5 Tanda Kamu Hidup dalam Survival Mode
Beauties, pernah kah kamu merasakan hari-hari cuma dijalani sekadarnya? Kalau belakangan kamu lebih sering fokus pada bagaimana caranya melewati hari daripada menikmati hidup, bisa jadi kamu sedang berada dalam survival mode, yakni ketika kondisi sistem saraf terus-menerus berada dalam keadaan siaga tinggi.Â
Survival mode bukan hanya soal menghadapi situasi besar atau sulit. Terkadang, kondisi ini bisa terlihat dari hal-hal kecil yang sering kita anggap biasa, misalnya saja seperti sulit merasa tenang. Hal ini terjadi, biasanya karena terlalu fokus pada tuntunan yang ada.Â
Berikut ciri-ciri jika kamu hidup dalam survival mode, kenali lebih lanjut, yuk!Â
1. Sulit Merasa Tenang
Ilustrasi Sulit Merasa Tenang/ Foto: Freepik.com
Salah satu ciri survival mode adalah ketika tubuh dan pikiran seperti tidak tahu bagaimana cara benar-benar rileks. Bahkan saat tidak ada masalah yang sedang terjadi, kamu tetap merasa ada sesuatu yang harus dipikirkan atau diselesaikan.
Ketika duduk diam, pikiran bisa langsung mencari hal lain untuk dikhawatirkan. Akhirnya, ketenangan justru terasa asing, seolah-olah kamu harus waspada agar sesuatu yang buruk tidak terjadi.
Hal ini bukan berarti kamu tidak bersyukur atau sengaja mencari masalah. Bisa jadi tubuhmu sudah terlalu lama terbiasa berada dalam tekanan, sehingga membutuhkan waktu untuk belajar kembali bahwa tidak setiap saat harus bersiap menghadapi sesuatu.
2. Sulit Tidur Meski Terasa Lelah
Ilustrasi Sulit Tidur Meski Terasa Lelah/ Foto: Freepik.com
Pernah nggak sih, kamu merasa begitu lelah namun saat ingin beristirahat justru tidak bisa tidur pulas? Ini adalah salah satu paradoks paling membuat frustasi dalam survival mode. Rasanya, pikiran terasa melayang, tubuh tegang, dan bisa bangun beberapa kali sepanjang malam.
Menurut penelitian, masalah ini terjadi ketika sistem saraf kamu terjebak dalam mode “Fight or Flight”. Sistem saraf tersebut tidak merasa cukup aman untuk membiarkan kamu memasuki tidur yang nyenyak, karena otak kamu terasa seperti terjaga-jaga.
Akibatnya, tidur tidak selalu terasa seperti sesuatu yang mudah dilakukan.
3. Sulit Berkonsentrasi dan Mengambil Keputusan
Ilustrasi Sulit Berkonsentrasi dan Mengambil Keputusan/ Foto: Freepik.com
Ketika berada dalam survival mode, sebagian besar energi mental bisa terserap untuk memikirkan ancaman, masalah, atau hal-hal yang harus diantisipasi. Akibatnya, kemampuan untuk fokus pada satu hal menjadi berkurang.
Bukan berarti kamu menjadi malas atau tidak mampu, tetapi karena pikiranmu sedang bekerja terlalu keras untuk tetap ‘siap’ menghadapi sesuatu.
Hal yang sama bisa terjadi ketika harus mengambil keputusan. Bahkan pilihan sederhana akan terasa melelahkan karena otak terus mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan konsekuensi.
Ketika kondisi ini berlangsung lama, keputusan kecil pun bisa terasa seperti beban yang besar, karena kapasitas mentalnya sudah banyak terkuras hanya untuk bertahan menjalani hidup.
4. Emosi Terasa Mati atau Justru Meledak
Ilustrasi Perubahan Emosi/ Foto: Freepik.com
Beberapa orang mengalami perbedaan emosi yang cukup signifikan. Ada yang merasa mati rasa, tidak terlalu sedih ataupun senang, dan merasa seperti menjalani hidup dengan autopilot. Biasanya orang yang merasa seperti ini berhubungan dengan orang yang punya sifat people pleaser dan sulit mengatakan ‘tidak’.
Adapun sebaliknya, beberapa orang lainnya justru merasakan emosi yang terasa berapi-api dan terkesan sangat intens setelah lama dipendam. Kamu mungkin bisa tiba-tiba menangis, marah, panik, atau merasa frustrasi karena sesuatu yang tampaknya kecil.
Kedua kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa sistem emosimu sedang kewalahan nih, Beauties.
5. Sulit Menikmati Hal-hal Menyenangkan
Ilustrasi Sulit Menikmati Hal-hal Menyenangkan/ Foto: Freepik.com/benzoix
Ketika berada dalam survival mode, menikmati sesuatu bisa terasa seperti kemewahan. Contoh saja seperti kamu sedang berlibur, tetapi pikiran kamu justru menuntun kamu untuk sibuk memikirkan pekerjaan, masa depan, ataupun masalah lainnya.
Bahkan ketika ada kesempatan untuk bersenang-senang, muncul rasa bersalah karena merasa seharusnya melakukan sesuatu yang lebih produktif, hal ini juga berkaitan pada seseorang yang mempunyai kepribadian terlalu perfeksionis.
Akhirnya, hidup malah akan terasa seperti daftar tugas yang harus diselesaikan, bukan sesuatu yang bisa dinikmati. Istirahat pun terasa tidak benar-benar mengisi energi karena pikiran tidak pernah sepenuhnya berhenti.
Masalah seperti ini biasanya berkaitan pada stres kronis, trauma hingga gejala kecemasan. Jika memang sudah terasa mengganggu, kamu bisa meminta bantuan pada profesional ya, Beauties.
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!