5 Kebiasaan yang Membuat Puasa Terasa Lebih Berat Tanpa Kamu Sadari

Ayuliy Lestari | Beautynesia
Sabtu, 28 Feb 2026 09:30 WIB
5. Terlalu Banyak Paparan Layar dan Overthinking
Terlalu banyak paparan layar dan overthinking. Tanpa jeda dari layar dan pikiran, rasa lelah akan terasa lebih cepat muncul saat puasa. / Foto: Freepik.com / Freepik

Banyak orang mengira rasa lelah atau berat saat puasa hanya disebabkan oleh lapar dan haus. Padahal, selain faktor biologis, kebiasaan harian juga berperan besar dalam menentukan bagaimana tubuh dan pikiran beradaptasi selama berpuasa. Tanpa disadari, beberapa pola kecil justru membuat puasa terasa lebih melelahkan dari yang seharusnya.

Jika kamu sering merasa puasa terasa lebih berat, bisa jadi penyebabnya bukan pada ibadahnya, tapi kebiasaan yang tidak mendukung ritme tubuhmu. Dengan mengenali kebiasaan yang membuat puasa terasa lebih berat berikut, kamu bisa melakukan penyesuaian sederhana agar tubuh lebih nyaman menjalani hari. 

1. Sahur dengan Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Sederhana

Sahur dengan makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana / Foto: Freepik.com / Freepik

Sahur dengan makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana / Foto: Freepik.com / Freepik

Memilih makanan manis atau instan saat sahur memang terasa praktis, tetapi dampaknya cepat terasa. Dikutip dari Nutrition Reviews (2020), konsumsi karbohidrat sederhana dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti penurunan energi drastis. Akibatnya, kamu lebih cepat merasa lemas dan sulit berkonsentrasi di siang hari.

2. Kurang Minum Saat Berbuka hingga Malam

Ilustrasi / Foto: Freepik.com / Freepik

Kurang minum. Dehidrasi ringan dapat menurunkan energi / Foto: Freepik.com / Freepik

Banyak orang fokus pada makanan saat berbuka, tapi melupakan kebutuhan cairan. Penelitian dalam Journal of Nutrition (2019) menunjukkan bahwa dehidrasi ringan saja dapat menurunkan energi, memperlambat fungsi kognitif, dan meningkatkan rasa lelah. Jika kamu tidak memenuhi kebutuhan cairan setelah berbuka, tubuh akan kekurangan cadangan saat berpuasa keesokan harinya.

3. Tidur Larut Tanpa Pola yang Konsisten

Tidur larut malam tanpa pola konsisten. Ritme tidur yang terganggu mengurangi kualitas pemulihan tubuh / Foto: Freepik.com / Freepik

Tidur larut malam tanpa pola konsisten. Ritme tidur yang terganggu mengurangi kualitas pemulihan tubuh / Foto: Freepik.com / Freepik

Perubahan jadwal selama Ramadan sering membuat waktu tidur menjadi tidak teratur. Menurut Sleep Health Journal (2021), ritme tidur yang terganggu mengurangi kualitas pemulihan tubuh, meskipun durasi tidur cukup. Akibatnya, kamu bisa bangun dalam kondisi belum segar dan merasa lelah sepanjang hari.

4. Tetap Memaksakan Aktivitas Berat Tanpa Penyesuaian

Memaksakan aktivitas berat tanpa penyesuaian. Tubuh bekerja lebih keras dari kapasitasnya. / Foto: Freepik.com / Freepik

Memaksakan aktivitas berat tanpa penyesuaian. Tubuh bekerja lebih keras dari kapasitasnya. / Foto: Freepik.com / Freepik

Puasa membutuhkan adaptasi energi, tapi banyak orang tetap mempertahankan ritme aktivitas seperti hari biasa. Studi dalam Journal of Occupational Health Psychology (2018) menunjukkan bahwa ketidakseimbangan antara energi yang tersedia dan tuntutan aktivitas meningkatkan kelelahan. Tanpa penyesuaian ritme, tubuh bekerja lebih keras dari kapasitasnya.

5. Terlalu Banyak Paparan Layar dan Overthinking

Terlalu banyak paparan layar dan overthinking. Tanpa jeda dari layar dan pikiran, rasa lelah akan terasa lebih cepat muncul saat puasa. / Foto: Freepik.com / Freepik

Terlalu banyak paparan layar dan overthinking. Tanpa jeda dari layar dan pikiran, rasa lelah akan terasa lebih cepat muncul saat puasa. / Foto: Freepik.com / Freepik

Istirahat yang diisi dengan scrolling atau pikiran berlebihan membuat otak tetap aktif. Penelitian di Frontiers in Psychology (2020) menunjukkan bahwa paparan stimulus digital terus-menerus menghambat pemulihan mental. Tanpa jeda dari layar dan pikiran, rasa lelah akan terasa lebih cepat muncul saat puasa.

Puasa seharusnya menjadi momen yang menenangkan, bukan terasa seperti beban yang berat. Dengan memahami kebiasaan yang membuat puasa terasa lebih berat, kamu bisa menyesuaikan pola makan, tidur, dan aktivitas agar tubuh lebih stabil.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE