5 Kebiasaan Kecil yang Punya Dampak Besar dan Dapat Menghancurkan Rasa Percaya Dirimu

Destriyani Putri Lestari | Beautynesia
Kamis, 29 Jan 2026 21:00 WIB
4. Takut Salah, Jadi Takut Bertindak
Ragu Bertindak/ Foto: pexels.com/Public Domain Pictures

Tanpa disadari, rasa  percaya diri  kita sering hancur karena kegagalan besar atau kritik yang kita dapatkan dari orang lain. Justru, kebiasaan kecil yang terus diulang setiap hari sering menjadi penyebab utama dari hal ini. Hal-hal seperti sering membandingkan diri dengan orang lain, hingga meremehkan pencapaian diri sendiri adalah kebiasaan yang perlu segera kita hentikan.

Dengan mengenali apa saja kebiasaan kecil yang dapat berdampak besar dan menghancurkan rasa percaya dirimu, kamu bisa mulai menghentikannya dan menggantinya dengan pola pikir yang lebih sehat. Jadi, mari kita bahas satu per satu kebiasaan kecil yang dapat merusak rasa percaya diri seseorang!

1. Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain/ Foto: pexels.com/meijii

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah kebiasaan yang sangat umum, tapi juga salah satu cara tercepat untuk menghancurkan rasa percaya diri. Saat kita fokus pada pencapaian, penampilan, hingga kesuksesan orang lain, kita sering lupa dengan perkembangan diri kita sendiri.

Akibatnya, apa yang sebenarnya cukup baik bagi kita sering terasa kurang dan menjadikan kita kurang bersyukur. Karena itu, penting untuk memusatkan perhatian pada perkembangan diri sendiri, bukan standar orang lain.

Dengan tidak membandingkan diri dengan orang lain, rasa percaya dirimu perlahan akan kembali, tanpa harus merasa kalah atau memaksakan diri.

2. Terlalu Bergantung pada Pujian Orang Lain

Terlalu Bergantung pada Pujian dan Validasi Orang Lain/ Foto: pexels.com/Vlada Karpovich

Terlalu bergantung pada pujian atau validasi orang lain bisa menjadi jebakan yang diam-diam dapat menghancurkan rasa percaya dirimu. Saat kebahagiaan dan kepercayaan diri kita tergantung pada komentar atau penilaian orang lain, setiap kritik bisa terasa seperti kegagalan besar dalam hidup kita.

Oleh karena itu, mulailah fokus pada apresiasi diri sendiri setelah meraih sebuah pencapaian, baik yang skalanya kecil maupun besar. Jangan terlalu bergantung pada validasi orang lain untuk mendapatkan kebahagiaan dan rasa percaya diri. Dengan menghilangkan kebiasaan ini secara perlahan, rasa percaya dirimu akan lebih stabil ke depannya.

3. Perfeksionis

Perfeksionis yang Berlebihan/ Foto: pexels.com/Moose Photos

Sebagian besar orang mungkin berpikir menjadi perfeksionis adalah kebiasaan yang positif karena dapat membuat seseorang lebih teliti. Namun, ketika standar yang kita tetapkan terlalu tinggi, kebiasaan ini justru bisa merusak rasa percaya diri kita, Beauties.

Penting untuk belajar menetapkan standar yang realistis dan menerima bahwa kesalahan adalah bagian dari proses. Mulailah untuk lebih fokus pada kemajuan dalam proses, bukan pada kesempurnaan hasilnya. Dengan begitu, sisi perfeksionis dalam dirimu bisa menjadi alat untuk mendukung rasa percaya diri.

4. Takut Salah, Jadi Takut Bertindak

Ragu Bertindak/ Foto: pexels.com/Public Domain Pictures

Rasa takut membuat kesalahan bisa menjadi penghambat terbesar munculnya rasa percaya diri. Saat kita terlalu fokus pada kemungkinan gagal, kita sering menunda bahkan menghindari kesempatan yang sebenarnya baik untuk masa depan kita. Jika hal ini terjadi, rasa percaya dirimu perlahan akan melemah karena kamu selalu merasa “kurang”.

Daripada menanamkan rasa takut ini dalam dirimu, lebih baik perhatikan setiap langkah sebagai kesempatan untuk mencoba dan berkembang. Dengan begitu, kesalahan atau kegagalan yang kamu buat sebelumnya dapat menjadi dorongan untuk bertindak lebih percaya diri.

5. Selalu Mengalah untuk Menghindari Konflik

Menghindari Konflik/ Foto: pexels.com/Artem Podrez

Terlalu sering mengalah demi menghindari konflik mungkin membuat situasi di sekitar kita terasa damai. Namun, kebiasaan ini perlahan bisa merusak rasa percaya diri dan membuat kita mulai meragukan kemampuan diri untuk bersikap lebih tegas.

Cepat atau lambat, pikiran “aku tidak lagi penting” akan muncul dalam diri kita dan membuat rasa percaya diri semakin sulit ditanamkan. Jadi, mulailah ungkapkan pendapatmu secara jelas karena sikap tegas tidak selalu menimbulkan konflik besar.

Jangan terlalu terpaku pada rasa takutmu dan mulailah kembangkan rasa percaya dirimu.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE