5 Tanda Orang yang Suka Menghindari Tanggung Jawab Menurut Ilmu Psikologi

Norma Rini | Beautynesia
Minggu, 03 May 2026 13:00 WIB
3. Takut Mengambil Keputusan, Tapi Mengeluh dengan Hasilnya
Perempuan terlihat ragu saat harus memilih sesuatu/Foto: pexels.com/ANTONI SHKRABA production

Beauties, menjadi dewasa bukan hanya soal usia, tapi juga tentang keberanian menghadapi konsekuensi dari pilihan hidup. Namun kenyataannya, tidak semua orang siap memikul tanggung jawab tersebut.

Tanpa disadari, ada pola-pola kecil yang sebenarnya menunjukkan seseorang cenderung menghindari tanggung jawab. Pola ini sering terlihat “normal”, padahal jika dibiarkan, bisa menghambat pertumbuhan diri.

Melansir Verywell Mind, kecenderungan menghindari tanggung jawab sering kali berakar dari rasa takut gagal dan penilaian orang lain. Hal ini juga berkaitan dengan emotional avoidance, yaitu upaya menghindari situasi yang memicu rasa tidak nyaman secara emosional. Simak, Beauties!

1. Selalu Punya Alasan, Tapi Jarang Introspeksi

Perempuan terlihat defensif saat menjelaskan kesalahan/Foto: pexels.com/Alex Green

Beauties, orang yang cenderung menghindari tanggung jawab biasanya sangat cepat menemukan alasan, bahkan sebelum benar-benar memahami situasi. Alih-alih bertanya, “Apa yang bisa aku perbaiki?”, mereka lebih fokus pada faktor lain yang bukan dari diri sendiri seperti waktu yang tidak tepat, orang lain yang salah, atau keadaan yang tidak mendukung.

Menurut psikologi, ini disebut sebagai self-serving bias, yaitu kecenderungan melindungi diri dari rasa bersalah. Sekilas terasa aman, tapi dalam jangka panjang justru menghambat perkembangan diri.

Melansir Psychology Today, self-serving bias adalah kecenderungan seseorang untuk mengaitkan keberhasilan pada diri sendiri, tetapi menyalahkan faktor eksternal saat mengalami kegagalan. Pola ini sering muncul sebagai cara melindungi harga diri, namun dalam jangka panjang bisa membuat seseorang sulit berkembang.

2. Sering Menunda Hal Penting, Tapi Sibuk dengan Hal Kecil

Ilustrasi Perempuan fokus/Foto: pexels.com/Vitaly Gariev

Beauties, pernah merasa sibuk seharian tapi sebenarnya tidak menyelesaikan hal yang benar-benar penting? Ini bukan sekadar malas, tapi bisa jadi bentuk penghindaran tanggung jawab.

Dengan menyibukkan diri pada hal-hal kecil, seseorang merasa “produktif” tanpa harus menghadapi tugas yang lebih menantang. Hal ini berkaitan dengan avoidance coping, yaitu strategi menghindari tekanan dengan cara mengalihkan perhatian.

Melansir Verywell Mind, avoidance coping adalah strategi menghadapi stres dengan cara menghindari masalah atau emosi yang tidak nyaman, misalnya melalui penundaan atau mengalihkan perhatian. Meski terasa meringankan sementara, pola ini justru bisa memperburuk stres karena akar masalah tidak benar-benar diselesaikan.

3. Takut Mengambil Keputusan, Tapi Mengeluh dengan Hasilnya

Perempuan terlihat ragu saat harus memilih sesuatu/Foto: pexels.com/ANTONI SHKRABA production

Beauties, mengambil keputusan berarti siap menerima konsekuensinya. Namun, bagi sebagian orang, ini terasa menakutkan.

Mereka cenderung menyerahkan pilihan pada orang lain atau situasi. Ironisnya, ketika hasilnya tidak sesuai harapan, mereka tetap merasa tidak puas. Ini menunjukkan adanya lack of accountability, yaitu ketidakmauan untuk memiliki peran dalam hasil hidup sendiri.

Melansir Psychology Today, banyak orang cenderung menghindari tanggung jawab karena mengakui kesalahan sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak nyaman atau bahkan melemahkan diri.

Akibatnya, seseorang lebih mudah menyerahkan keputusan pada orang lain atau keadaan, tanpa benar-benar merasa memiliki peran dalam hasil yang terjadi yang pada akhirnya memicu lack of accountability dalam hidupnya.

4. Mudah Menyalahkan Orang Lain atau Keadaan

Perempuan menunjuk orang lain saat terjadi masalah/Foto: pexels.com/Liza Summer

Beauties, menyalahkan orang lain memang terasa melegakan, setidaknya sementara. Namun, pola ini membuat seseorang sulit berkembang karena tidak pernah benar-benar belajar dari kesalahan.

Kebiasaan ini sering muncul sebagai mekanisme pertahanan diri agar tidak merasa “gagal”. Padahal, tanpa mengakui peran diri sendiri, perubahan yang lebih baik akan sulit terjadi.

Melansir Psychology Today, kebiasaan menyalahkan orang lain sering muncul sebagai mekanisme pertahanan diri untuk menghindari perasaan tidak nyaman seperti rasa bersalah atau malu.

5. Menghindari Percakapan yang Tidak Nyaman

Perempuan menghindari pembicaraan serius dengan ekspresi tidak nyaman/Foto: pexels.com/Timur Weber

Beauties, tanggung jawab bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga tentang hubungan dengan pasangan, teman, ataupun keluarga. Orang yang menghindari tanggung jawab sering kali menghindari percakapan sulit, entah itu meminta maaf, memberikan kejelasan, atau membahas masalah yang sebenarnya penting.

Melansir Verywell Mind, kecenderungan menghindari percakapan sulit berkaitan dengan emotional avoidance, yaitu pola menghindari konflik dan kedekatan emosional yang dapat membuat hubungan menjadi terasa jauh dan stagnan. Padahal, salah satu bentuk tanggung jawab justru terlihat dari keberanian menghadapi hal yang tidak nyaman.

Beauties, menyadari pola ini bukan berarti menghakimi diri sendiri, tapi justru menjadi langkah awal untuk bertumbuh. Setiap orang pernah menghindar, itu manusiawi. Namun, yang membedakan adalah, apakah kita memilih tetap di pola lama atau mulai berani berubah.

Tanggung jawab bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang berani berkata, “Ini bagian yang bisa aku perbaiki.” Karena pada akhirnya, hidup yang lebih baik dimulai dari keberanian untuk menghadapi, bukan menghindari.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE