6 Ciri Kepribadian Orang yang Sangat Perhitungan
Beauties, kamu pasti pernah bertemu dengan tipe orang yang terlalu perhitungan, baik dalam hal uang, waktu, tenaga, bahkan perhatian. Segala sesuatu selalu dihitung sedetail mungkin.
Kalau kamu mentraktir mereka kopi, mereka akan ingat dan meminta ganti di kemudian hari. Kalau kamu melakukan sesuatu sedikit lebih banyak, mereka pura-pura tidak melihat. Tapi kalau giliran mereka memberi, langsung diumumkan seolah pencapaian besar.
Berhadapan dengan tipe orang seperti ini bisa menguras energi emosional. Apalagi kalau orang tersebut ada di lingkungan dekat seperti teman, rekan kerja, bahkan pasangan. Tapi tenang, kamu tidak harus ikut-ikutan menjadi perhitungan atau berubah menjadi seseorang yang defensif.
Biar bisa bersikap bijaksana, yuk, kenali tanda-tanda orang yang terlalu perhitungan, seperti yang dilansir dari The Vessel berikut ini.
1. Terlihat Memiliki Motif Tertentu
Terlihat Memiliki Motif Tertentu/Foto: Pexels.com/ Sam Lion
Pernah tidak kamu bertemu seseorang yang sekilas terlihat sangat baik, penuh perhatian, dan selalu ada saat kamu butuh? Tapi entah kenapa, setiap bantuan atau kebaikan yang mereka berikan terasa seperti ada harga atau syarat tak tertulis di baliknya.
Mereka tidak pernah mengatakan secara langsung, tetapi kamu merasakan bahwa setiap tindakan seperti memiliki agenda tersembunyi. Kalau pernah, mungkin kamu sedang berhadapan dengan orang yang terlalu perhitungan dan memiliki motif tersembunyi.
Orang seperti ini memang sulit dikenali di awal. Mereka pintar membungkus niat dengan sikap baik dan gesture manis. Namun, seiring berjalannya waktu, kamu mulai menyadari bahwa hubungan terasa seperti transaksi, bukan hubungan yang dibangun atas rasa tulus.
Tentu saja, manusia adalah makhluk yang kompleks, dan kebanyakan dari kita bukan sekadar jahat. Bahkan, motif tersembunyi seringkali hadir berdampingan dengan motif baik. Seperti yang dijelaskan oleh psikolog Iskra Fileva PhD, "Motif murni dan egois seringkali bercampur aduk. Kamu bisa mengirimkan uang untuk amal karena kamu peduli pada anak-anak yang kelaparan, tetapi juga untuk membebaskan diri dari rasa bersalah karena dilahirkan di negara kaya, bukan negara miskin. Kamu bisa melompat menyelamatkan anak yang tenggelam karena kamu peduli pada anak itu, tetapi juga karena kamu ingin menjadi pahlawan.”
2. Menampilkan Diri Mereka Secara Positif
Menampilkan Diri Mereka Secara Positif/Foto: Pexels.com/ Ketut Subiyanto
Profesor riset dan pembicara motivasi Brené Brown pernah menulis, “Keaslian adalah sekumpulan pilihan yang harus kita buat setiap hari. Ini tentang pilihan untuk tampil dan menjadi diri sendiri, pilihan untuk jujur dan pilihan untuk menunjukkan jati diri kita yang sebenarnya.”
Keaslian adalah fondasi yang mendasari persahabatan. Keaslian datang bersama kerentanan. Itu adalah keputusan untuk menunjukkan diri kita apa adanya, meskipun itu berarti orang lain akan melihat sisi negatif dan kelemahan kita.
Orang yang penuh perhitungan tidak benar-benar menganut keyakinan itu. Mereka umumnya cukup egois dan mementingkan diri sendiri, yang berarti mereka tidak melakukannya semata-mata demi koneksi yang autentik.
Sebaliknya, mereka ingin mendapatkan sesuatu, entah itu popularitas, koneksi, validasi, atau nasihat. Inilah mengapa sangat umum bagi mereka untuk mencoba menampilkan diri sebagai seseorang yang menyenangkan dan hangat, seseorang yang tidak pernah berbuat salah dan hanya bermaksud baik.
3. Mengubah Kepribadian Tergantung pada Konteksnya
Mengubah Kepribadian Tergantung pada Konteksnya/Foto: Pexels.com/ Alexander Suhorucov
Beauties, pernah bertemu seseorang yang terlihat seperti punya banyak versi diri? Di satu situasi mereka bisa terlihat sangat ramah, hangat, dan perhatian, tapi di situasi lain mereka bisa berubah menjadi dingin, manipulatif, atau bahkan sangat berbeda dari sebelumnya.
Jika kamu pernah merasakannya, bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan orang yang perhitungan, yang sering kali mengubah kepribadiannya menyesuaikan konteks dan siapa yang sedang memperhatikan.
Menyesuaikan diri secara sosial memang wajar, semua orang bisa melakukannya. Kita semua punya kemampuan untuk berbicara sopan di tempat kerja, santai saat bersama teman, atau serius saat membahas hal penting. Tapi ada batas tipis antara kemampuan adaptasi yang sehat dan perilaku yang sengaja dibuat untuk keuntungan diri sendiri. Orang perhitungan menggunakan perubahan kepribadian bukan untuk kenyamanan bersama, melainkan strategi untuk mendapatkan sesuatu.
4. Membicarakan Orang Lain di Belakangnya
Membicarakan Orang Lain di Belakangnya/Foto: Pexels.com/ Karola G
Orang yang perhitungan biasanya suka membicarakan orang lain di belakang. Mereka mungkin tampak hangat, perhatian, dan bisa dipercaya saat berhadapan langsung. Tapi ketika pintu tertutup dan obrolan mulai mengalir, mereka berubah menjadi sosok yang penuh kritik dan komentar pedas.
Mereka melakukan ini bukan sekadar karena suka bergosip, tetapi karena ingin mengontrol narasi, memengaruhi opini orang lain, atau menjaga posisi sosial mereka tetap aman. Ada maksud di balik kata-kata yang mereka ucapkan.
Jika mereka bisa menggosip tentang teman dekatnya dengan santai, kamu bisa yakin mereka juga akan melakukan hal yang sama tentangmu. Orang yang tulus menjaga cerita dan kepercayaan orang lain. Tapi orang perhitungan melihat informasi sebagai alat untuk berkuasa atau memanipulasi.
5. Memandang Segala Sesuatu Sebagai Kompetisi
Memandang Segala Sesuatu Sebagai Kompetisi/Foto: Pexels.com/ Anastasiya Gepp
Setiap orang tentu pernah berada di tengah pertemanan atau lingkungan kerja yang seharusnya suportif dan hangat, tapi justru terasa seperti arena pertandingan. Di mana ada seseorang yang selalu ingin terlihat paling hebat, paling benar, atau paling unggul dalam hal apa pun. Jika kamu pernah mengalaminya, mungkin kamu sedang berhadapan dengan orang yang perhitungan, yang salah satu tanda halusnya adalah memandang segala sesuatu sebagai kompetisi.
Mereka bukan sekadar pribadi ambisius, itu hal yang wajar dan positif. Orang ambisius ingin berkembang bersama. Tapi orang yang perhitungan punya energi yang berbeda. Mereka ingin menang atas orang lain, bukan menang bersama. Segala hal dijadikan ajang pembuktian, seolah hidup ini adalah perlombaan yang harus mereka menangkan, bahkan jika tidak ada yang sedang berkompetisi.
6. Menggunakan Manipulasi Emosional untuk Mencapai Tujuannya
Menggunakan Manipulasi Emosional untuk Mencapai Tujuannya/Foto: pexels.com/ Pavel Danilyuk
Beauties, kamu mungkin pernah bertemu seseorang yang selalu terlihat baik di depan, tapi entah kenapa membuatmu merasa tidak enak ketika berinteraksi. Mereka bukan sekadar pelit dalam soal uang atau waktu, tapi juga perhitungan dalam hal perasaan dan perhatian. Hal yang lebih rumit lagi, mereka sering menggunakan manipulasi emosional untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kalau akhir-akhir ini kamu merasa hubungan dengan seseorang terasa melelahkan, bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan tipe seperti ini.
Orang yang perhitungan biasanya muncul saat mereka membutuhkan bantuan, perhatian, atau dukungan. Tapi ketika kamu yang butuh mereka, tiba-tiba mereka punya seribu alasan untuk menghilang. Mereka akan bersikap sangat manis, perhatian, dan ramah hanya ketika ada tujuan di balik itu. Begitu keinginan mereka terpenuhi, sikapnya kembali dingin seperti tidak pernah dekat denganmu sebelumnya.
Kamu layak berada di sekitar orang-orang yang memberi tanpa mengungkit, yang hadir karena sayang, bukan karena ingin keuntungan. Jangan biarkan hati yang tulus diperlakukan seperti dompet atau mesin pemenuh keinginan.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!