5 Kalimat yang Bikin Kamu Nggak Dianggap Serius dan Alternatif yang Lebih Baik

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Kamis, 19 Feb 2026 11:30 WIB
“Aku Akan Mencoba untuk….”
Komunikasi yang efektif menekankan pada kejelasan dan kepastian/Foto: Freepik

Komunikasi yang efektif memegang peranan penting dalam setiap interaksi sehari-hari karena cara kita menyampaikan pesan dapat memengaruhi cara orang lain menilai dan merespons kita. Penggunaan kalimat yang kurang tepat atau tidak hati-hati sering kali menimbulkan kesan negatif, seperti dianggap remeh, kurang serius, atau tidak profesional, meskipun niat kita sebenarnya positif.

Nah, artikel yang dilansir dari CNBC ini hadir untuk membantu kamu mengenali contoh kalimat yang merusak kesan serius dan sebaiknya dihindari, serta menyajikan alternatif yang lebih efektif dan sopan, sehingga interaksi sehari-hari dapat berjalan lebih lancar dan membangun kesan positif. Simak selengkapnya untuk menghindari kesalahan komunikasi sehari-hari dan mulai meningkatkan cara berbicaramu dalam situasi apa pun.

“Aku Pikir”

Komunikasi yang efektif membutuhkan bahasa yang tegas dan percaya diri. Menghindari pengantar seperti
Kesalahan komunikasi sehari-hari bisa membuat pesanmu terdengar lemah atau ragu/Foto: Freepik

Jika kamu sering memulai pendapat dengan kalimat ini, hal itu bisa terdengar seperti keraguan, meskipun sebenarnya kamu yakin dengan apa yang kamu katakan. Untuk terdengar lebih tegas, gantilah pengantar tersebut, Beauties.

Alih-alih berkata, “Aku pikir kita sebaiknya melanjutkan dengan proposal baru,” katakan, “Aku menyarankan kita melanjutkan dengan proposal baru.” Kamu bisa membuatnya terdengar lebih lembut lagi jika perlu. Yang perlu diingat adalah, memberikan saran tidak berarti yang keluar dari mulutmu harus benar, tetapi setidaknya kamu harus menunjukkan bahwa kamu yakin dengan pendapatmu, dan itu adalah hal yang akan dihargai oleh orang yang mendengarnya.

“Maaf Mengganggu”

Kesalahan komunikasi sehari-hari biasanya muncul dari kebiasaan memulai pesan penting dengan ungkapan permintaan maaf/Foto: Freepik

Mengawali pesan dengan kalimat ini sebenarnya hanya akan membuat pesanmu terlihat kurang penting, bahkan sebelum penerima membacanya. Di lingkungan kerja, menindaklanjuti atau meminta sesuatu adalah hal yang wajar dan bukan sebuah gangguan.

Oleh karena itu, sebagai gantinya, mulailah pesan dengan tujuan yang jelas, misalnya kamu bisa mengatakan, “Aku ingin menindaklanjuti catatanku sebelumnya untuk mengetahui apakah kamu sudah sempat meninjaunya,” atau “Aku perlu memberi laporan ke atasanku pada hari Kamis dan aku ingin mengecek kembali progresmu sebelum aku melakukannya”. Dengan begitu, pesanmu akan terdengar tegas, profesional, dan langsung ke inti.

“Aku Bukan Ahli, Tetapi....”

Kalimat yang merusak kesan serius sering muncul saat seseorang ingin terdengar rendah hati/Foto: Freepik/DC Studio

Ungkapan ini sering digunakan seseorang untuk terdengar rendah hati atau sopan ketika menyampaikan pendapat. Namun, ironisnya, kalimat ini justru bisa membuat pembicara terdengar kurang kompeten atau ragu-ragu, bahkan ketika orang tersebut memang memiliki pengetahuan atau pengalaman yang relevan. Hal ini karena secara implisit, ungkapan itu menekankan ketidakpastian dan meragukan kredibilitas sendiri.

Sebagai alternatif, jika kamu ingin tetap terbuka terhadap pendapat orang lain sekaligus menyampaikan sudut pandangmu dengan percaya diri, ada cara yang lebih efektif. Misalnya, kamu bisa mengatakan, “Ini yang aku amati berdasarkan pengalamanku,” yang menekankan bahwa pendapatmu didasarkan pada pengalaman nyata tanpa terdengar sombong. Kamu juga bisa mengatakan, “Salah satu perspektif yang bisa dipertimbangkan adalah….” yang memberi ruang bagi diskusi sekaligus menunjukkan kemampuanmu melihat masalah dari sudut pandang berbeda.

“Kalau Memungkinkan Aku Ingin Minta….”

Komunikasi yang efektif menuntut kejelasan tanpa terkesan memaksa/Foto: Freepik

Ketika kamu terlalu ragu-ragu saat menyampaikan permintaan atau ide, hal itu bisa membuat permintaan tersebut terdengar sepele dan mudah diabaikan. Di tempat kerja, orang saling membuat permintaan setiap hari, jadi anggaplah ini sebagai bagian penting dari tugasmu.

Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menyampaikan permintaan secara tegas, tetapi tetap ramah. Misalnya, kamu bisa mengatakan, “Apakah kamu bersedia…?” atau “Bisakah kita mencari waktu di minggu depan untuk mendiskusikannya?”. Makin jelas kamu menyampaikan maksud, makin mudah pula bagi orang lain untuk memberikan respons.

“Aku Akan Mencoba untuk….”

Komunikasi yang efektif menekankan pada kejelasan dan kepastian/Foto: Freepik

Ungkapan ini sering kali terdengar kurang meyakinkan karena menunjukkan kurangnya komitmen. Saat mendengarnya, orang bisa ragu apakah kamu benar-benar akan melakukan tugas tersebut atau hanya sekadar mencoba.

Sebagai gantinya, gunakan bahasa yang jelas dan menunjukkan apa yang akan benar-benar dilakukan, kapan, serta bagaimana suatu tugas atau tanggung jawab akan diselesaikan. Misalnya, kamu bisa mengatakan, “Aku akan menyelesaikannya paling lambat hari Kamis” atau “Aku akan memperbarui slide ini sebelum pertemuan berikutnya.” Dengan begitu, komunikasimu terdengar tegas, profesional, dan mudah dipahami.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.