5 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Sadar Mengabaikan Emosi Anak

Gita Welastiningtias | Beautynesia
Sabtu, 25 Jul 2026 20:00 WIB
4. Orang Tua Sering Berpikir Baik-Baik Saja saat Kesulitan
Orang tua sering berpikir baik-baik saja saat kesulitan/foto: magnific.com/bearfotos

Kemampuan mengelola emosi anak seharusnya diajarkan lebih awal oleh orang tua sehingga mereka bisa belajar mengontrol emosi yang dirasakan. Misalnya ketika anak menghadapi masalah dan marah, mereka bisa mengatasinya jika sudah diajarkan tentang pengelolaan emosi.

Hanya saja, ada kebiasaan yang sering dilakukan orang tua tanpa sadar dan berdampak pada kontrol emosi anak. Kebiasaan tersebut menyebabkan anak kesulitan memahami perasaannya sendiri.

Untuk informasi selengkapnya mengenai kebiasaan orang tua yang bisa membuat anak mengabaikan emosinya, yuk Beauties simak penjelasan di bawah ini!

1. Menyuruh Anak Berhenti Menangis

Menyuruh anak berhenti menangis/foto: magnific.com/peoplecreations

Mengutip Times of India, saat anak menangis, sering kali orang tua menyuruhnya cepat berhenti dan mengatakan “itu bukan apa-apa” atau “itu bukan masalah besar.” Tanpa sadar ucapan seperti ini tidak memvalidasi emosi anak.

Mungkin maksudnya untuk menenangkan Si Kecil ketika berhadapan dengan masalah ringan, hanya saja anak bisa menangkapnya berbeda. Ketika emosinya sering diabaikan, anak bisa kesulitan mengekspresikan perasaannya dan meragukan sinyal yang diberikan tubuh mereka.

2. Menekan Emosi Negatif

Menekan emosi negatif/foto: magnific.com

Sebagian orang dewasa sering bersikap hangat ketika anak tampil ceria, banyak senyum, dan patuh. Namun, situasi berubah ketika anak mulai marah, frustrasi, cemas, dan menangis, emosinya seperti tidak divalidasi dengan tepat.

Hal ini bisa berdampak saat anak tumbuh dewasa, mereka berpikir hanya boleh mengekspresikan emosi tertentu saja dan memendam emosi lainnya. Perbedaan respon orang dewasa terhadap emosi positif dan negatif pada anak menyebabkan mereka kesulitan mengkomunikasikan perasaannya secara sehat.

Anak mungkin berpikir hanya boleh menunjukkan emosi positif saja karena membawa kedamaian dan menekan emosi negatif karena bisa menciptakan ketegangan.

3. Jarang Bertanya Perasaan Anak

Jarang bertanya perasaan anak/foto: magnific.com/jcomp

Mengutip Harper West, kebiasaan berikutnya adalah orang tua jarang bertanya tentang perasaan anak, seperti “bagaimana perasaanmu ketika ada yang mengkritikmu? Apakah kamu frustrasi karena dia melakukan...padamu?” 

Pertanyaan seperti di atas membantu anak mengenali dan memberi nama emosi yang mereka rasakan. Jika orang tua jarang bertanya, anak jadi tidak bisa mengekspresikan perasaannya dan kesulitan berempati.

4. Orang Tua Sering Berpikir Baik-Baik Saja saat Kesulitan

Orang tua sering berpikir baik-baik saja saat kesulitan/foto: magnific.com/bearfotos

Orang tua adalah tempat belajar pertama bagi anak tentang dunia. Oleh karena itu, mereka suka mengamati apa yang dilakukan orang tua. Apabila orang tua suka mengabaikan emosinya sendiri saat mengalami kesulitan, anak cenderung melakukan hal yang sama.

Pengalaman yang dilihatnya di rumah tanpa sadar terekam di otak anak dan terbawa sampai dewasa. Ketika stres, anak jadi tidak bisa membicarakannya dengan orang lain bahkan tidak mengakui dan enggan menunjukkan kerentanannya.

5. Mengabaikan Emosi Anak dengan Mengaitkannya pada Kedisiplinan

Mengabaikan emosi anak dengan mengaitkannya pada kedisiplinan/foto: magnific.com

Tidak jarang orang tua membedakan perilaku yang dilakukan anak dan mengaitkannya dengan kedisiplinan. Misalnya, ketika anak sedang marah dan memukul temannya, orang tua hanya berfokus pada tindakan memukul saja tanpa menjelaskan bagaimana cara mengontrol kemarahan itu sendiri.

Itulah beberapa kebiasaan  yang sering dilakukan orang tua tanpa sadar bisa mengabaikan emosi anak. Bagaimana menurutmu, Beauties?

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE