6 Cara Move On dari Cinta yang Tak Berbalas, Belajar Melepaskan dengan Perlahan

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Sabtu, 07 Feb 2026 20:00 WIB
2. Alihkan Fokus pada Hal-hal Lain
Alihkan Fokus pada Hal-hal Lain/Foto: Pexels.com/ Chuot Anhls

Cinta tak berbalas adalah pengalaman yang hampir pernah dirasakan setiap orang, terutama perempuan yang terbiasa mencintai dengan sepenuh hati. Awalnya mungkin terasa ringan, sekadar kagum, nyaman, lalu ingin lebih dekat. Namun, tanpa disadari, perasaan itu tumbuh semakin dalam, sementara di sisi lain, respon yang kita terima tak pernah benar-benar searah.

Hal yang membuat cinta tak berbalas terasa menyakitkan bukan hanya karena ditolak, tapi karena proses menunggu. Menunggu perhatian kecil, menafsirkan pesan singkat, atau berharap dari sikap baik yang sebenarnya tidak memiliki makna romantis. Kita sering terjebak pada kata “mungkin”, padahal kenyataannya tidak pernah ada kepastian.

Melupakan seseorang yang pernah kamu cintai dan tidak pernah kamu dapatkan hatinya memang terasa berat. Butuh waktu yang tidak pasti untuk move on. Nah, jika kamu ingin segera move on dari cinta yang tak berbalas, simak beberapa tips-tipsnya, seperti yang telah dilansir dari Your Tango berikut ini. 

1. Putuskan Semua Hubungan

Putuskan Semua Hubungan/Foto: Pexels.com/ Nguyễn Mẫn

Move on dari cinta yang tak berbalas bukan hal yang mudah, apalagi jika perasaan itu sudah dipendam lama. Ada harapan yang terlanjur tumbuh, kebiasaan yang terbentuk, dan kenangan kecil yang sulit dilupakan. Namun, salah satu cara paling efektif, meski terasa berat, adalah dengan memutuskan semua hubungan. Bukan karena membenci, tapi karena kamu berhak memberi ruang bagi hatimu sendiri untuk sembuh.

Memutuskan hubungan di sini bukan hanya soal berhenti chat atau tidak bertemu lagi. Ini juga tentang berhenti mencari kabar, berhenti berharap dari perhatian kecil, dan berhenti memberi celah pada perasaan yang sebenarnya sudah tidak seimbang. Selama koneksi itu masih ada, hati akan terus tergoda untuk berharap, meski logika tahu perasaan itu tidak akan berbalas.

2. Alihkan Fokus pada Hal-hal Lain

Alihkan Fokus pada Hal-hal Lain/Foto: Pexels.com/ Chuot Anhls

Mengalihkan fokus bukan tentang memaksa diri untuk bahagia, tetapi memberi ruang agar perasaan sedih tidak menguasai seluruh hidupmu. Ketika pikiran terus tertuju pada satu orang yang tidak bisa membalas perasaanmu, dunia seolah berhenti. Padahal, hidupmu tetap berjalan dan layak diisi dengan hal-hal yang memberi energi positif.

Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah kembali memperhatikan diri sendiri. Mulai dari hal sederhana, merapikan rutinitas, tidur lebih teratur, makan dengan baik, dan meluangkan waktu untuk aktivitas yang selama ini terabaikan. Saat hati sedang lelah, tubuh dan pikiran juga butuh dirawat dengan lembut.

3. Beri Diri Waktu untuk Pulih

Beri Diri Waktu untuk Pulih/Foto: Pexels.com/ HONG SON

Banyak perempuan merasa harus segera bangkit dan terlihat baik-baik saja. Padahal, hati punya ritme penyembuhannya sendiri. Tidak semua perasaan bisa diselesaikan dengan cepat. Memberi waktu bukan berarti larut dalam kesedihan, tapi memberi ruang bagi diri untuk memproses apa yang sudah terjadi dengan jujur.

Pulih dari cinta yang tak berbalas dimulai dengan menerima kenyataan. Menerima bahwa perasaanmu tulus, tapi tidak mendapatkan balasan yang sama. Ini memang tidak adil dan menyakitkan, namun penolakan bukan berarti kamu kurang layak dicintai. Terkadang, dua hati hanya tidak berada di frekuensi yang sama.

Saat memberi diri waktu, izinkan dirimu merasakan emosi apa pun yang muncul. Menangis, merasa kosong, atau tiba-tiba rindu adalah hal yang normal. Jangan memaksa diri untuk move on dengan cepat hanya karena lingkungan mengharapkannya. Setiap orang punya prosesnya sendiri, dan itu sah-sah saja.

4. Terima Kenyataan

Terima Kenyataan/Foto: Pexels.com/ Xuan Thanh

Menerima kenyataan bukan berarti menyerah atau meremehkan perasaan sendiri. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk kejujuran pada diri sendiri. Mengakui bahwa perasaanmu nyata, tapi situasinya tidak memungkinkan untuk berkembang lebih jauh. Selama kamu masih menolak kenyataan, hati akan terus mencari celah harapan, meski sebenarnya tidak ada.

Bagi banyak perempuan, fase ini sering diwarnai dengan pertanyaan “kenapa” dan “seandainya”. Seandainya aku lebih begini, seandainya aku tidak terlalu berharap, atau seandainya dia sadar perasaanku. Sayangnya, terlalu lama terjebak dalam kemungkinan hanya akan membuatmu sulit bergerak. Kenyataan mungkin pahit, tapi jauh lebih jujur daripada harapan kosong.

5. Lakukan Introspeksi

Lakukan Introspeksi/Foto: Pexels.com/ Min An

Introspeksi bukan tentang menyalahkan diri, melainkan mengajak diri untuk duduk sejenak dan melihat kembali perjalanan perasaanmu. Mengapa kamu jatuh cinta? Apa yang sebenarnya kamu cari dari sosok tersebut? Apakah kamu mencintainya apa adanya, atau mencintai harapan dan potensi yang kamu bayangkan? Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin terasa tidak nyaman, tapi sangat penting untuk penyembuhan.

Introspeksi juga membantu kamu memahami batas diri. Apakah selama ini kamu mengabaikan kebutuhan sendiri demi mempertahankan perasaan? Apakah kamu bertahan meski sudah merasa lelah dan tidak dihargai? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan membuka mata bahwa cinta yang kamu jalani mungkin tidak seimbang sejak awal.

Proses ini tidak harus dilakukan sekaligus. Kamu bisa memulainya dengan menulis jurnal, merenung sebelum tidur, atau berbincang dengan diri sendiri saat suasana tenang. Tidak ada jawaban benar atau salah. Hal yang terpenting adalah kejujuran pada perasaanmu sendiri, tanpa menutup-nutupi atau memaksakan penerimaan.

6. Jangan Terpaku untuk Mendapatkan Penutupan

Jangan Terpaku untuk Mendapatkan Penutupan/Foto: Pexels.com/ Happy Pixels

Salah satu hal yang sering membuat move on dari cinta yang tak berbalas terasa begitu sulit adalah keinginan untuk mendapatkan penutupan. Kita ingin jawaban yang jelas, penjelasan yang masuk akal, atau satu percakapan terakhir yang seolah bisa merapikan perasaan. Sayangnya, dalam banyak kasus, penutupan yang kita harapkan tidak pernah datang. Dan justru di situlah kita perlu belajar melepaskan.

Penting untuk memahami bahwa tidak semua cerita cinta memiliki akhir yang rapi. Ada hubungan yang berhenti tanpa penjelasan, perasaan yang memudar tanpa sebab yang bisa kita pahami sepenuhnya. Menunggu penutupan dari orang lain sering kali hanya memperpanjang rasa sakit dan menunda proses penyembuhan.

Move on dari cinta yang tak berbalas bukan tentang melupakan seseorang sepenuhnya, melainkan tentang memilih diri sendiri. Saat kamu berhenti bertahan pada cinta yang tidak seimbang, kamu sedang membuka ruang bagi hubungan yang lebih sehat, hangat, dan saling memilih. Percayalah, kamu layak mendapatkan cinta seperti itu. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE