7 Alasan Orang yang Sering Menunda Pekerjaan, Bukan Berarti Pemalas!

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Rabu, 01 Jul 2026 15:15 WIB
4. Kurang Percaya Diri terhadap Kemampuan Sendiri
Kurang percaya diri terhadap kemampuan sendiri/ Foto: Pexels.com/ Vitaly Gariev

Beauties, pernah merasa sudah tahu ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan, tetapi tetap menundanya sampai terakhir? Tenang, kamu tidak sendirian.

Banyak orang langsung menganggap kebiasaan menunda pekerjaan sebagai tanda malas atau tidak disiplin. Padahal, menurut psikologi, procrastination atau kebiasaan menunda pekerjaan jauh lebih kompleks dari sekadar rasa malas.

Dilansir dari Science News Today dan Resilient Mind, kebiasaan menunda pekerjaan sering berkaitan dengan kondisi emosional, rasa takut, hingga tekanan mental tertentu. Karena itu, orang yang menunda pekerjaan belum tentu tidak memiliki kemampuan atau motivasi. Dalam banyak kasus, mereka justru sedang mengalami konflik psikologis yang tidak disadari.

Lalu, apa saja alasan orang menunda pekerjaan menurut psikologi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Takut Gagal

Takut gagal/ Foto: Pexels.com/ Nataliya Vaitkevich

Salah satu alasan paling umum dari penyebab orang menunda pekerjaan adalah rasa takut gagal. Beberapa orang justru menunda pekerjaan karena terlalu khawatir hasilnya tidak sempurna. Mereka takut dikritik, takut mengecewakan orang lain, atau merasa hasil kerjanya tidak cukup baik.

Mereka memilih menunda memulai pekerjaan karena merasa lebih aman dibanding menghadapi kemungkinan gagal. Menariknya, orang seperti ini sering terlihat santai di luar, padahal sebenarnya sedang dipenuhi tekanan mental dan overthinking.

2. Perfeksionisme Berlebihan

Perfeksionisme berlebihan/ Foto: Pexels.com/ Pavel Danilyuk

Banyak orang mengira perfeksionis selalu produktif. Padahal menurut psikologi, perfeksionisme justru bisa menjadi alasan seseorang sering menunda pekerjaan. Seseorang yang terlalu ingin semuanya sempurna biasanya takut membuat kesalahan kecil. Karena standar yang terlalu tinggi, mereka akhirnya sulit memulai atau menyelesaikan pekerjaan.

Mereka merasa pekerjaan harus dilakukan dalam kondisi ideal, mood yang tepat, atau hasil yang benar-benar sempurna. Pekerjaan terus tertunda karena mereka terlalu fokus pada ketakutan terhadap hasil yang tidak sesuai ekspektasi.

3. Terlalu Kewalahan secara Mental

Terlalu kewalahan secara mental/ Foto: Pexels.com/ cottonbro studio

Orang yang menunda pekerjaan sering kali bukan malas, tetapi sedang merasa overwhelmed atau kewalahan secara emosional. Ketika seseorang memiliki terlalu banyak tekanan, tanggung jawab, atau beban pikiran, otak bisa kesulitan menentukan prioritas.

Seseorang justru memilih menghindari pekerjaan karena merasa semuanya terlalu berat untuk dimulai. Hal ini cukup sering terjadi pada orang yang mengalami stres, burnout, atau kelelahan mental dalam jangka panjang.

4. Kurang Percaya Diri terhadap Kemampuan Sendiri

Kurang percaya diri terhadap kemampuan sendiri/ Foto: Pexels.com/ Vitaly Gariev

Salah satu alasan orang menunda pekerjaan yang sering tidak disadari adalah rendahnya rasa percaya diri. Beberapa orang merasa dirinya tidak cukup pintar, tidak cukup mampu, atau takut hasil pekerjaannya dianggap buruk.

Karena itu, mereka lebih memilih menunda dibanding menghadapi rasa tidak nyaman tersebut. Kondisi ini sering berkaitan dengan self-doubt atau kebiasaan meragukan kemampuan diri sendiri. Padahal, semakin lama pekerjaan ditunda, rasa cemas biasanya justru semakin besar.

5. Sulit Mengatur Emosi

Sulit mengatur emosi/ Foto: Pexels.com/ www.kaboompics.com

Menurut psikologi modern, procrastination sebenarnya lebih berkaitan dengan emosi dibanding manajemen waktu. Banyak orang menunda pekerjaan karena ingin menghindari rasa tidak nyaman seperti stres, bosan, takut, atau cemas.

Misalnya, seseorang memilih scrolling media sosial atau melakukan hal lain yang terasa lebih menyenangkan dibanding mengerjakan tugas yang membuat tekanan emosional. Karena itu, penyebab orang menunda pekerjaan sering kali bukan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi karena sulit menghadapi emosi negatif yang muncul saat bekerja.

6. Terlalu Bergantung pada Mood

Terlalu bergantung pada mood/ Foto: Pexels.com/ Anastasia Lashkevich

Beberapa orang hanya ingin bekerja ketika merasa termotivasi atau sedang mood. Padahal, mood tidak selalu datang sesuai kebutuhan. Akibatnya, pekerjaan terus ditunda sambil menunggu waktu yang terasa “pas”.

Kebiasaan seperti ini membuat seseorang sulit membangun disiplin jangka panjang. Mereka akhirnya terbiasa bekerja berdasarkan perasaan sesaat, bukan berdasarkan tanggung jawab atau prioritas. Padahal, banyak pekerjaan penting justru perlu diselesaikan meskipun suasana hati sedang tidak ideal.

7. Takut Menghadapi Tekanan atau Tanggung Jawab

Takut menghadapi tekanan atau tanggung jawab/ Foto: Pexels.com/ cottonbro studio

Menariknya, sebagian orang yang menunda pekerjaan sebenarnya takut terhadap konsekuensi dari pekerjaan itu sendiri. Misalnya, mereka takut jika hasil pekerjaannya justru membawa tanggung jawab lebih besar, ekspektasi lebih tinggi, atau tekanan tambahan.

Karena itu, menunda pekerjaan menjadi cara bawah sadar untuk menghindari tekanan tersebut. Perilaku ini cukup umum terjadi pada orang yang sering merasa cemas terhadap tuntutan hidup atau pekerjaan.

Beauties, rasa malas dan procrastination adalah dua hal yang berbeda. Orang malas biasanya memang tidak memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu. Sementara itu, orang yang procrastination sebenarnya sering ingin menyelesaikan pekerjaannya, tetapi terhambat oleh faktor emosional atau mental tertentu. Karena itu, terlalu cepat menghakimi diri sendiri sebagai “pemalas” justru bisa membuat rasa bersalah semakin besar. Yang lebih penting adalah memahami penyebab utama kebiasaan tersebut agar bisa mencari solusi yang lebih tepat.

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE