6 Kalimat yang Diucap Orang Penuh Drama dan Memicu Konflik dalam Lingkungan Pertemanan

Belinda Safitri | Beautynesia
Rabu, 25 Feb 2026 13:30 WIB
2. “Aku Cuma Bercanda”
Ilustrasi orang penuh drama/ Foto: Freepik.com/freepik

Beauties, komunikasi menjadi fondasi utama yang menjaga hubungan tetap sehat dan saling mendukung, termasuk dalam lingkungan pertemanan. Namun, tidak semua kalimat yang diucapkan teman membawa energi positif. Ada beberapa ungkapan yang sekilas terdengar biasa saja, tetapi sebenarnya sarat dengan drama, manipulasi halus, atau bahkan merendahkan.

Kalimat-kalimat ini sering muncul saat terjadi perbedaan pendapat, konflik kecil, atau ketika seseorang merasa tersaingi. Alih-alih menyelesaikan masalah dengan dewasa, orang yang gemar drama cenderung menggunakan frasa tertentu untuk mengalihkan kesalahan, menyudutkan, atau mencari perhatian.

Yuk, kenali kalimat yang diucap orang penuh drama dan memicu konflik dalam lingkungan pertemanan! 

1. “Kamu Terlalu Sensitif”

Ilustrasi orang penuh drama/ Foto: Freepik.com/freepik

Psikolog Dr. Marisa G Franco, dalam laman blognya, menyatakan bahwa ketika seseorang berkata, “Kamu terlalu sensitif” pesan tersembunyinya adalah bahwa reaksi kamu dianggap berlebihan atau tidak pantas. Padahal, mengekspresikan emosi adalah hal yang wajar. Kalimat ini sering menjadi cara cepat untuk mengalihkan kesalahan dan mengakhiri diskusi tanpa perlu mengakui bahwa mungkin ada kata atau tindakan yang memang menyakitkan.

Alih-alih menunjukkan empati, frasa tersebut justru menggeser fokus dari perilaku yang dipermasalahkan ke karakter orang yang terluka. Lama-kelamaan, orang yang sering mendengar kalimat ini bisa mulai meragukan validitas emosinya sendiri. Dalam lingkungan pertemanan yang sehat, perasaan tidak seharusnya diperdebatkan, yang perlu dibicarakan adalah bagaimana saling memahami.

2. “Aku Cuma Bercanda”

Ilustrasi orang penuh drama/ Foto: Freepik.com/freepik

Humor memang bisa mempererat hubungan, tetapi ketika digunakan untuk menyampaikan kritik tajam atau sindiran, dampaknya berbeda. Mengatakan “Aku cuma bercanda” setelah melontarkan komentar yang menyakitkan tidak otomatis menghapus rasa sakit yang timbul. Kalimat ini sering menjadi cara pasif untuk menghindari konsekuensi dari kata-kata sendiri.

Dalam pertemanan yang sehat, respons terhadap keberatan adalah mendengarkan dan memperbaiki diri, bukan menyalahkan orang lain karena tidak bisa menerima lelucon. Jika kalimat ini terus digunakan sebagai pembelaan, itu bisa menjadi tanda kurangnya tanggung jawab emosional. Ingat bahwa candaan yang baik membuat semua orang tertawa, bukan hanya satu pihak.

3. “Aku Merindukan Dirimu yang Dulu”

Ilustrasi orang penuh drama/ Foto: Freepik.com/karlyukav

Perubahan adalah bagian alami dari kehidupan. Ketika seseorang berkata, “Aku merindukan dirimu yang dulu” kalimat itu bisa terdengar manis, tetapi juga menyiratkan ketidaknyamanan terhadap pertumbuhanmu. Penelitian menunjukkan bahwa persahabatan cenderung berkembang ketika kedua pihak saling menegaskan identitas yang terus berubah. 

Jika seorang teman justru meremehkan kemajuan atau merasa terancam oleh perubahan positifmu, itu bisa menjadi tanda dinamika yang tidak lagi seimbang. Teman yang tulus seharusnya akan merayakan perkembanganmu, bukan berharap kamu tetap sama demi kenyamanan mereka.

4. “Jangan Tersinggung”

Ilustrasi orang penuh drama/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Melansir The Muse, kalimat “Jangan tersinggung” hampir selalu diikuti oleh pernyataan yang berpotensi melukai. Meskipun terdengar seperti upaya untuk bersikap hati-hati, frasa ini justru menciptakan ketegangan sebelum kalimat utama disampaikan. Secara tidak langsung, lawan bicara sudah diposisikan sebagai pihak yang mungkin “terlalu baper” jika merasa tersakiti.

Alih-alih meredam dampak kata-kata, ungkapan ini sering terasa seperti tameng agar si pembicara terbebas dari tanggung jawab emosional. Jika memang ada kritik yang perlu disampaikan, cara terbaik adalah berbicara dengan jujur dan penuh hormat, tanpa perlu mendahuluinya dengan peringatan yang justru memperburuk suasana.

5. “Seharusnya Kamu...”

Ilustrasi orang penuh drama/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Kalimat “Seharusnya kamu…” memang sangat mudah diucapkan, terutama ketika melihat seseorang melakukan sesuatu yang kurang tepat. Niatnya mungkin membantu, tetapi cara penyampaiannya sering terdengar seperti perintah atau penghakiman. Apalagi jika diucapkan tanpa benar-benar memahami situasi yang dihadapi.

Dalam konteks pertemanan, posisi tidak pernah hierarkis. Ketika seseorang terus-menerus menggunakan frasa ini, kesannya adalah mereka merasa lebih tahu atau lebih benar. Akibatnya, hubungan bisa terasa timpang dan tidak setara. Padahal, nasihat sebenarnya akan lebih mudah diterima jika disampaikan sebagai opsi, bukan instruksi.

6. “Saya Bukan Orang yang Suka Menyombongkan Diri, Tapi...”

Ilustrasi orang penuh drama/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Ungkapan ini biasanya diikuti cerita panjang tentang pencapaian, keberhasilan, atau keunggulan diri sendiri. Meskipun dibungkus dengan nada seolah-olah rendah hati, pendengar sering menangkap kontradiksi yang jelas. Kalimat pembuka tersebut terdengar seperti upaya defensif sebelum benar-benar menyombongkan diri.

Dalam lingkungan pertemanan, sikap seperti ini bisa memicu kecanggungan atau rasa tidak nyaman. Alih-alih membangun koneksi, orang yang terlalu sering menggunakan frasa ini justru terlihat haus pengakuan. 

Beauties, itulah sejumlah kalimat yang diucap orang penuh drama dalam lingkungan pertemanan. Pertemanan yang sehat dibangun atas dasar rasa saling menghormati, keterbukaan, dan tanggung jawab emosional. Jika kalimat-kalimat penuh drama ini sering muncul, mungkin sudah saatnya mengevaluasi kembali hubungan pertemananmu.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE