5 Peran Penting Satwa di Hutan untuk Menjaga Kelestarian Alam, Jangan Sampai Punah!

Justina Nur | Beautynesia
Rabu, 09 Sep 2026 12:30 WIB
Menjaga Siklus Nutrisi
Babi hutan sering mengaduk permukaan tanah ketika mencari makanan, ternyata berfungsi mencampurkan bahan organik ke tanah./ Foto: magnific.com/vladimircech

Hutan tak hanya merupakan suatu wilayah yang terdapat banyak pepohonan untuk tumbuh atau kawasan hijau yang memproduksi oksigen agar udara terasa lebih sejuk.

Di dalam hutan, ada berbagai jenis satwa dan tumbuhan yang punya peran penting dalam menjaga keseimbangan alam. Mulai dari serangga, hewan-hewan kecil di dalam tanah, burung, dan mamalia, semuanya memiliki fungsi masing-masing dalam ekosistem hutan.

Sayangnya, berbagai aktivitas manusia mulai dari deforestasi dan rusaknya habitat membuat keberadaan satwa jadi semakin terancam. Jika populasi satwa di hutan menurun, maka keseimbangan ekosistem hutan bisa ikut terganggu.

Lalu, sebenarnya apa saja peran penting satwa di hutan dalam menjaga kelestarian alam? Simak penjelasan berikut ini.

Menjaga Kualitas Tanah 

Hewan-hewan kecil di dalam tanah bisa membantu menciptakan sirkulasi udara di dalam tanah./ Foto: magnific.com/wirestock

Hewan-hewan kecil di dalam tanah bisa membantu menciptakan sirkulasi udara di dalam tanah. Seperti yang dilansir dari Wattle, hewan-hewan kecil dalam tanah seperti cacing tanah, semut, dan rayap bisa membuat saluran di dalam tanah saat mereka menggali. 

Aktivitas hewan-hewan tersebut bisa membantu air masuk ke dalam tanah dan memudahkan akar tumbuhan untuk tumbuh.  Selain itu, rayap juga bertugas membantu menguraikan material tumbuhan yang keras seperti kayu, sehingga bisa diubah menjadi bahan organik yang kaya akan nutrisi.

Menjaga Siklus Nutrisi

Babi hutan sering mengaduk permukaan tanah ketika mencari makanan, ternyata berfungsi mencampurkan bahan organik ke tanah./ Foto: magnific.com/vladimircech

Satwa di hutan yang berukuran lebih besar seperti babi hutan meski terkesan mengerikan, sebetulnya punya arti penting dalam ekosistem. Babi hutan memang kerap beraktivitas dengan cara mengaduk permukaan tanah ketika mencari makanan.

Ternyata, aktivitas ini bisa membantu mencampurkan bahan organik ke dalam tanah. Selain itu, kotoran babi hutan juga bisa menambahkan nutrisi penting untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Membantu Penyebaran Biji

Satwa seperti primata berfungsi membawa dan menyebarkan biji buah ke tempat yang jauh dari pohon induknya./ Foto: magnific.com/vladimircech

Tidak sedikit jenis pohon yang bergantung adanya satwa untuk membawa dan menyebarkan biji buah ke tempat yang jauh dari pohon induknya.

Hewan-hewan yang berperan dalam menyebarkan biji tersebut seperti burung rangkong dan monyet pemakan buah. Mereka mengonsumsi buah lalu mengeluarkan bijinya melalui kotoran di tempat lain. Proses inilah yang membantu meningkatkan keanekaragaman genetik dan mendukung regenerasi pohon-pohon di hutan.

Selain itu, gajah juga dikenal sebagai tukang kebun raksasa di hutan Afrika. Hal ini karena gajah mampu menyebarkan biji yang berukuran besar yang tidak bisa dibawa oleh satwa yang berukuran lebih kecil. Jadi, tanpa adanya gajah, beberapa jenis pohon jadi kesulitan berkembang biak.

Pembangun Kembali Ekosistem

Tapir memiliki peran penting dalam membantu memulihkan hutan hujan yang telah rusak./ Foto: magnific.com/wirestock

Beberapa waktu lalu, kamu tentu pernah mendengar kasus seekor tapir yang dibunuh di Kabupaten Mesuji, Lampung, saat tapir tersebut melintas di Jalan Lintas Timur Sumatera yang sempat menghebohkan warga.

Hal itu tentu sangat menyedihkan, karena seperti yang dilansir dari One Earth, tapir memiliki peran penting dalam membantu memulihkan hutan hujan yang telah rusak.

Tapir dapat membantu menyebarkan biji tanaman, bahkan bisa menyebarkan biji tiga kali lebih banyak di wilayah yang telah mengalami deforestasi daripada di daerah hutan yang masih ‘sehat’.

Mengendalikan Hama

Hutan yang keanekaragaman hayatinya masih tinggi bisa mengendalikan populasi hama secara alami tanpa intervensi manusia atau pestisida. / Foto: magnific.com/wirestock

Hutan yang keanekaragaman hayatinya masih tinggi bisa mengendalikan populasi hama secara alami tanpa intervensi manusia atau pestisida. Hal itu karena adanya hubungan antara pemangsa dan mangsa sehingga persentase populasinya terjaga, tidak terlalu banyak dan tidak menjadi hama.

Dengan adanya mekanisme pengendalian hama secara alami tersebut, kebutuhan penggunaan bahan kimia sebagai pengendali hama dalam pengelolaan hutan jadi bisa berkurang.

Itu tadi Beauties, beberapa peran penting dari adanya satwa termasuk hewan-hewan liar di dalam hutan. Dengan menjaga populasi mereka, maka keanekaragaman hayati bisa terjaga sehingga dampak buruk seperti bencana alam juga bisa dicegah.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE