6 Kalimat Orang Tua yang Tanpa Sadar Bikin Anak Pertama Merasa Tertekan Menurut Psikolog

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Selasa, 27 Oct 2026 19:30 WIB
”Kamu anak pertama, harus jadi yang paling bertanggung jawab”
Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Angela Roma

Menjadi anak sulung sering kali diidentikkan dengan sosok yang mandiri, kuat, dan bisa diandalkan. Namun di balik sikap dewasa tersebut, tidak sedikit anak pertama yang menyimpan beban emosional cukup berat akibat ekspektasi keluarga. Tanpa disadari, ucapan sehari-hari dari orang tua yang niatnya mendidik justru bisa memberikan tekanan mental jangka panjang.

Dirangkum dari laman Times of India dan Parade, berikut adalah 6 kalimat yang sering diucapkan orang tua dan tanpa sadar justru membuat anak pertama merasa tertekan menurut para psikolog. Yuk, simak selengkapnya!

”Kamu kan sudah besar, harusnya lebih tahu”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Magnifiic/peoplecreations

Kalimat ini sering diucapkan saat anak membuat kesalahan. Sayangnya, ini lebih terdengar seperti kritik dan penghakiman yang mengabaikan kebutuhan anak untuk belajar dan berkembang.

Dr. Brittany McGeehan, Ph.D., psikolog berlisensi, mengatakan bahwa frasa ini bisa membuat anak merasa malu dan berasumsi bahwa ia harus selalu berperilaku sempurna. Ucapan ini juga dapat menmbulkan rasa takut untuk mengambil risiko dan enggan memanfaatkan peluang di masa depan.

”Adik kan masih kecil, kamu harus bisa ngalah”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Mikhail Nilov

Memaksa anak pertama selalu mengalah demi adik dapat memicu rasa jengkel. Anak juga jadi rentan membiasakan diri menekan perasaannya karena merasa kebutuhannya terus diabaikan.

Menurut Dr. Brett Biller, Psy.D., Direktur Program Kesehatan Mental Anak di Audrey Hepburn Children's House, menuntut anak bersikap baik hanya karena status usia membuat mereka bertindak bukan atas dasar empati yang tulus, melainkan dorongan relasi semata.

”Kamu harus bisa jadi contoh yang baik buat adik-adikmu”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Marta Wave

Niatnya mungkin untuk membangun jiwa kepemimpinan, tetapi kalimat ini memberikan beban tersendiri bagi anak sulung. Mereka merasa harus selalu menjadi panutan yang perilakunya terus diawasi dan dievaluasi.

Anak diharapkan untuk menjadi lebih dewasa sesuai urutan lahir, padahal ia seharusnya bertindak sesuai tahap perkembangannya. Psikolog berlisensi Dr. Nicholas Forlenza, Ph.D., menjelaskan bahwa tuntutan ini dapat membuat anak tertekan, stres, dan berdampak negatif pada keharmonisan hubungan persaudaraan.

”Kamu anak pertama, harus jadi yang paling bertanggung jawab”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Angela Roma

Mendorong anak sulung untuk selalu bertanggung jawab sering berujung pada pelimpahan peran pengasuhan. Anak merasa harus selalu sempurna, tenang, dan bisa diandalkan.

Menurut Dr. McGeehan, ucapan ini juga sering digunakan untuk mengendalikan perilaku anak agar tetap patuh tanpa diberi ruang membuat kesalahan. Dr. Denitrea Vaughan, PsyD., psikolog dari Thriveworks, menambahkan bahwa melimpahkan tugas mengawasi adik secara berlebihan memicu kebingungan peran dan memperparah persaingan antarsaudara.

”Masa gitu aja nangis? Kamu bukan anak kecil lagi”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Vitaly Gariev

Saat anak merasa lelah atau bersedih, kalimat ini justru membungkam emosi mereka dan terkesan meremehkan perasaan yang diungkapkan. Ketika ada anggota keluarga baru, anak pertama juga sering dituntut dewasa secara mendadak sehingga rentan menekan perasaannya demi menghindari penilaian negatif. Hal ini berpotensi menghambat kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi emosionalnya.

Dr. McGeehan menambahkan bahwa memaksa anak tumbuh terlalu cepat dapat menghilangkan kesempatan mereka untuk menikmati keceriaan masa kecil. Akibatnya, anak sulung tumbuh menjadi pribadi yang takut menunjukkan kerentanan emosional dan kehilangan minat pada hal yang disukainya.

”Kamu lebih tua, harusnya lebih banyak bantu”

Kalimat orang tua yang tanpa sadar bikin anak pertama merasa tertekan menurut psikolog/ Foto: Pexels/Olia Danilevich

Mengaitkan rasa tanggung jawab dengan usia membuat anak merasa nilai dirinya tergantung pada kontribusi yang diberikan. Sekalipun disampaikan lewat pujian seperti "Kamu yang terbaik" setiap kali anak diminta membantu, dampak psikologisnya bisa kurang baik.

Menurut Dr. Vaughan, hal ini mengajarkan anak bahwa kasih sayang orang tua bersifat bersyarat dan tergantung pada kinerjanya. Pujian yang tidak seimbang juga bisa memicu rasa iri antarsaudara. Saat dewasa, anak sulung rentan menjadi seorang people-pleaser yang sering mengabaikan kebutuhan pribadinya demi menyenangkan orang lain.

Beauties, apakah kamu termasuk anak pertama yang pernah atau sering mendengar salah satu kalimat di atas? Ingat, ya, perasaan tertekanmu itu valid. Kamu juga berhak menjadi anak yang boleh salah, merasa lelah, dan tidak harus sempurna.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE