5 Kebiasaan Pagi Orang Tua dari Anak-Anak yang Bahagia dan Tangguh Menurut Studi, Sudah Lakukan?

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Minggu, 08 Feb 2026 09:00 WIB
4. Momen Tenang Tanpa Gadget
Pagi hari jadi momen tenang tanpa gadget. Ajak anak merasa aman dengan bermain dan tertawa bersama/Foto: freepik.com/freepik

Kebiasaan pagi hari orang tua dari anak-anak yang bahagia dilakukan sebelum anak beraktivitas di luar rumah setiap hari. Anak-anak harus punya dasar emosional untuk menjalani hari, bukan rutinitas yang harus dipatuhi, tapi seberapa aman dan terhubungnya mereka dengan kehadiran orang tua.

Melansir dari CNBC Make It, Kelsey Mora, seorang Certified Child Life Specialist and Licensed Clinical Professional Counselor melakukan studi terhadap 200 anak. Ia menemukan bahwa anak-anak yang paling bahagia dan tangguh dibesarkan di rumah yang lebih mengutamakan koneksi daripada kendali, terutama di pagi hari. Anak-anak tersebut ternyata memiliki 5 kebiasaan pagi hari untuk menciptakan rasa aman secara emosional dan mendukung perkembangan otak mereka. Yuk, simak, Beauties!

1. Mengatur diri sendiri sebelum terhubung kembali

Sebelum anak bangun luangkan momen untuk diri sendiri. Hal ini penting sebelum terhubung kembali/Foto: freepik.com/benzoix

Sebelum anak bangun, luangkan waktu 60 detik untuk menenangkan diri. Tarik napas dalam-dalam, lakukan beberapa kali, biarkan hening sejenak sambil menikmati kopi. Anak-anak bisa belajar bagaimana menjadi tenang melalui sistem saraf mereka. Saat orang tua memulai keadaan dengan teratur dan tenang, orang tua memberi fondasi emosional yang kokoh untuk hari-hari anak.

2. Bangun Koneksi Terlebih Dahulu

Ciptakan momem membangun koneksi dengan tulus. Bisa dengan kontak mata, senyuman, dan pelukan/Foto: freepik.com/prostooleh

Ciptakan momen membangun koneksi dengan tulus. Bisa dengan kontak mata, senyuman, dan pelukan/Foto: freepik.com/prostooleh

Ciptakan momen membangun koneksi dengan tulus, seperti kontak mata, senyuman hangat, atau sentuhan fisik. Pelukan di pagi hari bisa meningkatkan keamanan emosional. Sentuhan fisik di tengah rutinitas pagi hari yang sibuk bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengatur sistem saraf anak. Setelah itu, baru ajak anak untuk mempersiapkan diri untuk aktivitas hari tersebut, misalnya menyiapkan keperluan sekolah.

3. Perhatikan Perasaan Anak

Perhatikan perasaan anak. Biarkan anak melambat sesuai dengan ritmenya/Foto: freepik.com/freepik

Sebelum memulai kegiatan hari tersebut, sejenak tanyakan perasaan anak, misalnya “Bagaimana kondisi hatimu pagi ini?” atau “Apa satu hal yang kamu nanti-nantikan hari ini?” Meski singkat, hal ini bisa membangun literasi emosional yang bisa membuat anak bahagia. 

Selain itu, anak-anak juga memiliki ritme yang berbeda dengan orang tua. Kelsey menyarankan untuk menambahkan lima menit ekstra untuk transisi mereka di pagi hari dan menyesuaikan ritme mereka. Memperlambat gerakan berarti orang tua membantu mengatur sistem saraf mereka. Mungkin anak terlihat “lamban” tapi hal itu adalah ritme alami anak, otak mereka memproses dunia dengan kecepatan yang sesuai dengan perkembangannya.

4. Momen Tenang Tanpa Gadget

Pagi hari jadi momen tenang tanpa gadget. Ajak anak merasa aman dengan bermain dan tertawa bersama/Foto: freepik.com/freepik

Jadikan pagi hari sebagai zona bebas gadget bagi orang tua dan anak, setidaknya selama 20 menit pertama setelah bangun tidur. Orang tua dilarang menggunakan ponsel, tablet, atau televisi.

Jadikan momen tenang sebagai momen berbagi tawa, bermain dan berbagi lelucon bersama. Tertawa bisa mengurangi stres dan menegaskan bahwa kesalahan atau kejadian buruk di pagi hari tidak mengalahkan rasa aman secara emosional. Batasan digital bisa menciptakan ruang atau percakapan, bahkan keheningan adalah kenyamanan bersama.

5. Momen Berpisah dengan Anak

Momen berpisah dengan anak bisa melalui kontak mata dan pelukan. Orang tua dan anak bisa merencanakan sesuatu untuk dilakukan bersama nantinya/Foto: freepik.com/prostooleh

Daripada terburu-buru dengan mengucapkan “Ayo pergi”, lebih baik lakukan momen berpisah dengan anak melalui kontak mata dan pelukan. Orang tua bisa mengucapkan kalimat “Ayah/ibu tidak sabar mendengar tentang proyek sains kamu nanti malam”, atau “yuk, kita bikin pancake besok!”

Singkirkan anggapan bahwa setiap pagi harus terburu-buru, atau bahwa hari itu berantakan karena anak-anak tidak menyelesaikan pekerjaan rumah mereka di malam hari sebelumnya. Pagi hari jadi waktu yang fokus untuk menciptakan rasa aman secara emosional. Menurut Kelsey, menerapkan salah satu kebiasaan bisa mengubah hari-hari anak dan mendukung perkembangan otak yang lebih sehat.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.