6 Negara yang Tidak Merayakan Tahun Baru pada 1 Januari, Tradisinya Unik dan Berbeda

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Kamis, 01 Jan 2026 09:30 WIB
Thailand
Thailand/Foto: Freepik

Negara yang tidak merayakan tahun baru pada 1 Januari ternyata jumlahnya cukup banyak, Beauties, dan alasannya pun sangat beragam. Tidak semua masyarakat dunia menjadikan pergantian kalender Masehi sebagai penanda awal kehidupan baru, karena budaya, agama, dan sejarah lokal memiliki perhitungan waktunya sendiri.

Karena perbedaan tersebut, konsep tahun baru di berbagai belahan dunia terasa jauh lebih kaya dan menarik. Jika kamu penasaran bagaimana tradisi menyambut tahun baru di tempat lain, pembahasan tentang tahun baru di setiap negara ini bisa membuka wawasan sekaligus membuatmu melihat dunia dengan sudut pandang baru. Check it out!

Arab Saudi

Arab Saudi termasuk negara yang tidak merayakan tahun baru Masehi karena berpegang pada kalender Hijriah. Tradisi ini menunjukkan bahwa tahun baru dapat dimaknai berbeda sesuai keyakinan masyarakatnya.

Arab Saudi/Foto: Unsplash

Arab Saudi menjadi salah satu negara yang paling tegas tidak merayakan pergantian tahun pada 1 Januari. Hal ini karena perayaan tahun baru Masehi dianggap tidak sesuai dengan nilai dan syariat Islam yang dianut mayoritas penduduknya.

Sebagai gantinya, masyarakat Arab Saudi menggunakan kalender Hijriah sebagai acuan waktu. Tahun baru bagi mereka jatuh pada 1 Muharam, yang dirayakan dengan nuansa reflektif, doa, dan peningkatan ibadah, bukan dengan pesta atau kembang api.

Menariknya lagi, pemerintah Arab Saudi melarang penjualan atribut tahun baru Masehi. Aparat bahkan rutin melakukan patroli agar aturan tersebut dipatuhi, sehingga suasana tetap kondusif sesuai norma keagamaan.

Iran

Iran/Foto: Freepik

Iran juga termasuk negara yang tidak merayakan tahun baru pada awal Januari. Negara ini menggunakan kalender Persia, dengan perayaan tahun baru yang dikenal sebagai Nowruz dan jatuh setiap 21 Maret.

Nowruz memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Iran. Perayaan ini melambangkan kebangkitan alam, awal musim semi, serta harapan baru dalam kehidupan, sehingga dirayakan dengan penuh sukacita dan rasa syukur.

Selain berkumpul bersama keluarga, masyarakat Iran membersihkan rumah, mengenakan pakaian baru, dan menyiapkan hidangan khas. Tradisi ini telah berlangsung lebih dari tiga ribu tahun dan tetap lestari hingga sekarang.

China

China/Foto: Freepik

China atau Tiongkok tidak menjadikan 1 Januari sebagai momen utama menyambut tahun baru. Mereka memiliki tradisi Tahun Baru Imlek yang jatuh antara akhir Januari hingga pertengahan Februari, mengikuti kalender lunar.

Saat Imlek tiba, suasana berubah sangat meriah. Keluarga besar berkumpul, rumah dihias warna merah, dan berbagai ritual dilakukan untuk menarik keberuntungan serta kemakmuran di tahun mendatang.

Perayaan ini juga sarat makna simbolis, mulai dari pembagian angpao hingga pertunjukan barongsai. Semua dilakukan sebagai doa agar tahun baru membawa kebahagiaan dan rezeki.

Vietnam

Vietnam/Foto: Freepik

Vietnam juga tidak merayakan tahun baru pada 1 Januari karena memiliki perayaan Tet, yang waktunya hampir bersamaan dengan Tahun Baru Imlek. Tet biasanya jatuh antara akhir Januari hingga awal Februari.

Saat Tet, masyarakat Vietnam pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Momen ini dianggap sakral karena menjadi waktu untuk mempererat hubungan dan menghormati leluhur.

Selain itu, Tet juga menjadi waktu introspeksi dan harapan baru. Banyak orang memulai tahun dengan doa, kebersihan rumah, dan niat hidup yang lebih baik.

India

India/Foto: Freepik

India dikenal sebagai negara dengan keragaman budaya yang sangat luas, termasuk dalam perayaan tahun baru. Banyak masyarakatnya tidak menganggap 1 Januari sebagai awal tahun.

Secara nasional, kalender Saka menetapkan tahun baru pada 22 Maret. Namun, di berbagai wilayah lain, tanggalnya bisa berbeda, seperti Vishu di Kerala atau Ugadi di wilayah selatan pada April.

Perbedaan ini justru memperkaya tradisi India. Setiap perayaan memiliki ritual, makanan, dan makna spiritual yang mencerminkan identitas daerah masing-masing.

Thailand

Thailand/Foto: Freepik

Thailand memiliki perayaan tahun baru yang sangat unik dan berbeda dari negara lain. Tahun baru di sana dirayakan melalui festival Songkran setiap 13–15 April.

Songkran identik dengan tradisi saling menyiram air, yang melambangkan pembersihan diri dari energi negatif. Suasana perayaan sangat meriah dan penuh keceriaan.

Selain keseruannya, Songkran juga memiliki makna spiritual. Banyak orang mengunjungi kuil dan menghormati orang tua sebagai simbol rasa syukur dan awal yang baru.

Dari berbagai contoh di atas, kamu bisa melihat bahwa tahun baru di setiap negara tidak selalu jatuh pada tanggal yang sama. Tradisi, budaya, dan kepercayaan membuat makna pergantian tahun menjadi sangat beragam dan penuh filosofi.

Jadi, Beauties, jika kamu ingin merasakan pengalaman yang berbeda, tidak ada salahnya mengenal bahkan merayakan tahun baru ala negara lain. Selain menambah wawasan, kamu juga bisa belajar menghargai keberagaman budaya dunia dengan cara yang lebih mendalam.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE