6 Tips Penting untuk Membuat CV yang Ramah Sistem ATS

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Kamis, 17 Sep 2026 07:15 WIB
3. Masukkan Keyword Sesuai Lowongan Kerja
Ilustrasi mengecek CV/Freepik: rawpixel.com

Beauties, pernah merasa sudah punya pengalaman kerja yang sesuai, tetapi lamaran tetap nggak kunjung dipanggil? Bisa jadi masalahnya bukan cuma pada pengalamanmu, tetapi juga pada cara informasi tersebut ditulis di CV.

Saat ini, banyak perusahaan menggunakan sistem ATS (Applicant Tracking System) untuk membantu menyaring lamaran yang masuk. Sistem ini dapat memindai informasi seperti pengalaman, keahlian, dan keyword yang berkaitan dengan lowongan.

Karena itu, membuat CV ramah ATS bukan berarti harus membuat CV yang membosankan. Justru, kamu perlu memastikan isi CV tersusun rapi sehingga informasi penting mudah dibaca baik oleh sistem maupun recruiter. Lantas, bagaimana cara membuat CV ATS profesional?

1. Gunakan Layout, Format, dan Struktur Sederhana

Ilustrasi membuat CV/Freepik: tonodiaz

Beauties, kalau biasanya kamu tergoda menggunakan desain CV dengan banyak kolom, ikon, grafik, atau progress bar warna-warni, untuk CV ATS sebaiknya pilih tampilan yang lebih simpel. Ini adalah salah satu tips membuat CV ATS yang paling utama.

Format CV ATS adalah menggunakan satu kolom dengan susunan informasi yang mengalir dari atas ke bawah agar sistem lebih mudah mengenali isi CV. Hindari memasukkan informasi penting ke dalam tabel, grafik, text box, gambar, ikon, header, atau footer. Elemen-elemen tersebut bisa membuat informasi tidak terbaca atau urutannya berantakan ketika CV diproses oleh ATS.

Untuk urutan pengalaman kerja dan pendidikan, kamu bisa menggunakan format kronologis terbalik, yaitu menempatkan pengalaman atau pendidikan yang paling baru di bagian atas. Dengan begitu, recruiter bisa langsung melihat aktivitas terakhirmu. Format ini juga umum digunakan dalam CV yang mudah dipindai ATS.

Jadi, Beauties, nggak perlu takut CV-mu terlihat terlalu polos. Yang penting informasi pentingnya gampang ditemukan dan dibaca.

2. Pilih Font Standar ATS

Ilustrasi membuat CV yang tidak ramah ATS/Freepik: rawpixel.com

Pemilihan font mungkin terlihat sepele, tetapi tetap penting saat membuat CV ramah ATS. Hindari jenis huruf yang terlalu dekoratif atau bentuknya sulit dikenali. Pilih font standar seperti Arial, Calibri, Helvetica, Times New Roman, atau Garamond agar teks tetap mudah dibaca.

Untuk ukuran huruf, kamu bisa menggunakan sekitar 11–12 poin untuk isi CV, sedangkan ukuran yang sedikit lebih besar dapat digunakan untuk nama dan judul bagian. Yang paling penting, jangan membuat tulisan terlalu kecil hanya supaya semua informasi bisa dimasukkan ke satu halaman.

Dilansir dari Indeed, font seperti Arial dan Times New Roman termasuk jenis huruf yang umum digunakan untuk CV yang mudah dibaca ATS. Jadi, nggak perlu pakai font yang unik-unik, Beauties. CV untuk melamar kerja bukan tempatnya bereksperimen dengan font yang susah dibaca.

3. Masukkan Keyword Sesuai Lowongan Kerja

Ilustrasi mengecek CV/Freepik: rawpixel.com

Ini salah satu bagian yang paling penting dalam membuat CV ATS. Sebelum mengirim lamaran, baca dulu job description dengan teliti. Perhatikan posisi yang dicari, keahlian, software, sertifikasi, pengalaman, dan istilah tertentu yang berulang di dalam lowongan.

Misalnya, sebuah perusahaan mencari Digital Marketer yang menguasai Google Analytics dan SEO. Kalau kamu memang memiliki kemampuan tersebut, tuliskan istilahnya secara jelas di CV, misalnya di bagian Skills atau pengalaman kerja.

Dilansir dari Indeed, ATS dapat mencocokkan CV dengan keyword dan frasa yang digunakan dalam deskripsi pekerjaan. Karena itu, penggunaan keyword yang relevan dapat membantu CV lebih sesuai dengan kriteria yang dicari perusahaan.

Tapi ingat, Beauties, jangan memasukkan keyword secara asal hanya demi mengejar ATS. Gunakan kata yang memang sesuai dengan kemampuan dan pengalamanmu. Keyword yang dipaksakan justru bisa membuat CV terasa aneh ketika dibaca recruiter.

4. Gunakan Judul dan Struktur CV yang Jelas

Ilustrasi judul dan struktur CV yang jelas/Freepik; Dragen Zigic

Jangan membuat recruiter atau sistem ATS harus menebak-nebak isi setiap bagian CV. Gunakan judul bagian yang sederhana seperti Profil Diri atau Summary, Pengalaman Kerja atau Work Experience, Pendidikan atau Education, dan Keahlian atau Skills.

Misalnya, daripada menulis “Petualangan Karierku”, lebih baik gunakan “Pengalaman Kerja”. Begitu juga dengan “Tempat Saya Belajar” yang bisa diganti menjadi “Pendidikan”.

Dilansir dari Indeed, ATS umumnya lebih mudah mengenali heading atau judul bagian yang umum digunakan. Jadi, Beauties, nggak perlu terlalu kreatif di bagian ini. Judul yang sederhana justru membuat isi CV lebih mudah dipahami.

5. Tulis Pengalaman Kerja dengan Poin-Poin dan Berorientasi Hasil

Ilustrasi pengalaman kerja/Freepik: tirachardz

Bagian pengalaman kerja sebaiknya nggak cuma berisi daftar tugas sehari-hari. Kalau memungkinkan, gunakan bullet points untuk menjelaskan apa yang kamu lakukan, bagaimana kamu melakukannya, dan apa hasilnya.

Contohnya, daripada hanya menulis: “Mengelola media sosial perusahaan.”, kamu bisa membuatnya lebih kuat menjadi: “Mengelola akun Instagram perusahaan dan meningkatkan engagement rate sebesar 65% dalam tiga bulan.”

CV ATS sebaiknya memuat pencapaian yang terukur jika memungkinkan. Keyword juga akan lebih kuat ketika ditempatkan dalam konteks pengalaman nyata, bukan sekadar ditumpuk dalam daftar kata.

Jadi, Beauties, coba lihat lagi pengalaman kerjamu. Apa yang berhasil kamu tingkatkan, hemat, selesaikan, atau capai? Kalau ada angkanya, jangan ragu memasukkannya ke CV.

6. Simpan CV dalam Format yang Tepat

Ilustrasi interview/Freepik: yanalya

Sudah bikin CV ramah ATS dengan rapi, jangan sampai bagian terakhir justru bikin masalah. Sebelum mengunggah CV, cek dulu format file yang diminta dalam lowongan.

Jika perusahaan meminta PDF, ikuti instruksinya. Namun, kalau tidak ada ketentuan khusus, format seperti DOCX sering menjadi pilihan yang aman karena dapat diproses oleh banyak sistem ATS. Dilansir dari Indeed, DOCX dapat membantu ATS mengekstrak informasi CV, sementara PDF juga bisa diterima oleh sebagian sistem selama file tersebut bukan PDF berbasis gambar.

Membuat CV ATS sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan.  Jadi, sebelum buru-buru kirim lamaran, coba buka lagi CV-mu, Beauties. Kalau masih penuh tabel, ikon, grafik, atau judul bagian yang terlalu kreatif, mungkin sudah waktunya bikin versi CV ramah ATS yang lebih simpel.

__

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE