5 Kebiasaan Harian untuk Bantu Anak Tumbuh dengan Mental yang Lebih Kuat

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Kamis, 17 Sep 2026 15:00 WIB
Menyediakan Waktu untuk Istirahat dan Merawat Diri
Cara membangun mental anak dapat dimulai dengan membiasakan mereka memiliki waktu untuk beristirahat dan melakukan kegiatan yang disukai/Foto: Magnific

Mental yang kuat pada anak tidak terbentuk secara instan atau hanya melalui nasihat orang tua. Pola asuh yang tepat serta kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsistenlah yang dapat membantu anak belajar mengelola emosi, menghadapi berbagai masalah, dan membangun rasa percaya diri.

Kebiasaan tersebut tidak harus berupa kegiatan yang dirancang khusus karena beberapa di antaranya dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari bersama keluarga. Yuk, cek 5 kebiasaan sederhana yang bisa mulai diterapkan sebagai cara membangun mental anak agar lebih kuat versi Motherly ini!

Mengajak Anak Menyusun Jadwal Harian Bersama

Cara membangun mental anak dapat dilakukan dengan memberinya kesempatan menyusun jadwal harian bersama orang tua. Anak dapat belajar menentukan prioritas, menyampaikan pendapat, sekaligus memahami tanggung jawab terhadap rutinitasnya.
Cara membangun mental anak dapat dilakukan dengan memberinya kesempatan menyusun jadwal harian bersama orang tua/Foto: Magnific

Mengajak anak menyusun jadwal harian bersama dapat membantu mereka memahami kegiatan yang perlu dilakukan sekaligus belajar mengatur waktu. Ajak anak menentukan waktu tidur, makan, belajar, atau mengerjakan pekerjaan rumah, bermain, dan kegiatan lainnya yang menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Berikan kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan pendapat atau memilih waktu yang menurut mereka paling nyaman, selama tetap sesuai dengan aturan dan kebutuhan keluarga. Dengan begitu, anak tidak hanya mengikuti jadwal yang dibuat oleh orang tua, tetapi juga belajar memahami dan bertanggung jawab terhadap rutinitasnya sendiri.

Menyediakan Waktu untuk Istirahat dan Merawat Diri

Cara membangun mental anak dapat dimulai dengan membiasakan mereka memiliki waktu untuk beristirahat dan melakukan kegiatan yang disukai/Foto: Magnific

Dalam menyusun jadwal harian keluarga, pastikan ada waktu khusus untuk beristirahat dan merawat diri. Anak-anak juga membutuhkan kesempatan untuk bersantai dan menenangkan diri setelah menjalani berbagai aktivitas.

Orang tua dapat menjadi contoh dengan menunjukkan bahwa meluangkan waktu untuk diri sendiri merupakan bagian penting dari keseharian. Kegiatan tersebut tidak harus rumit dan dapat disesuaikan dengan minat masing-masing anak, misalnya berjalan-jalan, bermeditasi, melakukan latihan pernapasan, memasak, membuat kue, bermain musik, atau berkarya seni dan membuat kerajinan tangan.

Mengajarkan Anak Mengenali dan Mengelola Emosinya

Validasi emosi membuat anak merasa dipahami dan diterima. Hal ini juga menjadi salah satu cara memenuhi kebutuhan emosional mereka.

Cara membangun mental anak dapat dilakukan dengan mengajarkan anak mengenali dan mengelola emosinya/Foto: Magnific/magnific

Mulailah dengan memperkenalkan berbagai kata untuk menggambarkan emosi serta membantu anak memahami bagaimana perasaan tersebut dapat muncul secara fisik. Misalnya, ketika anak mengepalkan tangan dan wajahnya memerah, kamu dapat mengatakan bahwa ia mungkin sedang marah, lalu menanyakan apakah ia memang merasakan hal tersebut. Kamu juga bisa memberikan contoh dengan membicarakan emosi yang kamu alami, seperti rasa gugup yang membuat perut terasa tidak nyaman atau kaki sedikit gemetar.

Setelah anak mengenali emosinya, bantu ia memahami cara merespons dan mengelolanya dengan tepat. Jangan melabeli emosi sebagai baik atau buruk. Validasi perasaannya terlebih dahulu, lalu ajarkan cara yang lebih sehat untuk menghadapinya.

Fokus pada Self-Talk

Pola asuh yang tepat dapat membantu anak mengenali pikiran negatif tentang dirinya dan lingkungan sekitar/Foto: Magnific/pikisuperstar

Pikiran dapat memengaruhi perasaan dan perilaku anak. Oleh karena itu, orang tua dapat membantu anak mengenali dan mempertanyakan self-talk negatif atau pandangan yang kurang tepat tentang dirinya dan lingkungan sekitar.

Ketika anak berkata, “Aku tidak bisa melakukan itu” atau “Tidak ada yang menyukaiku,” orang tua bisa mengajaknya melihat bukti yang mendukung maupun bertentangan dengan pikiran tersebut. Setelah itu, bantu anak membentuk pemikiran baru yang lebih realistis dan sesuai dengan keadaan.

Mendorong Anak Membangun Hubungan Sosial yang Sehat

Cara membangun mental anak dapat dilakukan dengan membantu mereka menjalin hubungan sosial yang positif/Foto: Magnific/peoplecreations

Mendorong anak untuk memiliki hubungan sosial yang baik dapat membantu mendukung kesehatan mentalnya. Rasa memiliki terhadap lingkungan, dukungan dari orang-orang di sekitarnya, serta kepercayaan kepada orang lain dapat memberikan pengaruh positif.

Oleh karena itu, bantu anak membangun hubungan dengan teman di sekolah, orang-orang di lingkungan sekitar, tetangga, dan keluarga. Ajarkan pula pentingnya bersikap baik kepada orang lain karena kebiasaan tersebut dapat membantu anak membangun hubungan yang sehat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.