5 Kalimat yang Diucap Orang Kurang Percaya Diri saat Mengobrol, Menurut Ilmu Psikologi

Rini Apriliani | Beautynesia
Kamis, 22 Jan 2026 14:30 WIB
1. “Mungkin…”
Ilustrasi mengobrol/Foto: Freepik.com/tirachardz

Sebuah percakapan yang terjalin tidak sekadar pertukaran pesan, tapi bisa menjadi penilaian karakter kita di hadapan orang lain. Lewat kata dan kalimat yang diucap, bisa mendorong bagaimana orang lain melihat diri kita.

Apakah kita orang yang percaya diri atau tidak, ternyata bisa tergambar lewat kalimat yang diucapkan lho, Beauties! Menurut psikolog, ada kalimat-kalimat yang perlu dihindari saat mengobrol karena bisa membuat terlihat kurang percaya diri.

Kata dan kalimat tersebut sering kali tidak disadari, karena itu kini kamu perlu memahaminya agar lebih bisa meyakinkan dalam percakapan. Ini dia sederet kalimat yang diucap orang kurang percaya diri saat mengobrol. Simak!

1. “Mungkin…”

Apakah kamu sering mengucapkan kata “Mungkin” dalam sebuah percakapan? Jika iya, maka kamu harus menghindari kata tersebut.

Ilustrasi mengobrol/Foto: Freepik.com/tirachardz

Beauties, apakah kamu sering mengucapkan kata “Mungkin” dalam sebuah percakapan? Jika iya, maka kamu harus menghindari kata tersebut.

Saat kamu mengucapkannya, hal ini dapat menunjukkan tanda bahwa kamu meragu, tidak percaya diri, hingga kurang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan (masalah atau pekerjaan), mengutip Time Magazine.

2. “Saya Mungkin Salah, Tapi…”

“Saya Mungkin Salah, Tapi…” Di satu sisi, kalimat di atas bisa menunjukkan bahwa kamu orang yang sopan, berhati-hati, dan berpikiran terbuka untuk menerima masukan orang lain. Namun, di sisi lain hal ini bisa terlihat seperti ketidakamanan, membuat orang lain jadi mencari-cari kesalahanmu.

Ilustrasi kurang percaya diri/Foto: Kyla Putri Nathania

Di satu sisi, kalimat di atas bisa menunjukkan bahwa kamu orang yang sopan, berhati-hati, dan berpikiran terbuka untuk menerima masukan orang lain. Namun, di sisi lain hal ini bisa terlihat seperti ketidakamanan, membuat orang lain jadi mencari-cari kesalahanmu.

Kamu terlihat kurang percaya diri dengan apa yang disampaikan. Daripada mengucapkan kalimat di atas, akan lebih baik diganti dengan “Berdasarkan X dan Y, saya merekomendasikan Z. Itulah interpretasi saya, apa yang saya lewatkan?”. Hal ini tetap membuatmu terlihat berpikiran terbuka tanpa harus mengubah pendirian.

3. “Maaf, Bolehkah Saya Mengajukan Pertanyaan?”

tidak semua hal harus diawali dengan permintaan maaf, termasuk saat kamu mengajukan pertanyaan. Terlalu sering meminta maaf menyiratkan bahwa kamu merepotkan.

Ilustrasi mengobrol/ Foto: Pexels.com/fauxels

Melansir VegOut, tidak semua hal harus diawali dengan permintaan maaf, termasuk saat kamu mengajukan pertanyaan. Terlalu sering meminta maaf menyiratkan bahwa kamu merepotkan.

Kristin Neff, seorang peneliti terkemuka dalam bidang welas asih diri mengatakan, “Dengan welas asih diri kita memberikan kebaikan dan perhatian yang sama kepada diri kita seperti yang akan kita berikan pada teman baik.”

Seorang teman yang mengajukan pertanyaan yang wajar tidak perlu meminta maaf.

4. “Saya Pikir…”

Jika kamu benar yakin dengan kemampuanmu, jangan pernah mengucapkan “Saya pikir”. Namun, akan lebih baik dengan “Saya tahu” untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki keyakinan pada pengetahuan atau keterampilanmu.

Ilustrasi berpikir/Foto: pexels.com/karolina-grabowska

Tak banyak disadari, mengucapkan kalimat di atas bisa menunjukkan bahwa kamu tidak sepenuhnya yakin pada dirimu sendiri. “Saya pikir” juga sering digunakan sebagai jaring pengaman untuk menghindari tanggung jawab saat terjadi kesalahan.

Jika kamu benar yakin dengan kemampuanmu, jangan pernah mengucapkan “Saya pikir”. Namun, akan lebih baik dengan “Saya tahu” untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki keyakinan pada pengetahuan atau keterampilanmu.

5. “Semoga Tidak Apa-Apa”

“Semoga Tidak Apa-Apa”. Kalimat di atas sering digunakan saat mencari validasi atau persetujuan atas tindakan atau keputusan kita. Namun, ini bisa menjadi tanda jelas bahwa kamu tidak percaya diri.

Ilustrasi mengobrol/Foto: Freepik.com/pch.vector

Kalimat di atas sering digunakan saat mencari validasi atau persetujuan atas tindakan atau keputusan kita. Namun, ini bisa menjadi tanda jelas bahwa kamu tidak percaya diri.

Meminta pengakuan bukan hal yang buruk, karena bisa menunjukkan perhatian dan rasa hormat pada orang lain. Sayangnya, jika terus-menerus meminta persetujuan atas tindakan kita, hal ini menunjukkan kurangnya kepercayaan diri, demikianlah melansir Global English Editing.

Beauties, itu dia sederet kalimat yang diucap orang kurang percaya diri saat mengobrol. Apakah kamu sering mengucapkannya?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE