7 Cara untuk Mengurangi Kebiasaan Memikirkan Pekerjaan di Luar Jam Kerja

Dwi Lindah Permatasari | Beautynesia
Minggu, 20 Sep 2026 12:30 WIB
Isi Waktu Luang dengan Aktivitas yang Kamu Sukai
Isi Waktu Luang dengan Aktivitas yang Kamu Sukai/Foto: magnific/benzoix

Pernah merasa bersalah saat menutup laptop, padahal jam kerja sudah selesai? Pikiran tentang tugas yang belum rampung, email yang belum dibalas, atau target yang belum tercapai tiba-tiba muncul saat kamu sedang bersantai.

Perasaan tersebut bisa membuat waktu istirahat terasa kurang nyaman. Kamu mungkin tetap memikirkan pekerjaan saat makan malam, menonton film, atau berkumpul bersama keluarga. Kondisi ini sering disebut work guilt anxiety, yaitu rasa bersalah dan cemas ketika sedang tidak bekerja.

Supaya pekerjaan tidak terus memenuhi pikiranmu sepanjang hari, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa kamu coba, Beauties. Yuk, simak!

Luangkan Waktu untuk Berolahraga

Atasi work guilt anxiety atau kecemasan soal pekerjaan dengan olahraga ringan atau aktivitas fisik  setelah bekerja agar pikiran lebih rileks.
Olahraga Ringan Setelah Bekerja/Foto: magnific/yanalya

Setelah seharian bekerja, tubuh dan pikiran membutuhkan jeda. Menurut Lifehack, berolahraga bisa menjadi cara sederhana untuk mengalihkan perhatian dari pekerjaan sekaligus menjaga kebugaran.

Kamu tidak harus mengikuti latihan berat. Jalan kaki, bersepeda, melakukan peregangan, atau mengikuti workout singkat selama 20 menit di rumah juga bisa menjadi pilihan. Fokuskan perhatian pada gerakan tubuh agar pikiran tidak terus kembali ke urusan kantor.

Pisahkan Area Kerja dari Ruang Pribadi

Pisahkan Area Kerja dari Ruang Pribadi/Foto: magnific

Bekerja dari rumah memang praktis, tetapi batas antara pekerjaan dan waktu pribadi bisa menjadi kabur. Meja makan atau tempat tidur yang sering digunakan untuk bekerja dapat membuat suasana kantor terasa terbawa ke waktu istirahat.

Cobalah menentukan satu area khusus untuk bekerja. Setelah jam kantor selesai, rapikan meja, simpan laptop, dan tinggalkan area tersebut. Kebiasaan ini bisa membantu kamu membangun batas yang lebih jelas antara waktu kerja dan waktu santai.

Isi Waktu Luang dengan Aktivitas yang Kamu Sukai

Isi Waktu Luang dengan Aktivitas yang Kamu Sukai/Foto: magnific/benzoix

Ketika pekerjaan terus berputar di kepala, lakukan kegiatan yang membutuhkan perhatian dan membuat kamu merasa senang. Aktivitas di luar pekerjaan bisa membantu mengisi waktu luang dengan pengalaman yang lebih menyenangkan.

Beberapa pilihan yang bisa kamu coba adalah menonton film, memasak, bermain game, membaca buku, bertemu teman, atau berjalan-jalan. Tidak perlu membuat jadwal yang padat. Satu kegiatan sederhana yang kamu nikmati sudah cukup untuk memberi ruang bagi pikiran agar beristirahat.

Batasi Akses ke Pekerjaan Setelah Jam Kantor

Batasi Akses ke Pekerjaan Setelah Jam Kantor/Foto: magnific/benzoix

Ponsel membuat pekerjaan terasa selalu dekat. Niatnya hanya mengecek email sebentar, tetapi kamu bisa berakhir mengerjakan tugas selama berjam-jam. Karena itu, cobalah membuat akses ke pekerjaan sedikit lebih terbatas setelah jam kantor.

Kamu bisa mematikan notifikasi email, mengaktifkan mode jangan ganggu, atau menyimpan laptop kerja setelah selesai digunakan.

Kalau memungkinkan, gunakan perangkat terpisah untuk urusan kantor dan pribadi. Langkah ini membantu kamu menikmati waktu istirahat tanpa merasa harus selalu siap merespons pekerjaan.

Jangan Mengorbankan Waktu Tidur

Jangan Mengorbankan Waktu Tidur/Foto: Magnific/stockking

Pekerjaan yang belum selesai mungkin membuat kamu ingin terus terjaga. Namun, kurang tidur bisa membuat tubuh lebih lelah dan kamu lebih sulit menghadapi tekanan sehari-hari. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7-9 jam tidur setiap malam.

Agar lebih mudah beristirahat, usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari. Hindari membuka email kantor menjelang tidur, kurangi penggunaan gawai, dan ciptakan suasana kamar yang nyaman. Waktu tidur bukan sesuatu yang harus selalu dikalahkan oleh pekerjaan.

Tentukan Batas Jam Kerja

Tentukan Batas Jam Kerja/Foto: magnific/diana.grytsku

Tanpa batas waktu yang jelas, pekerjaan bisa terus berlanjut sampai malam. Kamu mungkin berniat menyelesaikan satu tugas tambahan, lalu baru menyadari bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.

Cobalah menentukan jadwal kerja yang realistis dan menghormatinya. Misalnya, kamu bekerja pukul 08.00 sampai 17.00 dengan jeda makan siang. Kalau masih ada tugas yang belum selesai, catat dan lanjutkan pada hari berikutnya. Menyelesaikan jam kerja sesuai batas yang sudah ditentukan bukan berarti kamu kurang berdedikasi.

Jadi, Beauties, mari mulai dari kebiasaan kecil yang paling mudah dilakukan, seperti mematikan notifikasi kantor atau menetapkan jam kerja yang jelas. Dengan begitu, kamu bisa perlahan membangun batasan yang lebih sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE