5 Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Terbuka hingga Dewasa, Menurut Pakar Pengasuhan

Rini Apriliani | Beautynesia
Selasa, 21 Jul 2026 22:00 WIB
3. Sering Bertanya Tentang Perasaan Anak
Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com

Banyak orang tua mengira bahwa kedekatannya dengan anak, akan otomatis membuat mereka mau terbuka. Padahal, berbicara soal kepercayaan tidaklah mudah, bahkan tidak bisa terbangun dalam semalam.

Reem Raouda, pelatih pengasuhan anak mengungkapkan dari hasil penelitian terhadap lebih dari 200 hubungan orang tua dan anak, kedekatan saja tidak cukup menjamin anak merasa aman untuk jujur. Anak baru mau terbuka saat mereka tahu tanggapan orang tuanya akan tetap baik setelah mendengar cerita mereka.

Orang tua yang selalu bisa menjadi "tempat pulang" terpercaya bagi anaknya sejak kecil hingga dewasa adalah mereka yang mampu menciptakan suasana nyaman untuk obrolan yang sulit sekali pun.

Melansir CNBC Make It, ini dia deretan kebiasaan orang tua yang bikin anak terbuka dan percaya hingga mereka dewasa. Simak!

1. Mereka Menenangkan Dirinya Sebelum Merespons Anak

kebiasaan orang tua yang bikin anak terbuka dan percaya hingga mereka dewasa. Seorang anak bisa terbuka saat mereka tidak khawatir tentang bagaimana respons orang tua saat bercerita.

Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com

Seorang anak bisa terbuka saat mereka tidak khawatir tentang bagaimana respons orang tua saat bercerita.

Orang tua yang bijak memahami bahwa emosi anak bukan sebuah ancaman atau masalah yang harus langsung marahi. Oleh karena itu, mereka belajar menenangkan emosinya terlebih dahulu sebelum menanggapi cerita anak. Hasilnya, sang anak bisa percaya dan bercerita kepada orang tua tentang hal-hal sulit yang dihadapinya.

2. Berbagi Tentang Siapa Diri Mereka

Para orang tua dengan anak yang terbuka tidak bersembunyi di balik statusnya sebagai ayah atau ibu.

Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com

Banyak orang tua yang berharap anaknya bisa terbuka pada mereka, sedangkan mereka sendiri tertutup tentang dirinya. Padahal, anak adalah peniru yang memang sering kali menyontek bagaimana orang tuanya bersikap.

Para orang tua dengan anak yang terbuka tidak bersembunyi di balik statusnya sebagai ayah atau ibu. Mereka tetap menunjukkan sisinya tentang rasa bahagia, sedih, atau stres kepada anaknya. Hal tersebut akhirnya membuat anak nyaman untuk turut berbagi apa yang sedang dirasakannya.

3. Sering Bertanya Tentang Perasaan Anak

Orang tua dengan anak yang terbuka tidak hanya fokus menanyakan soal nilai, tugas, atau prestasi anak. Namun, mereka juga memerhatikan dengan penuh perasaan anaknya.

Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com

Selanjutnya, orang tua dengan anak yang terbuka tidak hanya fokus menanyakan soal nilai, tugas, atau prestasi anak. Namun, mereka juga memerhatikan dengan penuh perasaan anaknya.

Mereka sering mengajukan pertanyaan seperti, “Apa perasaanmu hari ini?”, “Ada yang hal sulit yang sedang kamu pikirkan?”, atau “Apakah kamu bahagia?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa pikiran dan perasaan anak layak mendapatkan perhatian. Hal ini membuat anak merasa dihargai dan mau terbuka.

4. Menerima Berbagai Emosi

Kebiasaan orang tua yang bikin anak percaya adalah menerima berbagai emosi anak.

Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com

Kebiasaan orang tua yang bikin anak percaya adalah menerima berbagai emosi anak. Mereka menerima saat anak bahagia, dan menanggapi dengan tulus saat anaknya marah, sedih, atau kecewa.

Mereka tidak selalu menuntut anaknya baik-baik saja. Mereka hadir merangkul berbagai emosi anak, tanpa membuat anak merasa takut dihakimi.

5. Memperbaiki Diri Setelah Konflik

orang tua yang bisa dekat dengan anak hingga mereka dewasa bisa memulihkan situasi usai pertengkaran

Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com

Tidak ada hubungan tanpa ada pertengkaran, termasuk bisa terjadi pertengkaran orang tua dan anak sekali pin. Namun, orang tua yang bisa dekat dengan anak hingga mereka dewasa bisa memulihkan situasinya.

Mereka tidak takut memperbaiki diri dengan meminta maaf. Mereka bertanggung jawab, bersikap bijak, serta meminta maaf saat ada kesalahan.

Mereka akan mengatakan, “Tadi aku terlalu keras padamu” atau “Maafkan kesalahan ibu dan ayah ya”. Mereka mengajarkan bahwa adanya konflik adalah hal yang wajar, dan pentingnya memperbaiki diri setelah konflik tersebut.

Beauties, itu dia deretan kebiasaan orang tua yang bikin anak terbuka dan percaya hingga mereka dewasa. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE