5 Tanda Anak Menyimpan Emosi yang Tidak Tersampaikan

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Selasa, 16 Jun 2026 19:30 WIB
Emosinya Mudah Meledak atau Berubah Drastis
Emosinya Mudah Meledak/Foto: Magnific

Pernahkah kamu merasa ada sesuatu yang mengganjal pada anak, tetapi sulit mengetahui apa penyebabnya? Dalam banyak kasus, tanda anak menyimpan emosi yang tidak tersampaikan justru muncul melalui sikap dan kebiasaan sehari-hari, bukan lewat cerita atau keluhan secara langsung.

Tidak semua anak mampu mengungkapkan rasa sedih, takut, kecewa, atau marah dengan jelas. Karena itu, penting untuk memahami sinyal-sinyal yang mungkin mereka tunjukkan agar kebutuhan emosionalnya tidak terus terabaikan.

Dilansir dari Sofia Wellness Clinic, ini dia daftarnya!

Emosinya Mudah Meledak atau Berubah Drastis

Emosinya Mudah Meledak/Foto: Magnific

Anak yang memendam banyak perasaan sering kesulitan mengatur emosinya dengan baik. Mereka mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi tiba-tiba marah, menangis, atau kesal karena hal yang sebenarnya kecil.

Kondisi ini bisa terjadi karena anak belum memiliki ruang aman untuk mengekspresikan perasaannya. Akibatnya, berbagai emosi yang menumpuk terus tersimpan hingga akhirnya keluar dalam bentuk yang lebih besar.

Jika kamu mulai melihat perubahan suasana hati yang sangat cepat, cobalah mencari tahu apa yang sedang dirasakan anak di balik perilakunya.

Sulit Percaya dan Terlalu Bergantung atau Menjauh dari Orang Lain

Sulit Percaya atau Terlalu Bergantung pada Orang Lain/Foto: Magnific

Pengalaman emosional yang kurang nyaman dapat mempengaruhi cara anak membangun kedekatan dengan orang lain. Mereka mungkin merasa sulit percaya bahwa orang lain akan memahami atau mendukung dirinya.

Sebagian anak menjadi sangat membutuhkan perhatian dan validasi. Sebaliknya, ada juga yang memilih menutup diri karena takut kecewa atau terluka kembali.

Saat pola ini muncul secara konsisten, bisa jadi ada emosi yang belum sempat diproses dengan baik di dalam dirinya.

Sering Meremehkan Diri Sendiri

Sering Meremehkan Diri Sendiri/Foto: Magnific

Anak yang menyimpan luka emosional kerap membangun keyakinan negatif tentang dirinya sendiri. Mereka mungkin merasa tidak cukup baik, tidak disukai, atau tidak layak mendapatkan perhatian.

Ucapan seperti "Aku nggak bisa," "Aku pasti gagal," atau "Aku memang jelek" bisa menjadi petunjuk bahwa ada masalah emosional yang sedang mereka hadapi.

Jika dibiarkan terlalu lama, perasaan tersebut dapat memengaruhi prestasi, hubungan sosial, hingga kebahagiaan anak dalam kesehariannya.

Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Berusaha Menyenangkan Orang Lain/Foto: Magnific

Apakah anak selalu berkata "iya" meski sebenarnya tidak mau? Atau selalu khawatir jika ada orang yang kecewa padanya?

Perilaku ini sering muncul karena anak merasa diterima hanya ketika memenuhi harapan orang lain. Mereka akhirnya lebih fokus membahagiakan orang sekitar daripada mendengarkan kebutuhan dirinya sendiri.

Lama-kelamaan, kondisi tersebut dapat membuat anak kelelahan secara emosional karena terus mengabaikan perasaannya sendiri.

Muncul Perilaku yang Merugikan Diri Sendiri

Muncul Perilaku yang Merugikan Diri/Foto: Magnific

Ketika emosi yang tersimpan terlalu lama tidak menemukan jalan keluar yang sehat, sebagian anak dapat menunjukkan perilaku yang berisiko bagi dirinya sendiri.

Perilaku tersebut tidak selalu terlihat ekstrem. Kadang bentuknya berupa kebiasaan menyalahkan diri sendiri, mengabaikan kebutuhan pribadi, atau terus-menerus menempatkan diri dalam situasi yang tidak sehat.

Karena itu, penting untuk memperhatikan perubahan perilaku yang muncul secara berulang dan tidak biasa dibandingkan keseharian anak sebelumnya.

Tidak semua anak mampu berkata bahwa mereka sedang sedih, kecewa, atau terluka. Sering kali, tanda anak menyimpan emosi yang tidak tersampaikan justru terlihat melalui sikap, kebiasaan, dan perubahan perilaku yang terjadi perlahan.

Dengan lebih peka terhadap berbagai sinyal tersebut, kamu bisa membantu anak merasa lebih aman untuk bercerita dan mengekspresikan perasaannya. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.