sign up SIGN UP

7 Cara Menghentikan Overthinking dalam Suatu Hubungan

Intan Dwi | Beautynesia
Sabtu, 06 Mar 2021 21:00 WIB
7 Cara Menghentikan Overthinking dalam Suatu Hubungan
caption
Jakarta -

Menemukan seseorang yang diharapkan setelah menempuh waktu yang panjang itu mengasyikan dan juga menegangkan, terutama bagi kamu yang overthinking. Karena begitu kamu mulai terlalu banyak berpikir dalam suatu hubungan, kamu akan merasa seperti sedang dalam upaya menemukan dan mencegah potensi masalah sehingga semua urusan hubungan kamu berjalan dengan sempurna.

Tetapi rupanya terlalu banyak berpikir atau overthinking, sebenarnya akan lebih banyak mengalami kerugian daripada keuntungan dalam sebuah hubungan. Jika kamu seseorang yang overthinking terhadap hubungan dan pasangan kamu, coba hentikan demi kedamaian dalam hubungan kamu.

Berikut ini ada tujuh cara untuk menghentikan overthinking seseorang dalam suatu hubungan yang sedang dijalani.

Jangan terlalu memikirkan ketika mengirim pesan

Meskipun hal ini sangat normal dalam hubungan baru, tetapi terlalu banyak berpikir juga bisa menyebabkan kehancuran pada hubungan.
Jangan terlalu memikirkan ketika mengirim pesan/freepik.com

“Apa aku harus mengatakan hai atau halo? Emoji yang aku kirim berlebihan enggak ya? Haruskah aku menunggu lima menit untuk membalas pesannya?”. Pemikiran seperti itu memang dapat terjadi pada siapa saja, penderitaan mengenai pesan apa yang harus dikirim adalah hal paling umum di masa-masa awal pacaran.

Meskipun hal ini sangat normal dalam hubungan baru, tetapi terlalu banyak berpikir juga bisa menyebabkan kehancuran pada hubungan. Jadi coba tarik napas dalam-dalam lalu kirimkan pesan yang sudah kamu ketik. Biarkan diri kamu sendiri untuk menyeimbangkan dan pasangan baru kamu akan membantu kamu untuk tidak terlalu memikirkannya.

Jangan analisis bahasa tubuh pasangan berlebihan

Hal yang sama juga berlaku ketika bertemu dengan pasangan secara langsung, dimana kamu mungkin mendapati diri kamu sendiri mencari tanda-tanda masalah dalam intonasi atau bahasa tubuh pasangan kamu.
Jangan analisis bahasa tubuh pasangan berlebihan/freepik.com

Hal yang sama juga berlaku ketika bertemu dengan pasangan secara langsung, dimana kamu mungkin mendapati diri kamu sendiri mencari tanda-tanda masalah dalam intonasi atau bahasa tubuh pasangan kamu.

Jika itu masalahnya, kamu mungkin terlalu overthinking mengenai hubungan kamu karena kamu memiliki komunikasi yang tidak jelas. Nah, untuk menemukan kejelasan coba lebih tingkatkan komunikasi kamu satu sama lain.

Tantang asumsi kamu sendiri

Ketika kamu cemas dan terlalu banyak berpikir, kamu tidak dapat benar-benar menikmati waktu bersama pasangan.
Tantang asumsi kamu sendiri/freepik.com

Terlalu banyak berpikir mengenai kemungkinan selingkuh atau situasi yang toxic lainnya memang mudah dilakukan. Namun perlu diingat, terobsesi dengan asumsi “bagaimana kalau nanti..” itu tidak baik untuk hubungan.

Faktanya, kecemasan dan kurangnya kepercayaan justru cenderung membuat pasangan kamu meminta putus. Ketika kamu cemas dan terlalu banyak berpikir, kamu tidak dapat benar-benar menikmati waktu bersama pasangan.

Lain kali saat pasangan kamu tidak membalas pesan dengan cepat, coba tantang asumsi kamu dari “Apakah dia selingkuh?” menjadi “Mungkin dia lagi sibuk dengan pekerjaannya”. Proses ini akan mulai memprogam ulang otak kamu sehingga kamu berhenti mengasumsikan yang terburuk.

Menyibukkan diri

Ketika kamu mulai terlalu overthinking coba untuk menyibukkan diri kamu sendiri, enggak ada salahnya melakukan cara ini.
Menyibukkan diri/freepik.com

Ketika kamu mulai terlalu overthinking coba untuk menyibukkan diri kamu sendiri, enggak ada salahnya melakukan cara ini. Coba hubungi teman lalu ajak mereka jalan-jalan atau lakukan kegiatan yang selama ini kamu tunda karena terlalu fokus pada hubungan kamu. Jika kamu berhasil mencapai yang kamu inginkan, kamu tidak akan punya banyak waktu untuk overthinking terhadap pasangan.

Buat diri sendiri tetap nyaman

jika semuanya baik-baik saja dan kamu masih merasa tidak nyaman, coba untuk mengambil energi dari overthinking dan menginvestasikannya kembali dalam diri kamu.
Buat diri sendiri tetap nyaman/freepik.com

Seorang pasangan pasti bisa melakukan hal-hal yang membuat kamu merasa tidak aman atau tidak yakin dengan hubungan kamu. Tetapi jika semuanya baik-baik saja dan kamu masih merasa tidak nyaman, coba untuk mengambil energi dari overthinking dan menginvestasikannya kembali dalam diri kamu.

Temukan cara untuk tetap puas pada diri sendiri, mungkin dengan bergaul bersama teman, memulai hobi atau mengikuti kelas lukis. Pada dasarnya berusaha untuk merasa nyaman dengan kehidupan kamu sendiri sebagai diri sendiri. Karena ketika kamu mulai merasa nyaman dengan diri sendiri maka kamu bisa menghadapi pasang-surut dalam hubungan.

Nikmati fase hubungan kamu saat ini

Daripada selalu berpikir tentang masa depan dan tujuan akhir hubungan, luangkan waktu untuk menikmati fase apapun yang lagi jalani saat ini.
Nikmati fase hubungan kamu saat ini/freepik.com

Daripada selalu berpikir tentang masa depan dan tujuan akhir hubungan, luangkan waktu untuk menikmati fase apapun yang lagi jalani saat ini. Jika mengkhawatirkan masa depan menjadi kebiasaan yang mengakar kuat, mungkin kamu perlu waktu untuk menyesuaikan diri.

Teruslah mengoreksi diri kamu sendiri dan lebih fokus pada apa yang terjadi di sekitar kamu saat ini daripada fokus dengan apa yang mungkin belum terjadi di masa mendatang.

Berusaha mempercayai intuisi kamu

Kalau kamu merasa ada sesuatu yang salah, maka jangan menganalisanya secara berlebihan. Sebaliknya, percayalah bahwa intuisi kamu mencoba memberi tahu kamu sesuatu dan lakukan itu dengan segera.
Berusaha mempecayai intuisi kamu/freepik.com

Kalau kamu merasa ada sesuatu yang salah, maka jangan menganalisanya secara berlebihan. Sebaliknya, percayalah bahwa intuisi kamu mencoba memberi tahu kamu sesuatu dan lakukan itu dengan segera.

Dengan melakukan itu, kamu akan membebaskan diri kamu dari proses mengintai dan kamu akan mengasah naluri sendiri untuk menjadi lebih tajam di masa depan.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id