5 Kebiasaan Orang yang Suka Adu Nasib saat Temannya Curhat

Elvin Nuril Firdaus | Beautynesia
Kamis, 29 Jan 2026 14:00 WIB
2. Pengalamannya Dibuat Lebih Dramatis
Perempuan curhat/pexels.com/Sam Lion

Curhat kepada orang terdekat menjadi kebiasaan banyak orang ketika seseorang sedang berada di titik terendahnya atau sedang stres. Sayangnya, tidak semua orang termasuk pendengar yang baik.

Bahkan, ada orang-orang tertentu yang suka adu nasib ketika orang lain sedang mengutarakan keluhannya. Perilaku egois yang dilakukan berulang-ulang bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dan kurang dihargai.

Berikut ini beberapa kebiasaan orang yang suka adu nasib saat temannya curhat.

1. Mereka Merasa Perlu Mengalahkan Cerita Orang Lain

Ketika curhat dengan orang lain tentang hal-hal yang membuatmu stres, kamu tentu ingin orang lain berempati dan mendengarkan ceritamu.

Sayangnya, orang-orang yang suka adu nasib merasa dirinya perlu mengalahkan cerita menyedihkanmu. Mereka cenderung mementingkan urusannya sendiri dan kecanduan validasi. Alhasil, dibandingkan berempati terhadapmu, mereka justru mengutarakan pengalamannya yang dirasa lebih unggul darimu.

2. Pengalamannya Dibuat Lebih Dramatis

Perempuan curhat/pexels.com/Sam Lion

Orang yang suka adu nasib ketika temannya curhat kerap membuat pengalaman yang diceritakannya dibuat lebih dramatis.

Orang-orang demikian relatif sulit untuk menahan dirinya sendiri dan ingin meluapkan apa yang ada di pikirannya, meski waktunya belum tepat.

Menurut Cleveland Clinicseseorang yang tidak bisa menahan diri saat dipicu oleh curhatan orang lain terjadi karena rasa sakit dalam dirinya terpancing oleh rasa sakit yang diutarakan orang lain.

Sayangnya, momen untuk mengutarakan pengalamannya justru kurang tepat dan diutarakan secara berlebihan, yang bisa membuatmu merasa kurang dihargai.

3. Jarang Bertanya Tentang Perasaanmu

Jarang bertanya tentang perasaanmu/pexels.com/Alexander Suhorucov

Saat curhat dengan orang lain, terkadang kamu tidak menginginkan tanggapan berlebihan, tetapi hanya ingin suaramu didengarkan dan perasaanmu divalidasi. Sayangnya, ketika berhadapan dengan orang yang suka adu nasib, mereka justru kurang menunjukkan empati terhadapmu.

Mereka jarang menanyakan perasaanmu atau memastikan kondisimu baik-baik saja. Hal ini bisa membuat perasaanmu terasa diremehkan.

4. Membuat Orang Lain Merasa Tidak Didengar dan Dihargai

Merasa tidak didengar dan dihargai/freepik.com/DC Studio

Saat mengutarakan perasaanmu kepada orang terdekat, tentunya kamu ingin ceritamu didengar dan dihargai. Namun, ketika lawan bicaramu bukannya menanggapimu, tetapi menceritakan kisah pribadinya, justru membuatmu merasa tidak didengar dan kurang dihargai. Tak jarang hal ini bisa membuat hubunganmu dan mereka semakin jauh.

5. Menganggap Emosi Orang Lain Tidak Nyata

Menganggap Emosi Orang Lain Tidak Nyata/pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA

Bercerita dengan orang lain terkait perasaanmu akan membuatmu lebih sensitif dalam mengutarakan hal-hal yang ingin kamu luapkan. Kamu tentunya juga menginginkan feedback yang baik.

Sayangnya, tidak semua orang yang kamu ajak curhat bisa menerima ceritamu dengan baik. Tak jarang di antara mereka justru menganggapmu berlebihan, emosimu tidak nyata, atau mengungkapkan bahwa kamu terlalu memperbesar masalah.

Ketika kamu mendapatkan respons demikian, kamu bisa mulai menyaring apa yang perlu kamu bicarakan. Pasalnya, tidak semua orang bisa menerima kebutuhan dan emosi orang lain.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE