6 Ciri Orang yang Bisa Mengetahui Seseorang Sedang Berbohong

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Jumat, 26 Jun 2026 19:30 WIB
3. Terlihat Terlalu Sempurna
Terlihat Terlalu Sempurna/Foto: Pexels.com/ Vitaly Gariev

Pernah bertemu seseorang yang seolah-olah bisa langsung tahu ketika ada orang yang tidak jujur? Baru mendengar beberapa kalimat, mereka sudah merasa ada sesuatu yang janggal. Meski bukan berarti memiliki kemampuan membaca pikiran, sebagian orang memang lebih peka terhadap tanda-tanda kebohongan dibanding yang lain.

Kemampuan ini biasanya muncul karena mereka terbiasa memperhatikan detail, memahami bahasa tubuh, dan memiliki intuisi yang cukup kuat. Menariknya, orang-orang seperti ini sering kali tidak langsung menuduh, tetapi lebih memilih mengamati terlebih dahulu.

Berikut beberapa ciri yang sering dimiliki oleh mereka yang mudah mengetahui atau merasakan kebohongan orang lain, seperti yang dilansir dari Your Tango.

1. Berhenti Sejenak Sebelum Menjawab Obrolan

Berhenti Sejenak Sebelum Menjawab Obrolan/Foto: Pexels.com/ Thirdman

Orang yang tidak langsung menjawab obrolan biasanya memiliki kebiasaan menganalisis informasi terlebih dahulu. Saat seseorang bercerita, mereka tidak hanya mendengar kata-kata yang diucapkan, tetapi juga memperhatikan cara penyampaiannya.

Mereka cenderung menghubungkan cerita yang sedang didengar dengan informasi lain yang pernah mereka ketahui sebelumnya. Karena proses berpikir ini berlangsung cukup cepat di dalam kepala mereka, respons yang diberikan sering kali tidak spontan.

Berhenti sejenak sebelum menjawab sering dikaitkan dengan persepsi ketidakjujuran dalam percakapan, terlepas dari apakah seseorang benar-benar berbohong atau tidak. Namun, seseorang yang bisa mengetahui kebohongan orang lain akan segera mengetahui antara kesengajaan dan tipu daya.

2. Memperhatikan Konsistensi Cerita

Memperhatikan Konsistensi Cerita/Foto: Pexels.com/ RDNE Stock project

Orang yang pandai membaca kebohongan sering memperhatikan apakah cerita yang disampaikan tetap konsisten dari waktu ke waktu. Ketika seseorang berusaha mempertahankan citra sempurna, terkadang ada detail-detail kecil yang berubah atau tidak sesuai.

Mereka tidak hanya fokus pada isi cerita, tetapi juga pada bagaimana cerita itu disampaikan. Jika ada bagian yang terasa dibuat-buat atau terlalu ideal, mereka biasanya langsung menyimpannya dalam ingatan untuk diamati lebih lanjut.

3. Terlihat Terlalu Sempurna

Terlihat Terlalu Sempurna/Foto: Pexels.com/ Vitaly Gariev

Mereka menyadari bahwa kehidupan nyata penuh dengan kesalahan, kegagalan, dan proses belajar. Ketika seseorang selalu memiliki cerita yang sempurna tanpa satu pun kekurangan, mereka biasanya mulai mengamati lebih teliti.

Bukan berarti setiap orang yang terlihat sukses sedang berbohong. Namun, orang yang peka terhadap kebohongan memahami bahwa manusia yang jujur biasanya tidak takut mengakui kekurangan atau pengalaman kurang menyenangkan dalam hidupnya.

4. Terlalu Banyak Menjelaskan

Terlalu Banyak Menjelaskan/Foto: Pexels.com/ Resume Genius

Menurut psikoterapis Kaytee Gillis, terlalu banyak menjelaskan sering kali merupakan mekanisme pertahanan dan respons stres dalam percakapan, terutama ketika seseorang tidak merasa aman atau dihargai dalam interaksi sosial. Baik itu dipicu oleh rasa tidak aman atau upaya yang diperlukan untuk menutupi kebohongan, itu adalah salah satu konfirmasi verbal pertama bahwa seseorang tidak mengatakan yang sebenarnya kepada seseorang.

Ironisnya, ini bisa menjadi tanda bahaya bagi orang-orang, karena sering dikaitkan dengan penipuan, tetapi orang yang terlalu banyak menjelaskan mungkin mengatakan yang sebenarnya, dan hanya khawatir bahwa mereka tidak didengar atau dipahami. Terutama bagi orang-orang yang membutuhkan persetujuan dan validasi eksternal terus-menerus, terlalu banyak menjelaskan mungkin sudah menjadi kebiasaan.

5. Menghindari Kontak Mata

Menghindari Kontak Mata/Foto: Pexels.com/ Sóc Năng Động

Menurut sebuah studi dari Consciousness and Cognition, kontak mata sering kali cenderung mengurangi kebohongan, karena menciptakan semacam ruang dan koneksi yang disengaja yang sulit dipertahankan saat berbohong. Jadi, jika seseorang memperhatikan pasangan atau teman terus-menerus menghindari kontak mata dan sibuk dengan ponsel untuk menghindari tatapan mereka, itu bisa menjadi tanda bahaya bahwa mereka sedang berbohong.

Ketika seseorang tiba-tiba menghindari kontak mata saat membahas topik tertentu, mereka akan menyadarinya. Namun mereka tidak langsung menganggap itu sebagai bukti kebohongan. Mereka hanya melihatnya sebagai salah satu petunjuk yang perlu dicermati bersama tanda-tanda lainnya.

6. Menggunakan Nada Suara yang Lebih Tinggi

Menggunakan Nada Suara yang Lebih Tinggi/Foto: Pexels.com/ Hồng Xuân Viên

Menurut sebuah studi dari Journal of Personality and Social Psychology, kebohongan sering dikaitkan dengan isyarat verbal halus seperti menggunakan nada suara yang lebih tinggi dari biasanya. Seseorang yang bisa merasakan kebohongan orang lain akan langsung menyadarinya. Terutama jika nada suara yang lebih tinggi ini dikaitkan dengan penjelasan yang berlebihan atau kegugupan umum.

Kebanyakan orang fokus pada apa yang dikatakan lawan bicara. Namun, orang yang peka terhadap kebohongan juga memperhatikan cara pesan itu disampaikan. Mereka mendengarkan ritme bicara, volume suara, hingga perubahan emosi yang terdengar dalam setiap kalimat.

Ketika seseorang mendadak berbicara dengan nada yang lebih tinggi dari biasanya, mereka akan mencatat perubahan tersebut. Bukan karena langsung menganggap orang itu berbohong, tetapi karena perubahan itu bisa menunjukkan adanya tekanan emosional atau rasa tidak nyaman.

Kemampuan merasakan kebohongan bukanlah soal memiliki kekuatan khusus. Sebagian besar berasal dari kombinasi antara pengalaman, kepekaan emosional, kemampuan mengamati, dan kebiasaan mendengarkan dengan baik.

Meski demikian, penting untuk tetap berhati-hati dalam menilai orang lain. Perasaan curiga tidak selalu berarti seseorang sedang berbohong, sehingga tetap diperlukan komunikasi yang terbuka dan bijaksana sebelum mengambil kesimpulan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE