain.

Menurut Yoshimi, kamu perlu berada di stasiun atau halte tepat waktu ketika hendak menggunakan kereta maupun bus. Alasannya sederhana, keterlambatan bisa membuatmu benar-benar ketinggalan transportasi. Kereta atau bus di Jepang dapat tiba sedikit lebih awal dan kemudian berangkat tepat sesuai jadwal yang ditentukan.

Hal ini tentu berbeda dengan kebiasaan di beberapa tempat yang mungkin masih memberikan toleransi beberapa menit setelah waktu keberangkatan. Karena itu, jangan menjadikan jadwal keberangkatan sebagai waktu untuk baru berjalan menuju peron. Berikan waktu tambahan agar kamu bisa sampai lebih awal dan tidak perlu terburu-buru.

Ketepatan waktu juga berlaku ketika kamu membuat janji dengan orang lain. Yoshimi menyebutkan bahwa ketika bertemu seseorang untuk pertama kalinya, akan lebih sopan jika kamu tiba sekitar lima menit sebelum waktu yang sudah disepakati.

Memahami etika saat liburan ke Jepang bukan berarti kamu harus menghafalkan segudang aturan sebelum berangkat. Justru, beberapa kebiasaan dasarnya cukup sederhana dan berkaitan dengan bagaimana kamu menghargai ruang serta kenyamanan orang lain.

Dengan mengetahui kebiasaan tersebut sejak awal, kamu bisa lebih mudah menyesuaikan diri dan menikmati Jepang tanpa khawatir melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE